
Teman-teman baca sampai selesai, ya! Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kita semua diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki.
***
Bab 55
Shine pemimpin mereka menuju ke kamar utama yang kemarin dia datangi. Untungnya kemarin dia sudah memberi tanda di dinding bagian mana yang bunyinya terasa berbeda.
"Di sini, Kak. Aku rasa di balik tembok ini ada sesuatu," kata Shine sambil mengetuk-ngetuk tembok dinding.
"Jangan-jangan ada mayat di balik tembok ini!" ujar Sky sambil menatap horor pada kembarannya.
Shine hanya melengos sebal mendengar ucapan kembarannya itu. Dia tahu kalau Sky sedang bercanda kepadanya.
"Apa kamu bisa mencari tahu di mana pintunya berada? tanya Angkasa pada Langit.
"Biasanya selalu ada bagian yang membuat pintu dinding itu terbuka dan tertutup," jawab Langit sambil tangannya berapa di sekitar dinding yang ada di depan.
Tidak ada lemari buku besar yang bisa dijadikan pintu. Selalu Langit buat melihat ke arah lemari baju yang cukup besar, yang memiliki tiga daun pintu. Dia pun berjalan ke arahnya dan mau buka pintu itu satu persatu.
Ada salah satu pintu yang memiliki bagian baju yang digantung, membuat Langit penasaran. Lalu, dia pun mengeluarkan semua pakaian yang ada di dalam sana. Ternyata ada sebuah handle pintu. Laki-laki yang masih terlihat muda meski sudah hampir berkepala empat itu menggeser handle dan ada sebuah ruangan yang sangat gelap dan pengap.
"Di sini pintunya!" ucap Langit kepada saudaranya.
__ADS_1
Ketiga saudara yang lainya itu mendekati lemari, di mana Langit berdiri saat ini. Terlihat ada sebuah pintu menuju ke ruang rahasia.
"Apa akan masuk sekarang?" tanya Langit pada saudaranya.
"Ayo, masuk! Aku sangat penasaran sekali dengan ruang yang ada di balik dinding ini," balas Shine.
"Kita masuk dengan hati-hati," lanjut Angkasa.
Keempat orang kakak beradik itu masuk secara beriringan ke dalam lemari. Ternyata ruang rahasia itu tidak memiliki anak tangga seperti tadi. Hanya saja merupakan sebuah lorong yang gelap dan sempit. Lalu, ada sebuah ruangan yang berukuran 2 X 2 meter. Ada lemari kaca di seluruh dindingnya. Isi dari lemari itu adalah catatan kekayaan milik keluarga Carlos dan juga data semua anggota keluarga Carlos. Banyak harta peninggalan leluhur di sana. Bahkan baju kebesaran para bangsawan zaman dulu pun ada di sana berjajar rapi. Harta kekayaan jenis perhiasan milik orang-orang dari zaman era Victorian, juga ada. Barang-barang yang akan membuat para kolektor memburu barang-barang ini.
"Melihat semua ini bisa dibayangkan seberapa banyak harta mereka dari zaman nenek moyang," ucap Sky.
"Entah kenapa aku merasa ada yang aneh dengan tempat ini? Di rumah ini banyak sekali harta bersejarah yang memiliki nilai yang sangat besar dan mahal. Tetapi, dibiarkan terbengkalai seperti ini," kata Shine bertanya-tanya.
"Sebaiknya kita pergi dari rumah ini sekarang juga. Semua urusan kita di sini sudah selesai. Bukti juga sudah kita dapatkan. Biar polisi dan pihak pemerintah yang urus sisanya," ajak Angkasa dan berjalan meninggalkan ruangan itu.
Ketiga adiknya pun mengikuti sang kakak ke luar dari ruang rahasia itu. Mereka pun berniat untuk kembali ke markas keamanan Andersson yang ada di sekitar wilayah itu.
"Aku sudah mengirimkan apa yang kita temui di sini dan mereka pun akan segera bertindak," kata Angkasa.
"Sepertinya polisi itu datang kecepatan ke sini," ucap Langit saat dia menengok ke arah jendela kaca.
Ada dua mobil polisi ke rumah yang didatangi oleh Angkasa beserta ketiga adiknya. Ternyata ada empat orang yang menggunakan seragam polisi turun dari dua mobil itu.
__ADS_1
"Apa kepolisian wilayah ini sudah tahu tentang keberadaan kita di sini?" tanya Langit pada kakaknya.
"Iya, mereka sudah memberikan izin kepada kita untuk mencari barang bukti tanpa membuat kerusakan. Dan pihak mereka meminta semua hasil penyelidikan kita dibagi kepada mereka juga," jawab Angkasa.
Langit dan Sky bersembunyi, sedangkan Angkasa dan Shine berjalan dengan tenang ke luar dari rumah itu. Angkasa yang mempunyai daya ingat kuat bisa mengenali keempat orang itu. Salah satu dari mereka adalah benar seorang polisi, tetapi sisa yang tiga adalah kelompok anggota Juan Carlos yang datanya ada di berkas yang dibawa Sky kemarin.
"Satu yang asli, sisanya palsu," kata Angkasa berbisik pada Shine sambil mengacungkan jari tangan di balik punggung adiknya itu, agar Langit bisa mengetahui kode darinya.
"Apa yang sedang kalian lakukan di rumah ini?" tanya salah seorang dari polisi palsu itu.
'Dasar bodoh. Ini menunjukan kalau dia itu bukan polisi asli.' (Angkasa)
"Kami sudah mendapatkan izin dari kepala kepolisian untuk masuk ke rumah ini. Kalian bisa menghubungi dia sekarang juga jika kepadanya," tantang Angkasa.
Keempat orang berseragam polisi itu saling menatap dan berbisik-bisik. Mereka bertanya kepada si polisi asli tentang kebenaran itu.
'Sepertinya mereka di didik dan dibentuk hanya untuk menjadi kuat dan tidak takut mati. Tetapi, tidak di didik dalam berkomunikasi dan membaca situasi.' (Angkasa)
'Mereka berani-beraninya sudah membohongi aku, dengan menyamar menjadi polisi. Tidak akan aku maafkan! (Shine)
***
Apa yang akan terjadi di antara mereka? Apakah polisi palsu itu bisa mengalahkan Angkasa dan Shine? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1