
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan dalam segala urusan.
***
Bab 48
Senyum tampan terus menghiasi wajah Shine dan Amira. Sudah satu bulan mereka menjalani kehidupan rumah tangga. Shine meminta Amira fokus untuk menjadi Nyonya Andersson. Sebenarnya, Shine juga ingin tinggal di apartemen berdua saja, tidak ada yang lainnya. Namun, hal itu ditentang oleh Alex, karena saat ini ada musuh yang sedang mengincar keluarga Andersson. Jadinya, mau tidak mau Shine tetap tinggal di mansion utama keluarganya. Lagian itu akan menjadi rumahnya nanti.Â
"Sayang, nanti malam Jumat, loh! Siapkan dirimu, ya," bisik Shine saat dia akan masuk ke dalam mobil untuk pergi ke kantor.
Wajah Amira dibalik cadarnya sudah seperti kepiting rebus. Dia tidak habis pikir, kenapa suaminya suka sekali bercinta dengannya setiap hari. Bahkan kadang dua kali dalam sehari. Tadi juga setelah sholat Subuh, mereka mengarungi surga dunia, lebih dari satu jam.
'Aku harus bertanya pada Rania. Apa Rain juga seperti Shine, selalu meminta jatah setiap hari.' (Amira)
***
Shine selain disibukan dengan urusan kantor, dia juga sibuk mengumpulkan bukti kejahatan Juan Carlos dan anak buahnya. Sangat sulit sekali mendapatkan informasi yang akurat mengenainya. Saat ini banyak sekali beredar informasi palsu tentang dirinya.
__ADS_1
"Martin, laki-laki yang bernama David itu suka sekali makanan italia. Tetapi benci makan pizza, risotto, dan tiramisu. Dia setiap hari selalu makan spaghetti dan lasagna. Menurut aku aneh. Bagaimana menurut kamu?" tanya Shine.
"Aku rasa itu untuk membohongi publik. Jika ada orang bertanya kepada aku tentang makan favorit dan makanan yang dibenci. Akan ada dua jawaban yang aku berikan. Pertama, aku akan membalikan makan yang aku benci adalah makanan yang aku suka. Begitu juga sebaliknya, makanan yang aku suka akan aku bilang benci. Kenapa aku jawab seperti itu? Karena nyawa aku sering jadi target orang jahat. Mana mungkin aku memberi tahu hal yang sebenarnya penting, tetapi di anggap sepele," jawab Martin.
"Benar, juga. Hanya orang bodoh yang tidak sampai berpikir ke sana," gumam Shine.
'Dan salah satunya itu adalah kamu, Tuan. Aku yakin kalau kalau Anda juga tidak sampai kepikiran itu.' (Martin)
"Lalu, tempat tinggalnya saat ini sangat banyak, mulai dari gubuk derita sampai istana megah. Dia punya uang sebanyak itu dari mana?" ujar Shine.
Shine melihat ke arah kembarannya. Terlihat wajah dia sedang ditekuk. Seharusnya saat ini adalah hari yang spesial untuknya, tetapi malah disodori banyak tugas.
Sky pun duduk di sana dengan tatapan malas. Inginnya dia pergi keliling dunia untuk menghilangkan rasa suntuknya. Namun, paspor ditahan oleh mamanya, sehingga dia tidak bisa pergi ke mana-mana.
Shine menyerahkan sebuah laporan yang dia terima dari salah seorang anggota tim keamanan Green yang diutus oleh William. Itu adalah data tentang riwayat sepak terjangnya Juan Carlos di dunia bawah.
"Ini bisa jadi pelengkap data milik Juan Carlos selain data dari papa. Ternyata dia itu merupakan otak dibalik semua kejadian empat puluh lima tahun yang lalu."Â
__ADS_1
"Kasus yang merupakan masa kelam papa saat masih remaja?" tanya Sky sambil membuka lembaran berkas itu.
"Iya," jawab Shine sambil memutar-mutar kursi yang didudukinya.
Martin penasaran sekali dengan masa kelam milik tuannya itu. Selama ini dia melihat Alex adalah sosok manusia yang hampir sempurna. Kehidupan keluarga yang bahagia, istri cantik yang baik hati dan setia, harta yang melimpah tidak akan habis oleh beberapa generasi, serta orang-orang yang loyal padanya, bahkan rela mempertaruhkan nyawanya.
"Tuan Shine, bolehkah aku baca berkas itu?" Martin sangat berharap.
"Boleh," balas Shine.
Martin memeriksa satu persatu informasi yang ada di sana. Banyak sekali orang-orang yang berpengaruh di dalam informasi itu. Dia tidak menyangka pernah ada kejadian seperti ini di masa lalu.
"Tuan siapa anak kecil yang berdiri di samping Juan Carlos, ini?" tanya Martin sambil menunjuk foto anak kecil.
***
Siapakah anak kecil yang ada di dalam foto itu? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1