
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 82
Sementara itu, di sebuah ruangan yang cahayanya remang-remang. Terlihat seorang laki-laki sedang berdiri, lalu berjalan ke arah sebuah kursi di mana ada seseorang sedang terikat di sana. Dia menarik penutup kepala orang itu.
Ketawanya langsung menggema di ruangan yang kosong, lembab, dan dingin. Laki-laki itu senang sekali melihat ada buruan yang selama ini dia incar. Kini sudah berada di tangannya.
"Senang bisa melihat Anda, Nyonya Shine Andersson," katanya sambil berbisik dan diikuti senyum yang menyeringai.
Wanita bercadar itu menatap nyalang kepada laki-laki yang kini berdiri sambil membungkuk di depannya. Ketika tangan lelaki itu kembali terulur hendak membuka cadarnya, kaki perempuan itu menendang kuat selang_kangan sang pimpinan kelompok.
"Aaaaa-hk! Si_alan kau wanita gila!" teriak David mengaduh kesakitan sambil memegang benda kebanggaan kaum laki-laki.
Anak buah David yang ada di sana pun langsung menolong tuan mereka. Tanpa mereka sadari kalau wanita bercadar itu bisa melepaskan tali ikatannya.
__ADS_1
"Tidak akan aku ampuni istrinya si Shine ini!" teriak David sambil mengacungkan pistol ke arah kursi.
"Ke mana perginya wanita itu?" teriak laki-laki dewasa ini.
"Aku di sini."
David langsung menerima sebuah pukulan di wajahnya dengan keras, sampai laki-laki itu mundur beberapa langkah. Suara erangan kesakitan pun ke luar dari mulutnya.
"Aaaaa-hk! Serang wanita itu!" perintah David.
Langsung saja para anak buahnya yang ada di sana langsung menyerang. Bodohnya mereka malah menyerang dengan tangan kosong, tidak menggunakan senjata.
"Nona Bintang!" teriak orang-orang di sana.
"Wah, aku tersanjung sekali bisa dikenal oleh kalian," balas Bintang dengan senyum tipisnya.
Wajah Bintang yang mirip sekali dengan neneknya, membuat David terpesona. Laki-laki itu saat masih kecil pernah ditolong oleh Anatasya—mommy Alex—yang baik hati. Meski hanya pernah sedikit berinteraksi dengannya, tetapi itu memberikan kenangan terindah dalam hidupnya.
__ADS_1
Baku hantam pun terjadi di sana. Bintang seorang diri melawan beberapa orang anak buah David. Istri dari Ghazali itu ahli dalam beberapa ilmu beladiri. Meski, dia seorang diri dan jumlah lawan lebih dari lima orang, tidak membuatnya takut.
Bintang sudah memakai baju khusus di balik gamis yang dia kenakan. Meski ada orang yang mengarahkan tembakan kepadanya, tidak akan melukai paling membuatnya memar-memar.
Seorang anak buah David melayangkan pukulan ke arah Bintang, tetapi wanita itu bisa menahan pukulannya dan dengan cepat dia memerintil tangan orang itu ke belakang tubuhnya sampai mengerang kesakitan.
Saat anak buah David lainnya mengarahkan lagi tembakan kepadanya. Bintang menjadikan orang itu sebagai tameng, sehingga dia mati terkena tembakan temannya sendiri.
"Kalian bisa-bisanya mengeroyok seorang wanita sendirian. Dasar para pecun_dang!" Tiba-tiba saja Shine muncul di sana dengan beberapa orang dari Tim Keamanan.
"Shine," panggil Bintang.
"Kakak, sedang apa di sini?" tanya Shine.
"Sedang menggantikan posisi istri kamu," jawab Bintang.
"Apa?" Shine terkejut.
__ADS_1
***
Bagaimana ceritanya Bintang bisa menggantikan Amira? Tunggu kelanjutannya, ya!