
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 107
Shine dan Amira tinggal di Indonesia hanya 2 minggu saja. Hal ini dikarenakan, Shine takut terjadi apa-apa saat dalam perjalanan pulang nanti. Dia lupa tidak membawa dokter kandungan dan perawat dalam perjalanan itu. Semua ini gara-gara Sky yang baru saja tiba dari Eropa dan menyuruhnya untuk membantu Mega Proyek yang sedang dia lakoni. Mau tidak mau suami Amira itu membantunya. Berasa dikejar waktu keberangkatan pergi ke Indonesia, Shine pun terus begadang.
"Abah dan Umma hanya bisa mendoakan untuk kebaikan kalian semua. Semoga engkau melahirkan dengan lancar dan selamat. Begitu juga dengan buah hati kalian, dapat terlahir dengan sempurna, sehat, dan juga selamat," kata Kiai Samsul yang kini usianya hampir berkepala sembilan.
"Terima kasih Abah, atas doanya," ucap Shine, lalu mencium tangan mertuanya.
"Semoga engkau menjadi Ayah yang bijaksana dan panutan bagi anak-anak kalian kelak," lanjut Kiai Samsul.
"Aamiin." Shine memeluk tubuh mertuanya dengan diiringi isak tangis.
***
Saat ini Amira dan Shine sedang mempersiapkan diri untuk menyambut kelahiran buah hati mereka. Dokter memperkirakan waktunya sekitar satu bulan lagi. Amira sering melakukan senam yoga dan juga olahraga pagi ditemani oleh sang suami. Bahkan kedua mertuanya kadang ikut mereka berolahraga bersama.
Jika sore hari biasanya mereka akan jalan-jalan di taman kota atau di halaman mansion. Bagi Amira tidak masalah asal dia bisa melakukannya bersama dengan Shine. Kesehatan Amira sendiri dalam keadaan prima, siap untuk melahirkan secara normal.
"Honey, kata Raya kalau menjelang lahiran kita harus sering bercinta," bisik Shine tidak tahu malu kalau saat ini ada para pekerja dan beberapa orang Tim Keamanan tidak jauh dari mereka.
Amira yang mendengar ucapan suaminya ini merasa sangat malu. Dia jadinya mencubit paha Shine.
"Kita ke kamar, yuk! Ini sudah malam," ajak Shine, padahal waktu magrib saja baru lewat jarak ke Isya lumayan masih jauh.
"Ini masih magrib, Sayang. Lihat orang-orang juga belum pada istirahat," ucap Amira tersenyum geli.
Shine memanyunkan bibirnya. Dia kesal sama Amira yang tidak mengerti akan keinginan dirinya. Keinginan dia itu selalu bersama tanpa adanya pengganggu.
***
"Sayang." Amira membangunkan suaminya yang tidur memeluk dia dari belakang.
"Hm, ada apa, Honey?" tanya Shine masih dengan mata terpejam.
__ADS_1
"Perut aku mulas dan sakit sekali," jawab Amira sambil menahan sakit.
Mendengar ucapan istrinya barusan membuat Shine langsung terjaga. Dia pun duduk dan memeriksa perut istrinya. Betapa terkejutnya dia saat melihat daster yang dipakai oleh Amira basah di bagian pantatnya.
"Ini kenapa basah, Honey?" tanya Shine dengan nada panik saat merasa pakaian Amira basah seperti mengompol.
"Sepertinya itu air ketuban. Kita sebaiknya pergi ke rumah sakit sekarang," balas Amira yang sedang mencoba bangun dari tidurnya. Shine pun membantu dengan hati-hati.
Shine menyalakan alarm darurat di dalam mansion dan membuat semua orang terbangun dan panik.
"Ada apa ini?" tanya para pekerja dan beberapa Tim Keamanan yang selalu menjaga kediaman itu selama 24 jam nonstop.
"Tidak tahu," balas yang lainnya.
Tidak lama kemudian terlihat Shine sedang membopong tubuh Amira dengan wajah panik dan acak-acakan karena baru bangun tidur.
"Shine, Amira kenapa?" tanya Cantika dan Alex yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Amira sepertinya akan melahirkan, Ma," jawab Shine sambil berlari menuju lift diikuti oleh Cantika dan Alex.
***
"Ruang bersalin sudah siap!" kata perawat.
"Baik, kita bersiap sekarang." Para tim medis pun segera menuju ke ruangan itu.
Amira merasa ada rasa takut yang tiba-tiba saja menyusup dalam hatinya. Dia merasa takut kalau saat melahirkan akan meninggal. Sementara itu, dia belum meminta maaf pada orang-orang disekitarnya. Terutama pada suaminya yang selalu memprioritaskan kebahagiaan dirinya, tanpa memikirkan keinginan Shine sendiri.
