
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kita semua diberikan kelancaran dan kemudahan dalam mengerjakan segala urusan.
***
Bab 52
Shine memeriksa dinding yang ada di kamar itu. Dia mengetuk dinding itu di beberapa bagian. Di saat dia mendengar bunyi dinding yang berbeda, maka dia memberi tanda memakai pensil.
'Aku harus mencari pintu masuk ke ruangan di balik dinding ini.' (Shine)
Laki-laki yang memakai setelah khusus pasukan keluarga Andersson itu, memeriksa benda-benda yang ada di sekitar sana. Dia melihat ada sebuah foto laki-laki dan perempuan. Foto Anabella dan Romeo yang terlihat seperti bukan pasangan romantis seperti kedua orang tuanya yang selalu terlihat mesra jika sedang bersama.
"Kecut sekali ekspresi mereka ini," gumam Shine dan meletakan kembali pigura foto itu.
Ada yang aneh di dalam pigura itu. Lalu, Shine pun membuka bagian pigura itu. Ternyata ada foto lainnya, yaitu foto Ramos dan seorang anak laki-laki yang ada di dalam foto di lantai bawah tadi.
'Siapa anak ini, ya? Bikin penasaran saja.' (Shine)
Dia ambil juga foto itu dan meletakkan kembali piguranya. Ada sebuah kotak di sana dan Shine mengambil itu dengan iseng. Namun, kotak itu tidak bisa diambil seperti di matikan agar seperti itu. Lalu, dibuka penutup kotaknya. Ternyata isinya adalah beberapa buah kunci.
"Ini kunci apa saja, ya?" Shine memeriksa satu persatu kunci itu. Akan tetapi tidak ada yang aneh dengan kunci-kunci itu.
Shine pun mengetuk-ngetukkan kepalan tangannya pada dinding di balik meja nakas. Bunyi yang dikeluarkan memang berbeda. Ini menunjukan betapa luasnya ruangan yang ada di balik sana. Laki-laki itu pun memberi tanda kembali di sana.
Langit di luar mulai gelap dan keadaan rumah itu juga menjadi ikut gelap seiring dengan tenggelamnya matahari. Shine pun berniat mengakhiri petualangan di rumah itu.
__ADS_1
'Hari ini cukup sampai sini saja. Besok sebaiknya kembali lagi. Aku penasaran dengan ruangan yang ada di balik dinding.'
***
Sky merasakan ada aliran udara dari arah bawah. Tadi saat dia memungut kertas yang berserakan di lantai terasa ada tiupan dari sela-sela papan kayu. Namun, saat Sky mencari pintu untuk bisa masuk ke ruang bawah tidak bisa menemukannya.
'Apa ada ruang bawah tanah, ya?' (Sky)
Sky pun memberi tanda lantai yang terasa ada aliran udaranya. Dia tidak bisa mengetahui aliran angin itu akibat dari adanya ruang bawah tanah atau bukan. Jika dia menyangka dari pintu dan jendela, seharusnya terasa angin terasa di sekujur atau sebagian tubuhnya. Namun, ini hanya dapat dirasakan oleh telapak tangan itu juga harus dirasakan dengan baik-baik.
Sky pun mengetuk-ngetukkan tangannya ke lantai. Sebagian terasa keras dan bunyinya juga sangat pelan menandakan tidak ada apa-apa dibalik lantai. Namun, lantai yang dirasakan adanya aliran udara oleh Sky ada bunyi lain agak terdengar juga.
'Benar. Ini ada ruangan bawah tanah. Isssh, ini 'kan memang lantai dua. Jelas-jelas pasti ada ruangan di bawah lantai ini.' (Sky menepuk jidatnya)
'Apa Shine menemukan sesuatu yang menarik juga, ya?'Â
"Ih, bikin kaget saja!" umpat Sky sambil memegang dadanya karena jantung dia terasa mau lompat.
"Ada apa?" tanya Shine sambil menutup pintunya.
"Aku menemukan sesuatu di ruang kerja itu," jawab Sky.
"Sebaiknya kita pulang dahulu karena hari akan malam dan keadaan juga mulai gelap," kata Shine.
Kedua saudara kembar itu pun pergi meninggalkan rumah itu. Mereka berniat akan kembali ke keesokan harinya. Sebab masih banyak yang masih harus mereka periksa.
__ADS_1
***
Shine dan Sky mengendarai mobil mereka dengan cepat. Apalagi saat memasuki sebuah ladang jagung milik warga. Ada dua mobil yang membuntuti mereka.Â
"Apa kamu tahu milik siapa mobil itu?" tanya Shine yang sedang mengemudikan mobilnya.
"Akan aku cek dulu milik siapa mobil itu," jawab Sky dan menarikan kesepuluh jari-jari tangannya di atas keyboard laptop miliknya.
Sky melihat plat nomor kedua mobil itu dan meminta bantuan tim keamanan untuk mencarinya. Tidak sampai tiga menit, laporan masuk ke email dia.
"Kedua mobil itu milik perusahaan Carlos. Sepertinya mereka mengikuti pergerakan kita," ucap Sky.
"Kalau begitu kita bereskan mereka di mana?" tanya Shine.
"Kita amati pergerakan mereka dulu. Ini masih jauh ke pusat kota," jawab Sky.
Saat dii kilometer 120 terdapat hutan pinus dan di sana sangat sepi sekali. Matahari sudah benar-benar tenggelam menyisakan garis merah di arah barat.Â
DOR!
Salah satu penjahat menembakan pistolnya ke arah mobil yang ditumpangi oleh Shine dan Sky. Untungnya mobil mereka anti peluru dan ban mobil juga khusus sehingga tidak akan mudah pecah jika kena tembakan.
"Wow, mereka langsung main tembak kegitu kita masuk ke hutan pinus ini," kata Shine.
"Kalau begini, kita juga harus beraksi," lanjut Sky.Â
__ADS_1
***
Bagaimana aksi si kembar ini dalam melawan penjahat? Tunggu kelanjutannya, ya!