CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 17. Drama


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu kasih dukungan buat aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 17


ย Untuk mengetahui siapa identitas musuhnya saat ini Shine pun menyerang mereka menggunakan sebatang ranting pohon. Dia menggunakan itu sebagai senjata untuk melawan kedua begal.


"Rasakan pembalasan aku ini!" teriak Shine.


Namun, ternyata lawannya kuasai beladiri yang begitu hebat. Kewalahan karena si begal bukan orang biasa.


"Apa kalian Raihan dan Rayyan?" tanya Shine dengan berbisik saat melayangkan serangannya pada kedua orang itu.


"Kamu ini bodoh sekali. Baru sekarang menyadari kalau ini adalah kami," balas Raihan dengan berbisik.


Mendengar suara sepupunya ini Shine mulai memahami apa yang sedang mereka lakukan. Mereka pun masih melakukan gerakan saling menyerang satu sama lain, tetapi saya masih saling berkomunikasi.


"Ini ida gila dari siapa?" tanya Shine yang menahan pukulan Rayyan.


"Siapa lagi kalau bukan kembaran kamu itu," jawab Rayyan.


Shine merasa terkejut karena saudaranya punya ide seperti ini. Iya tidak mengerti kenapa Sky melakukan hal ini terhadap dirinya.


"Maksud dia melakukan ini untuk apa?" tanya Shine yang kini melayangkan sebuah pukulan kepada Raihan.


"Ya siapa tahu kalau kamu terluka parah, Amira akan mencemaskan dirimu. Ini untuk membuktikan dirinya, apakah peduli terhadap kamu atau tidak?" jawab Raihan yang menahan serangan Shine.


"Lalu,ย  ke mana Sky sekarang?" tanya Shine.


"Dia akan datang sebagai pahlawan nanti," jawab Rayyan yang mengacungkan pisau kepada Shine.


"Apa?" Shine terkejut sekaligus merasa kesal.


"Sudah kita selesaikan saja ini secepatnya. Aku sudah tidak sabar ingin pulang," ucap Raihan.

__ADS_1


Rayyan pun mengeluarkan kantung darah dan menahan di dada Shine. Lalu, dia menancapkan dan menarik turun ke arah perut. Seolah-olah Shine terkena tusukan dan sayatan pisau dan mengeluarkan banyak darah.


"Sudah, sekarang kamu berpura-puralah sekarat," ucap Rayyan sambil mendorong tubuh Shine.


'Masa aku laki-laki gentle yang berpenampilan keren harus berbaring di jalanan begini. Tidak elegan sekali.'


"Cepat berbaring ke tanah, eh, aspal jalan!" bisik Raihan.


Mau tidak mau Shine pun menjatuhkan dirinya ke jalanan yang dingin. Baju dia memperlihatkan banyak darah di badannya.


"Shine!" teriak Amira histeris dan ke luar dari mobil, lalu berlari ke arah Shine yang tergeletak di jalanan.


"Tidak. Shine bertahanlah!" Amira menangis melihat laki-laki itu bersimbah darah.


Di saat bersamaan mobil Sky pun datang menghampiri mereka. Rayyan dan Raihan pun pergi meninggalkan mereka karena tugasnya sudah selesai.


"Sky, tolong Shine!" pinta Amira yang kini sedang menangis tergugu sambil meletakan kedua tangannya di perut Shine.


Amira tidak tahu kalau saat ini Shine sedang menahan debaran jantungnya yang berdetak kencang. Tangan Amira menyentuh kulit perut Shine yang bajunya sobek, akibat ulah Rayyan tadi.


"Shine," panggil Sky yang berlari ke arahnya.


Sky melihat Shine malah sedang menahan diri karena sentuhan Amira. Dia merasakan tangan Shine, menarik ujung celananya memberikan sebuah kode.


"Shine. Bertahanlah! Aku akan membawa kamu ke rumah sakit," kata Sky sambil membangunkan tubuh saudara kembarnya itu.


***


Sky yang sebelumnya sudah memberi tahu pada dokter jaga agar ikut drama yang dia buat. Membuat semuanya berjalan lancar. Shine pura-pura terkena tusukan dari pisau si begal.