"Honey, jangan pikirkan hal yang lain. Sekarang fokus saja ke anak kita, ya!" Shine menggenggam tangan Amira.
"Maafkan aku, jika selama ini sering membuat kamu repot akan kerewelan aku selama ini," ucap Amira dengan berlinang air mata.
"Tidak. Bagi aku kamu tidak merepotkan, justru sebaliknya. Kamu adalah sumber kebahagiaan aku, penyemangat aku, dan muara cinta kasihku," bantah Shine yang sama-sama menahan isak tangis.
Amira sudah mengalami pembukaan sepuluh dan siap untuk mengeluarkan bayi. Dia tiada hentinya berdoa kepada Allah agar diberikan kemudahan, kelancaran, dan keselamatan saat melahirkan.
Allâhumma-ḫfadh waladî mâ dâma fî bathni zaujatî wa-syfihi antasy-syâfi lâ syifâ’an illâ syifâuka syifâ’an lâ yughâdiru saqaman. Allâhumma shawwirhu fî bathni zaujatî shûratan ḫasanatan wa tsabbit qalbahu îmânan bika wa bi rasûlika. Allâhumma akhrijhu mim bathni zaujatî waqta wilâdatihâ sahlan wa taslîman. Allâhumma ij‘alhu shahîhan kâmilan wa ‘âqilan ḫâdziqan ‘âliman ‘âmilan. Allâhumma thawwil ‘umrahu wa shahhih jasadahu wa ḫassin khuluqahu wa afshah lisânahu wa aḫsin shautahu li qirâ-atil hadîtsi wal qur’ânil ‘adhîm bi barakati Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam. Walhamdulillâhi Rabbil ‘âlamîn.
__ADS_1
("Ya Allah, jagalah anakku selama ia berada dalam perut istriku, sehatkan ia, sesungguhnya Engkau Yang Maha Menyehatkan, tak ada kesehatan kecuali kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tak terganggu penyakit. Ya Allah, bentuk ia yang ada di perut istriku dalam rupa yang baik, tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu pada Rasul-Mu. Ya Allah, keluarkan dia dari perut istriku pada saat kelahirannya secara mudah dan selamat. Ya Allah, jadikan ia utuh, sempurna, berakal, cerdas, berilmu, dan beramal. Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan rupanya, dan fasihkan lisannya untuk membaca hadis dan Al-Qur’an Yang Agung, dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh keberadaan.")
"Apa Nyonya Amira sudah siap?" tanya dokter.
"Insha Allah, sudah siap," jawab Amira yang kini sudah merasa jauh lebih tenang dari tadi.
"Kita mulai sekarang. Tarik napas, tahan, keluarkan. Sekarang mengejan!" Dokter itu memberikan instruksi kepada Amira.
Sementara itu, Shine berdiri di bagian atas kepala Amira dan membaca untuk membaca ayat Kursi yang terdapat dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 255, surat Al-A'raf ayat 54 dan surat Al-Falaq serta surat An-Nas. Dia dalam hatinya memohon dimudahkan dan diselamatkan istri serta anak mereka.
Meski sambil mengejan, Amira beristighfar tiada henti di dalam hatinya.
Dengan Kuasa Tuhan Semesta Alam, Amira bisa melahirkan dengan lancar dan selamat. Suara tangis bayi langsung terdengar begitu keluar dari perutnya.
"Selamat Tuan Shine, Nyonya Amira, putra kalian lahir dalam keadaan sempurna," ucap dokter dengan senyum lebar.
Shine pun menggendong bayi itu dengan tangan bergetar dan tangis haru bahagia. Sebagai seorang ayah dia ingin memberikan yang terbaik untuk putranya.
Setelah selesai dibacakan adzan dan iqamah, dia membacakan doa untuk putranya yang baru lahir.
“Allâhummaj'alhu bârran taqiyyan rasyîdan wa-anbit-hu fil islâmi nabâtan hasanan.”
("Ya Allah, jadikanlah ia (bayi) orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam islam dengan pertumbuhan yang baik.")
“A'ûdzu bikalimatiLlâhi at-tâmmati min kulli syaithânin wa hâmmatin wamin kulli 'ainin lâmmatin”
("Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah dari segala setan, kesusahan, dan pandangan yang jahat.")
Shine pun menyerahkan putra mereka kepada Amira. Dikecupnya kening sang istri beberapa kali, sebagai tanda ucapan terima kasih dia kepadanya.
Amira menangis terharu seraya berdoa, “Bârakallâhu laka fil mauhûbi laka wasyakarta al-wâhiba wa balagha asyuddahu wa ruziqta birrahu.”
("Keberkahan bagimu atas apa yang telah dianugerahkan padamu. Kau bersyukur pada Sang Pemberi, telah sampai pada kesenangan dari-Nya, dan (semoga) diberikan rizki atas kebaikan-Nya.")
***
Siapakah nama dari putra Shine dan Amira? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.