
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 83
Shine pun membantu Bintang melawan musuh mereka. Orang-orang di sana malah lebih suka menggunakan tangan kosong saat melawan musuh. Entah kenapa anak buah David melakukan hal seperti itu. Biasanya mereka menggunakan pistol untuk penyerang lawan.
'Ini ada sesuatu alasan kenapa mereka melakukan hal itu?' (Bintang)
Sambil berkelahi, Bintang mengawasi keadaan ruangan itu. Tiba-tiba saja matanya menangkap sesuatu yang ada tidak lazim di ruangan seperti itu.
"Shine, habis mereka semua menggunakan pisau jangan menggunakan senjata api!" titah Bintang.
Mendengar ucapan kakaknya barusan membuat Shine tertegun tidak mengerti. Namun, dia percaya apa yang sudah dikatakan oleh wanita itu.
"Kalian dengar apa yang tadi dikatakan oleh Kak Bintang?" tanya Shine kepada Tim Keamanan yang lainnya.
"Ya. Kami mendengar!"
__ADS_1
"Bagus. Turuti apa yang sudah diperintahkan olehnya," lanjut Shine.
Maka anggota Tim Keamanan pun menyerang anak buah David dengan menggunakan pisau. Mereka tidak tahu alasan sebenarnya tidak boleh menggunakan senjata api.
David yang merasa dirinya dalam keadaan bahaya, langsung melarikan diri lewat pintu rahasia. Namun, sebelumnya dia sempat menembakan pistolnya ke arah sebuah boneka yang berada di beberapa tempat di ruangan itu.
"Semuanya melompat ke luar!" teriak Bintang sambil melompat lewat pintu jendela.
Shine dan Tim Keamanan yang lainnya pun ikut-ikutan melompat dari lantai tiga itu. Bukan hanya mereka, para anak buah David juga melakukan hal yang sama.
DUAR! DUAR! DUAR!
Bintang, Shine, dan orang-orang yang melompat dari atas tadi merasakan sakitnya tubuh mereka menghantam tanah. Bintang pun langsung menembakan pelurunya ke arah musuh. Sasaran tembakannya adalah tangan mereka yang sedang memegang pistol.
"Itu bukan peluru timah. Bereskan sisanya!" perintah Bintang.
Maka Tim Keamanan langsung menembak anak buah David dengan peluru panas mereka. Orang-orang itu pun langsung terkapar tidak bernyawa.
"Sebaiknya kita berpencar mencari keberadaan David yang tadi kabur melalui pintu rahasia!" titah Bintang.
__ADS_1
Shine sebenarnya ingin menanyakan keadaan istrinya saat ini. Pikirannya kacau karena dia tahu kalau istrinya juga menjadi target mereka.
***
Sementara itu, di belahan kota yang lain Amira sedang bersama dengan Ghazali. Perempuan itu bingung, saat ini harus memanggilnya apa.
"Aku akan menjadi penjaga dirimu, selama ada musuh yang masih berkeliaran di sekitarmu," kata Ghazali sambil menyetir.
Tadi Amira merasa sangat takut, saat tiba-tiba saja mobil yang ditumpanginya itu dihentikan. Perempuan itu ditarik ke luar dari mobil dan digantikan oleh seseorang yang berpenampilan seperti dirinya.
Diperlakukan hal seperti itu tentu saja merasa sangat kesal dan marah. Amira baru merasa tenang saat melihat wajah Ghazali. Dia merasakan bersyukur karena dirinya tidak jatuh ke dalam tang
"Kita akan pergi ke mana?" tanya Amira.
"Kita akan pergi ke suatu tempat yang aman," jawab Shine.
Maka, Amira pun diam dan menuruti keinginan laki-laki itu. Saat mereka sudah sampai ke tempat tujuan.
***
__ADS_1
Ke mana Amira dibawa? Bagaimana dengan nasib David yang tadi melarikan diri? Tunggu kelanjutannya, ya!