CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 105. Hamil Lagi


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 105


Pagi itu Amira merasakan perutnya mual. Dia pun berlari ke hari toilet dan memuntahkan isi yang ada di perut. Makanan yang baru saja dia makan, semua dikeluarkan kembali. Tentu saja hal ini membuat Shine khawatir. Laki-laki itu menyusul istrinya, lalu di urutnya tengkuk Amira.


"Apa makanannya tidak enak?" tanya Shine.


"Entahlah, tiba-tiba saja perutku rasanya bergejolak. Mungkin karena kemarin aku terlambat makan," jawab Amira.


Shine pun membawa Amira dan mendudukkan di sofa, lalu dia memberikan air hangat agar membantu meringankan rasa mualnya.


Kepala Amira disandarkan  di dadanya.


"Apa perlu aku panggilkan dokter?" tanya Shine dan Amira hanya menggelengkan kepala.


"Aku rasa cukup dengan tidur biasanya keadaan akan membaik lagi," jawab sang istri.


Keadaan kamar yang luas dan nyaman tidak membuat Amira merasa betah seperti biasanya. Dia pun pergi berjalan-jalan di halaman mansion dan Shine pun setia ikut menemaninya.


"Sayang, kenapa kamu belum berangkat kerja? Ini sudah siang loh!" Amira menatap ke arah sang suami yang masih setia berjalan-jalan dengannya sambil bergenggaman tangan.


"Aku tidak akan masuk kerja," balas Shine.


"Kenapa?" Amira menghentikan langkahnya dan kini mereka berdiri sambil berhadapan.


"Karena aku ingin menemanimu yang sedang sakit," tukas Shine sambil membelai kepala Almira.


Suasana halaman yang sejuk dan nyaman membuat mereka betah di sana. Banyak sekali pohon yang tumbuh tanpa adanya bunga ataupun buah.


***


Amira mengalami demam dan itu membuat Shine panik kembali. Dia pun memanggil dokter ke rumah untuk memeriksa keadaan istrinya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan istri saya?" tanya Shine.


"Sepertinya Nyonya Amira sedang hamil," jawab jawab dokter perempuan itu.


Mendengar ucapan dokter membuat Shine senang dan antara percaya tidak percaya. Dia pun langsung memanggil dokter kandungan dari rumah sakit keluarganya.


Setelah beberapa saat melakukan pemeriksaan dokter kandungan itu pun menyatakan Amira positif hamil. Tentu saja kabar gembira ini membuat semua keluarga besar Andersson merasa sangat bahagia.


"Alhamdulillah. Honey, akhirnya kita akan punya bayi lagi," kata Shine, lalu mengecup kening istrinya.


Mendengar itu Amira merasa sangat bahagia. Air bening keluar dari netra indah miliknya, dia tidak bisa membendung rasa kebahagiaan ini.


"Alhamdulillah. Yang semoga kali ini amanah yang kau berikan kepada kami dapat kami jaga dengan baik," lirih Amira.


Alex dan Cantika pun turut bahagia, bahkan mereka memberikan sedekah kepada ratusan ribu, orang-orang tidak mampu yang hidup di jalanan. Selain itu mereka juga memberikan bonus ke semua pegawai di semua perusahaan milik mereka yang ada di Amerika.


Kehamilan Amira yang sekarang, semua orang begitu over protektif terhadapnya. Bukan hanya suami dan mertua saja, tetapi semua pegawai juga. Baik itu dari Tim Keamanan ataupun dari pelayan yang bekerja di mansion Andersson. Hal ini kadang membuat Amira merasa kesulitan.


"Honey, jika kamu menginginkan sesuatu langsung saja katakan kepadaku, ya?" Shine membelai perut Amira yang masih rata.


Cantika juga sangat memperhatikan asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh menantunya ini. Dia ingin memberikan yang terbaik untuk calon cucunya. Setiap hari dia membuatkan makanan bergizi dengan nutrisi yang seimbang.


