CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 97. Kehilangan


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 97


Cantika, Sky, dan Bintang datang ke rumah sakit begitu mendengar kabar Amira yang terkena peluru. Mereka takut terjadi sesuatu kepada perempuan itu, apalagi setelah mendengarkan laporan kalau bagian perut yang terkena tembakan.


'Ya Allah selamatkan menantu dan cucuku.' Aulia terus saja berdoa tiada henti sejak dari periksa panjang dari rumah sampai ke rumah sakit.


"Mama jangan terlalu panik, kita berserah diri saja kepada Allah," ucap Bintang sambil memeluk tubuh Cantika.


Begitu sampai ke depan ruang operasi terlihat ada Shine sedang duduk sendiri di sana. Langsung saja Cantika lalu berlari dan memeluk tubuh putranya.


"Mama, aku gagal melindungi Amira," ucap Shine sambil menangis tergugu dalam pelukan ibunya.


"Amira adalah wanita hebat. Dia pasti bisa melalui ini semua," balas Amira sambil mengusap kepala putra yang paling manja kepadanya.


Angkasa mengawasi jalannya operasi Amira. Hatinya terasa ikut bersedih saat melihat adik iparnya itu kini sedang berjuang antara hidup dan mati. 


"Tuan, peluru itu bersarang di tubuh bayi, sehingga dia sudah dinyatakan meninggal sebelum dibawa ke sini," kata dokter bedah yang hendak mengeluarkan peluru.


"Bayi kecil itu sudah melindungi ayah dan ibunya. Dia adalah seorang pahlawan suci yang belum memiliki dosa," ucap Angkasa sambil menangis.


Hal yang baru dilihat oleh para rekan dokternya. Mereka selalu melihat sosok Angkasa yang tenang dan datar seakan minim emosi.


"Kalian usahakan yang terbaik untuk ibunya," lanjut Angkasa sambil menggendong keponakannya yang baru sebentar telapak tangannya.


Angkasa sedang menyiapkan perasaannya untuk memberi tahu kepada Shine. Dia yakin adiknya itu akan merasa sedih bahkan akan terpukul.


Shine merasa sakit di bagian dadanya. Bahkan dia sampai mere_mas dengan kuat. Dia merasa ada yang hilang dalam dirinya, tapi tidak mau berpikir yang buruk.

__ADS_1


"Ada apa Shine?" tanya Cantika dengan menatap penuh kekhawatiran pada putranya.


"Ma, aku …," Shine menarik napasnya yang terasa berat, "aku merasa sudah kehilangan sebagian dalam tubuhku ini. Aku takut kehilangan mereka."


Cantika membelai wajah putranya. Bintang juga ikut memeluk tubuh adiknya ini. Dia malah yang menangis paling histeris di antara orang-orang yang ada di sana.


"Yakinlah kalau Allah itu pasti akan memberikan takdir yang terbaik bagi kita. Tinggal kita ikhlas dan ridho saat menjalaninya," lirih Cantika yang juga merasa bersedih melihat putranya.


Sky bisa merasakan kesedihan saudara kembarnya saat ini. Dia bisa menebak apa yang sedang ditakutkan oleh Shine. Kembarannya itu mereka kalau terjadi sesuatu kepada bayi dalam perut Amira. 


Alex datang ke rumah sakit dengan menggunakan helikopter dan mendarat di atap gedung itu. Dia berlari ke arah ruang operasi, di mana istri dan anak-anaknya sedang berkumpul.


"Honey," panggil Alex dan memeluk istrinya. 


"Sayang, kamu terluka. Harus secepatnya diobati," kata Cantika saat melihat beberapa luka di tangan dan wajahnya. Bahkan dia yakin ada beberapa tulang pada tubuh suaminya yang retak atau patah. 


"Bagaimana dengan Amira?" tanya Alex.


"Mereka sedang berusaha untuk melakukan yang terbaik baginya. Sekarang kita ke ruang dokter dulu, kita obati luka-luka kamu dulu," balas wanita cantik yang sudah berhasil menaklukkan Alex.


***


"Maafkan aku, Shine," lirih Angkasa sambil menyerahkan bayi mungil itu.


Shine menerima bayinya dengan tangan bergetar. Dilihatnya wajah pucat pasi yang kini dalam gendongannya.


"Putrimu adalah seorang anak hebat. Dia sangat menyayangi kedua orang tuanya. Dengan mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi ayah dan ibunya. Dia menunggu kalian di depan surga," kata Angkasa sambil terisak.


Bintang memeluk kembarnnya itu. Bukan hanya Shine yang bersedih, tetapi semua keluarga Andersson juga ikut bersedih.


Sky ikut memeluk Shine dan memegang gendongan pada bayi itu. Dia juga ikut merasakan kesedihan saudaranya.

__ADS_1


"Putri kamu sangat cantik, meski saat ini di pergi terlebih dahulu. Tapi dia akan bersama dengan kamu dan Amira nanti di akhirat," ujar Sky.


***


Author : Nulis bab ini menguras emosi 😭.


👩‍🦰: Kayak karma saja buat Amira.


Author: Bisa juga. Meski dalam Islam itu tidak ada karma.


👩‍🦰: Amira dapat merasakan apa yang Rania rasakan dulu.


Shine : kapan Omar launching?


Author : Aku buat kamu sayang-sayangan dulu sama Amira.


Shine : 😍👍


Bagaimana kisah Shine dan Amira kedepannya? Tunggu kelanjutannya, ya!


Hai, teman-teman aku mau meluncurkan novel baru, nih. Insha Allah akhir bulan. Minta dukungannya, ya 🥰


"Miracles Of Love"


Aurora, mahasiswa tingkat awal dan sangat membenci anjing. Dia sering ketakutan saat melihat hewan itu. Saat ini di kotanya sedang ada teror manusia serigala pembunuh manusia.


Alexi, pemuda tampan yang sangat digila-gilai oleh kaum hawa karena ketampanannya dan sikapnya yang cool. Salah satu penggemarnya adalah Aurora. Gadis itu sering mengejar-ngejar Alexi. Tanpa dia tahu kalau Alexi adalah manusia serigala.


Alexi yang baru saja beranjak dewasa mulai mengeluarkan batu kristal kekuatannya, yang berwarna hitam. Batu yang muncul 1000 tahun sekali. Di mana batu ini mempunyai kekuatan yang sangat besar dan bisa hidup abadi. Membuat dirinya diburu oleh bangsanya sendiri.


Akankah Aurora menerima diri Alexi yang seorang manusia serigala?

__ADS_1


Apakah Alexi bisa melawan bangsanya yang menginginkan batu kristal kehidupan miliknya?



__ADS_2