
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 23
Harap Shine pada Amira tidak mendapat sambutan darinya. Hari ini adalah keberangkatan dia ke Amerika untuk menghadiri penandatanganan perusahaannya dengan perusahaan milik pengusaha Christian Bloom dan Alejandro Grey yang menggabungkan 3 perusahaan raksasa di dunia. Maka, dia pun harus mendatangi pertemuan itu.
"Kenapa juga, harus sekarang waktunya, nggak bulan depan saja," gumam Shine yang berjalan di samping Martin.
"Tuan sebaiknya jangan ngomel-ngomel. Atau aku laporkan kepada tuan Alex," ucap Martin yang pusing sejak tadi terus mendengar ocehan Shine, sedangkan dia sendiri juga sedang mengalami kelelahan karena baru kemarin tiba di Jakarta dan kini harus kembali ke Amerika lagi.
"Kenapa penjaga aku kerjanya suka ngomel. Perasaan penjaga saudara-saudara yang lain nggak ada yang suka ngomel seperti kamu ini," ujar Shine.
"Itu karena mereka tidak seperti Tuan Shine, sehingga para bodyguard mereka tidak perlu ngomel-ngomel. Justru aku yang harus ngomel, kenapa tuan Alex menjadikan aku bodyguard dari anaknya yang paling cerewet dan paling malas," ujar Martin tidak canggung hina kekurangan yang ada di diri Shine.
"Apa? Seharusnya aku yang mengeluh kenapa papa memberikan aku seorang penjaga seperti kamu." Shine sewot sambil terus berjalan.
Kedua orang itu masih saja saling mengejek. Padahal mereka sudah bersama-sama sejak 27 tahun lalu. Martin lebih dari setengah hidupnya dihabiskan bersama Shine sebagai penjaga dan teman.
***
Shine disibukan oleh pekerjaannya selama seminggu di Amerika. Dia pun tidak pernah menghubungi Amira.
"Clara, apa agenda hari ini?" tanya Shine kepada sekretaris baru yang menggantikan sekretaris lama yang meninggal tiga bulan lalu.
__ADS_1
"Ada pertemuan dengan tuan William Green. Setelah makan siang, ada pertemuan dengan pengusaha otomotif dari Italia, tuan Alessio," jawab Clara.
"Aku kira sudah tidak akan ada lagi pertemuan pentingnya. Ternyata masih ada." Shine dan Clara pun berjalan menuju lift dan saat membuka lift khusus itu terlihat ada Martin sedang seorang karyawan perempuan sedang berciuman dengan panas. Bahkan penampilan si wanita sudah acak-acakan.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" hardik Shine dengan penuh amarah.Â
Martin melepaskan pelukannya kepada karyawan wanita itu. Dia pun mengelap bibirnya takut ada lipstick yang menempel di sana.
"Aku ini pria normal, Tuan," jawab Martin dengan santai.
"Aku juga laki-laki normal. Tapi tidak pernah melakukan hal seperti itu," ujar Shine dan membuat wanita yang tadi bersama dengan Martin mengkerut karena takut.
"Lihatlah, gara-gara Anda mencabut peraturan dengan pakaian tertutup. Sekarang banyak karyawan yang memakai baju seksi ke kantor. Tentu saja kadar keimanan setiap orang itu berbeda-beda. Aku tidak tahan untuk menyentuhnya," balas Martin.
***
Shine akan menemui klien yang ingin membeli beberapa unit apartemen mewah. Mereka akan menemui orang itu di sebuah restoran yang ada di hotel berbintang lima milik keluarganya.
"Tuan Shine, kenalkan dia adalah Tuan Akira yang akan membeli tiga unit apartemen," kata Clara mengenal seorang laki-laki berwajah oriental khas Jepang yang memiliki kulit wajah mulus.
"Senang bisa bertemu langsung dengan Anda, Mister Shine," ucap laki-laki tua itu sambil membungkuk.
"Begitu juga dengan aku, merasa sangat senang bisa bekerja sama dengan Anda, Akira san," balas Shine.
Akira juga membawa dua orang bodyguard dan seorang sekretaris seksi bersama dengannya. Terlihat sekali perempuan itu tertarik kepada Shine dari tatap matanya.Â
__ADS_1
Saat mereka baru saja menyelesaikan penandatanganan kerja sama mereka. Terdengar suara tembakan di sana.
DOR! DOR!
Semua orang yang ada di restoran itu langsung panik. Bodyguard Akira langsung melindungi tuannya.
"Si_al, di saat seperti ini aku malah lupa membawa senjata," umpat Shine.
"Tuan Shine, aku sudah menghubungi Martin," kata Clara.
"Wah, kamu cepat tanggap juga," bisik Shine.
"Angkat tangan kalian semua!" teriak seorang yang memakai topeng badut.
Ada sekitar tujuh orang yang memakai topeng badut dengan membawa senjata pistol. Selain itu ada seorang pengunjung yang dijadikan sandera oleh para penjahat.
'Masa aku akan mati sekarang di sini? Tidak ... tidak! Aku belum menikah dan punya anak. Martin cepat datang!'
***
Apa yang akan terjadi pada Shine di sana? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya teman aku ini. Ceritanya seru dan bagus, loh. Masih baru meluncur juga. Cus, kepoin karyanya.
__ADS_1