Kadang hal ini membuat Amira malu, karena semua selalu disiapkan oleh ibu mertuanya. Dia dilarang melakukan hal yang dirasa berat. Menggotong air mineral 2 liter saja tidak boleh.


Setiap hari Shine selalu mengajaknya ke kantor atau berjalan-jalan agar suasana hati sang istri bahagia. Awalnya Amira sering menolak, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya, dia menerima perhatian semua orang dengan rasa syukur.


"Sayang, kamu ingin makan ini?" tanya Amira kepada kepada Shine, sambil menyadarkan satu sendok salad buah yang dia bukan dari rumah.


Shine menerima dengan senang hati. Dia membuka mulutnya dan memakan salad buah itu. Hal ini membuat Amira senang, sehingga dia terus mengulangi menyusui suaminya.


Kehamilan kali ini, Amira selalu manja terhadap Shine. Begitu juga sebaliknya, laki-laki itu tidak mau sang istri jauh darinya. Mau ke mana pun dia pergi, Amira harus ikut dengannya.


"Tuan Shine dan Nyonya Amira semakin mesra dari hari ke hari," kata salah seorang pegawai saat melihat Shine dan Amira lewat di depan mereka sambil saling merangkul.


"Keromantisan mereka tidak kalah dengan Tuan Alex dan Nyonya Cantika dulu," lanjut pegawai lainnya.

__ADS_1


"Bukannya semua keluarga Andersson selalu romantis terhadap pasangannya?" tanya karyawan yang tiba-tiba ikut membicarakan mereka.


"Iya, itu benar. Tuan Angkasa yang terkenal dingin dan datar ekspresi pun jika bersama dengan istrinya, dia akan berubah jadi romantis," balas salah seorang yang pernah menyaksikan keromantisan Angkasa bersama Paris.


***


Kini kehamilan Amira memasuki usia 4 bulan, keluarga Andersson ingin mengadakan acara syukuran. Mereka mengundang warga muslim iya sering datang ke masjid di dekat tempat tinggal keluarga Andersson. Namun, orang-orang non muslim juga boleh datang saat acara makan bersama.


"Selamat Tuan Shine, semoga kehamilan Nyonya Amira kali ini bisa berjalan dengan lancar. Bayi kalian bisa lahir dalam keadaan sehat dan selamat," kata salah seorang tamu yang datang menghadiri acara syukuran.


"Aamiin," balas Shine dengan perasaan haru.


Banyak sekali orang-orang yang mendoakan kebaikan untuk Amira dan bayi yang masih di dalam kandungannya. Ini tentu saja membuat dia bahagia, bahkan kedua orang tuanya pun melakukan video call, karena mereka tidak bisa melakukan perjalanan jauh.


"Semoga Allah selalu melindungi dirimu dan bagimu," ucap Kiai Samsul.


"Aamiin," balas Amira dan Shine bersamaan.


***


Kini keduanya sedang berada di kamar yang begitu luas dan dilengkapi oleh perabotan yang canggih. Sambil duduk di sofa dan melihat pemandangan pagi hari di mana mentari mulai muncul di balik awan. Udara segar dan sinar mentari yang hangat, saat ini sedang mereka nikmati.


"Nanti setelah lahiran dan bayi kita sudah bisa dibawa bepergian jarak jauh, kita akan pulang ke Indonesia," ucap Shine dan itu yang selalu diharapkan oleh Amira.


"Terima kasih, Sayang. Aku merasa sangat bahagia sekali punya suami yang baik dan pengertian seperti dirimu," puji Amira, lalu dia pun memberikan kecupan di pipi suaminya.


Akan tetapi, Shine menginginkan yang lain. Dia mencium bibir Amira dengan lembut.


***


Apakah kehamilan Amira berjalan lancar sampai dia melahirkan? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.


__ADS_1


__ADS_2