CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 96. Akhir Pertempuran


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 96


Shine melihat banyak darah yang keluar dari tubuh istrinya. Membuatnya ketakutan akan kehilangan istri dan bayinya.


"Kak Angkasa, tolong Amira!" teriak Shine.


Shine memeluk tubuh Amira yang bersimbah darah. Dia langsung membopong dan berlari ke luar dari ruangan itu. Angkasa menembakan peluru bius ke kening David dan Nick, sehingga keduanya jatuh tidak sadarkan diri. 


Datang beberapa orang Tim Keamanan ke ruangan itu.


"Tuan Angkasa maaf kami datang terlambat," ucap salah seorang dari mereka.


"Urus semua anggota mereka. Pisahkan yang meninggal dan yang masih hidup. Aku akan menangani Amira dahulu," kata Angkasa memberikan perintah kepada Tim Keamanan keluarga Andersson.


"Tuan Shine, apa yang terjadi?" Martin yang baru tiba di lantai atas dikejutkan oleh tuannya yang berlari sambil menggendong nona mudanya.


"Martin siapkan mobil. Kita ke rumah sakit sekarang!" perintah Shine.


"Siap, laksanakan!" Martin pun berlari lebih dahulu. Laki-laki itu bahkan berlari sambil menghubungi orang-orang di rumah sakit agar menyiapkan kedatangan nona muda mereka yang sedang terluka.


Angkasa berhasil menyusul Shine ketika hendak masuk ke mobil. Dia memeriksa keadaan adik iparnya ini. Wajah Amira pucat dan berkeringat.


"Shine, bantu Amira meminum obatnya," kata Angkasa sambil menyerahkan pil buatan perusahaan farmasi keluarganya.

__ADS_1


Shine pun memasukan obat itu ke mulut Amira, lalu dia mengambil air yang selalu sedia di mobil. Meminumkannya lewat mulut. Obat itu pun berhasil masuk ke tenggorokan Amira.


Setelah memberikan obat penambah darah, Angkasa merobek sedikit di bagian pakaian yang bolong akibat bekas tembakan. Lalu, dia pun menutup luka tembaknya.


'Gawat, ternyata luka tembaknya terkena dibagian perut.' (Angkasa)


"Kak, Amira dan bayi kami tidak akan apa-apa, 'kan?" tanya Shine yang berlinang air mata.


"Kamu harus tenang, agar Amira dan bayi kalian juga tidak panik. Aku akan berusaha melakukan hal yang terbaik buat kalian," 


Martin meminta izin untuk membunyikan sirine agar tidak ada kendaraan lain yang menghalangi nanti. Kendaraan yang dibawa oleh Martin sudah memasuki jalan utama setelah membelah hutan belantara. Mobil itu melaju sangat kencang untungnya keadaan sudah malam hari dan jam pulang kerja juga sudah lewat.


Shine berdoa tiada henti demi keselamatan bayi dan istrinya. Dia masih memeluk Amira yang pingsan dengan sebelah tangannya menekan lukanya dengan kain kasa.


Begitu sampai di rumah sakit ternyata tim medis sudah bersiap menyambut mereka. Bahkan ruang operasi juga sudah mereka siapkan.


Dokter bedah, dokter kandungan, dan tim medis lainnya langsung memasuki ruang operasi. Shine sebenarnya ingin ikut masuk ke dalam, tetapi Angkasa melarangnya. 


"Kamu tunggu saja di sini. Kami akan berusaha semampu kami untuk menyelamatkan mereka berdua," ucap Angkasa.


"Selamat mereka berdua, Kak." Air mata Shine tidak berhenti ke luar semenjak dari bangunan terbengkalai tadi.


***


Alex dan rekan-rekannya berhasil mengalahkan kelompok James Black, setelah pertempuran hampir seharian. Bahkan mereka membagi menjadi 3 kelompok yang menyerang secara bergantian.


"Alex, David dan Nick sudah berhasil diamankan. Markas mereka sudah disapu bersih. Begitu juga yang di bangun terbengkalai itu. Pihak pemerintah juga ingin bekerja sama dalam kasus kali ini juga," ucap Fernando.

__ADS_1


"Mereka itu tahunya sudah selesai saja. Tidak mau ada yang jadi korban," gerutu Peter.


"Biarkan saja. Apa di pihak kita ada yang sampai meninggal?" tanya Alex.


"Tidak ada. Hanya saja kebanyakan mereka mengalami luka parah dan ada sedikit yang mengalami luka ringan, seperti kita-kita ini," balas Akira.


Wajar jika dalam pertempuran akan adanya pihak yang terluka baik itu ringan atau parah, bahkan sampai meninggal. Begitu juga dengan Tim Keamanan yang berada dalam naungan Alex. Mereka selalu setia dan bersedia mati bagi keluarganya. Meski keluarga Alex tidak pernah menginginkan hal itu.


"Tuan Alex, baru saja ada pesan masuk katanya nona Amira terkena tembakan. Dan sekarang sedang dibawa ke rumah sakit," kata seorang tim rekannya yang ikut menyerbu Pulau Sugar.


"Astaghfirullahal'adzim. Amira? Bagaimana bisa itu terjadi?" tanya Alex.


***


Bagaimana keadaan Amira? Apakah dia akan selamat atau tidak? Tunggu kelanjutannya, ya!


Hai, teman-teman aku mau meluncurkan novel baru, nih. Insha Allah akhir bulan. Minta dukungannya, ya 🥰


"Innallaha ma'ana (Sesungguhnya Allah Bersama Kita)"


Rinjani seorang janda kembang dengan 3 anak yang masih kecil. Utang dalam jumlah banyak, rumah yang hampir roboh, dan biaya sekolah kedua anaknya, membuat Rinjani harus banting tulang menjadi buruh serabutan, mencuci dan menyetrika, karena dia tidak punya ijazah untuk melamar pekerjaan. Dibantu oleh anak sulung yang berusia 9 tahun, mereka juga jualan keripik keliling.


Seakan nasib buruk tidak mau jauh darinya, anak bungsunya pun mengidap penyakit leukemia, yang mengharuskan dia melakukan pengobatan rutin. Selain harus menanggung beban membayar hutang, Rinjani juga harus bisa menjaga kehormatannya karena banyak sekali laki-laki yang berusaha untuk menggodanya.


Ditengah-tengah kesulitan keluarga Rinjani ada sosok misterius yang selalu menolong dia dan keluarganya.


Siapakah orang misterius itu? Kenapa dia selalu menolong Rinjani? Siapa sebenarnya Rinjani?

__ADS_1



__ADS_2