CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 64. Pergi Ke Pulau Leon


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 64


Alex pergi bersama dengan timnya sendiri dengan menggunakan pesawat pribadi. Sementara itu, tentara menunggu kabar darinya. Mereka tidak bergerak secara bersamaan, tetapi secara diam-diam.


Alex, Angkasa, Akira, dan Peter bergabung bersama dengan Langit dan lainnya di Pulau pribadi milik William. Di sana mereka akan membuat strategi untuk penyerangan ke pulau Leon.


"Kita bisa menyerang mereka lewat darat, laut, dan udara. Namun, untuk penyusupan harus lewat laut kita akan menggunakan kapal selam," jelas Alex.


"Pulau Leon ini merupakan pulau yang berukuran kecil. Sehingga kita dengan mudah bisa mengepungnya. Namun, mereka memiliki senjata yang canggih dan bisa menyerang kita secara mendadak. Jadi lebih baik kita melakukan serangan secara diam-diam," lanjut Alex semua orang mendengarkan.


"Kita akan dibagi menjadi tiga tim untuk menyerang pusat kelompok Flamingo. Tim pertama yaitu aku, Fatih, dan William. Lalu, tim selanjutnya Angkasa, Peter, dan Sky. Tim ketiga Langit, Akira, dan William. Terakhir Shine, Martin, dan kau James," ucap Alex.


Semua orang di sana terkejut karena Alex menyebutkan nama James. Dia adalah teman Alex yang dulu ikut dalam kehancuran kalau mafia. (Pernah muncul di novel "Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami")


Shine merasa asing dengan James. Dia tidak tahu jenis itu tipe orang seperti apa. Dia mau protes, tetapi baru juga membuka mulutnya Alex sudah mau melototinnya. Jadi, dia mau tidak mau harus satu tim dengannya.


"Baiklah persiapkan diri kalian, sepuluh menit lagi kita akan berangkat!" titah Alex.


"Baik!" balas mereka dengan kompak.


Shine menyiapkan senjata andalannya dan juga tas punggung yang berisi berbagai senjata. Selain itu ada juga perlengkapan lainnya yang sewaktu-waktu bisa dia butuhkan.

__ADS_1


"Ini, kalian minum obat itu jika benar-benar dalam keadaan gawat," menyerahkan satu kotak yang berisi obat penambah darah dan juga energi.


"Wah, sampai-sampai kita diberi obat seperti ini," ucap Sky.


"Jika saat itu benar-benar terluka perah dan banyak mengeluarkan darah dari tubuh kalian, baru minum obat itu," jelas Angkasa.


"Lumayan bisa membuat kamu bertahan untuk hidup," tambah Langit sambil tersenyum ke arah Shine.


"Iya. Katanya kamu ingin membuat Shine Junior," goda Sky dan diikuti tawa saudara yang lainnya.


***


Mereka melakukan penyerangan saat malam hari. Lebih cepat dari yang diminta oleh pihak Militer yang meminta mereka mulai bergerak di waktu dini hari. Alex orang yang selalu waspada dan mudah curiga tidak mau diatur oleh orang lain. Dia takut strateginya diketahui oleh penghianat.


Di pulau itu terdiri dari sebuah mansion yang diduga sebagai gedung pusat milik Juan. Serta ada beberapa rumah yang diperkirakan sebagai tempat tinggal para prajurit tentara bayaran yang dulu anak-anak kecil dia didik sebagai seorang yang siap menjalankan perintah darinya. Ada juga gedung rumah sakit dan gedung Kasino.


Alex dan keluarganya yang akan menyerang markas Pusat kelompok Flamingo. Kini berada di titik barat. Mereka naik ke daratan dengan cara mengendap-endap.


Terlihat para tentara bayaran kelompok Flamingo sedang bersenang-senang. Mereka belum menyadari kehadiran Alex dan teman-temannya.


'Aku kira di sini hanya ada laki-laki saja. Ternyata banyak juga wanita di sini.' (Shine)


'Mereka tahu bagaimana caranya bersenang-senang.' (James)


'Apa-apaan mereka. Bisa-bisanya berpesta pora seperti itu.' (Langit)

__ADS_1


'Bagus. Larutlah kalian dalam buaian itu, selagi kami akan bertindak.' (Alex)


'Dasar orang-orang tidak berguna!' (Akira)


'Jadikanlah pesta ini sebagai pesta terakhir kalian.' (Peter)


'Mereka bodoh atau sengaja melakukan pass tadi saat seperti ini?' (Angkasa)


'Aku rasa ini salah satu strategi mereka.' (Fatih)


'Bikin kesal saja mereka. Bisa-bisanya berpesta di saat ada teman-teman kalian yang mati.' (Sky)


Fatih pun memberi kode kepada Alex, kalau mereka harus tetap bersiaga. bisa saja perbuatan mereka itu untuk mengalihkan perhatian musuh.


"Kami akan masuk ke markas mereka kalian tetap di sini dan awasi mereka," ucap Alex kepada James, Shine, dan Martin.


Ketiganya pun mengangguk tanda mengerti. Lalu, mereka bersembunyi di tempat yang bisa mengatasi musuh dengan jelas.


Sementara itu, Alex dan lainnya pergi melanjutkan perjalanan menuju mansion milik Juan.


***


Apa yang akan terjadi di Pulau Leon itu? Apakah Alex dan yang lainnya akan mengalami kesulitan dalam menghancurkan kelompok Flamingo? Tunggu kelanjutannya, ya!. Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya aku ini. Sudah tamat jadi bisa dibaca maraton.


__ADS_1


__ADS_2