Amira tidak mau pulang, dia ingin menemani Shine sampai sadar. Air matanya juga terus mengalir tidak berhenti.


Hal ini sesuai prediksi Sky, kalau Amira akan merasa sedih saat melihat Shine terluka. Dia hanya ingin membuktikan kalau perempuan itu sangat peduli pada kembarannya itu.


"Amira, kenapa kamu bersedih seperti ini. Maksud aku ini berlebihan, jika untuk seorang teman. Kecuali, kalau kamu mencintai Shine," kata Sky yang duduk di seberang Amira.

__ADS_1


Amira terdiam dan memikirkan ucapan Sky. Dia juga tidak tahu akan perasaan dirinya saat ini kepada Shine. Sesungguhnya saat ini dia merasa sedih melihat Shine terbaring tidak berdaya seperti ini. Namun, untuk perasaan suka atau cinta, dia juga tidak tahu karena saat melihat Rain perasaan itu masih saja muncul.


"Aku โ€ฆ." Amira bergumam.


Sky menilai kalau Amira saat ini sedang dalam keadaan gamang akan perasaannya. Dia masih bisa melihat dari pancaran matanya saat menatap Rain. Perasaan untuknya masih ada. Namun, dia juga takut kalau sampai kehilangan Shine, orang yang selalu memperhatikan dirinya.


"Merubah perasaan itu tidak semudah membalikan tangan. Aku tahu kamu sedang berusaha untuk menghilangkan perasaan pada Rain. Hanya waktu dan kehadiran orang lain yang bisa menghilangkan perasaan itu untuknya. Kamu juga tidak yakin akan perasaan kamu terhadap Shine, laki-laki yang baru muncul dalam hidupmu belakangan ini. Asal kamu tahu, kalau kami itu punya perasaan yang kuat untuk wanita yang menjadi pasangan kami, meski itu ada yang butuh waktu baru menyadarinya," jelas Sky.


Amira terdiam, dia sedang memikirkan perasaannya. Untuk meraih Rain itu sudah tidak mungkin, tetapi dia tidak mau main-main dalam mencari pasangan hidupnya. Dia juga baru tahu kalau Shine seorang muslim setelah tahu kalau dia itu kakaknya Rain. Selama ini dia mengira kalau laki-laki bule itu seorang yang nonmuslim.


'Ya Allah, berikanlah aku petunjuk-Mu. Aku tidak mau sampai salah pilih pasangan hidupku.'


Keusilan Sky tidak sampai di situ. Dia diam-diam menarik kabel yang terhubung ke tubuh Shine. Lalu, terdengar dentingan dari monitor dan terlihat garis lurus di sana.


"Shine. Aku mohon jangan mati!" Amira menekan-nekan dada Shine mencoba memancing detak jantung laki-laki yang terbaring di atas brankar.


"Shine, aku mohon buka matamu," lirih Amira sambil terus berusaha membuat jantungnya berdetak kembali.


Seandainya Amira tahu kalau saat ini Shine merasakan debaran jantung yang sangat kuat. Mungkin karena panik Amira tidak merasakannya.


"Kalau kamu mati, aku nanti bagaimana? Katanya kamu cinta sama aku. Kamu harus bertanggung jawab dengan ucapan kamu yang ingin menjadikan aku sebagai istrimu," ujar Amira meracau.


Baik Shine maupun Sky merasa sangat senang karena semua berjalan sesuai rencana. Mereka ingin membuat Amira jujur dengan perasaannya saat ini.


"Amira, kamu kasih bantuan pernapasan!" titah Sky pura-pura ikut panik.


Otak Amira yang sedang blank karena takut Shine meninggal, tanpa sadar langsung melepaskan cadarnya dan memberikan napas buatan pada Shine.


Shine merasakan lembutnya bibir Amira, seperti disetrum oleh aliran listrik bertegangan tinggi. Mata dia terbelalak dan membalasnya dengan ciuman.


'Ciuman pertamaku.'


Tangan Shine menahan tengkuk Amira agar ciumannya tidak lepas. Dia melu_mat bibir Amira dengan penuh perasaan.ย 


***

__ADS_1


Bagaimana reaksi Amira saat dicium oleh Shine? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2