
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 84
Pulau Sugar yang didatangi oleh Alex dan beberapa orang dari Tim Keamanan. terlihat sangat sedih dan tidak ada aktivitas dari orang-orang. Mereka berpencar secara kelompok untuk mencari keberadaan James Black.
"Apakah kedatangan kita sudah diketahui oleh dia?" tanya Fernando kepada Alex.
Mendengar pertanyaan dari asisten sekaligus apanya membuat Alex terdiam sejenak. Apa ada mata-mata atau musuh dibalik selimut.
Selama ini dia selalu selektif dalam mencari orang-orang yang bekerja di Tim Keamanan. Selain ini itu tidak mudah bagi sembarang orang bisa lolos dalam tes. Kesetiaan mereka juga sudah teruji.
"Aku tidak mau berpikir buruk kepada orang yang bekerja kepadaku," balas Alex.
"Tapi ini terlalu janggal. Belum pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya. Sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya laki-laki yang seumur hidupnya selalu mengabdi kepada Alex.
__ADS_1
Alex memikirkan langkah apa yang harus dia lakukan. Dia berpikir apa resiko terburuk yang akan terjadi kepada mereka semua. Laki-laki ini juga harus memikirkan langkah untuk melawan musuhnya.
"Kita harus cari tahu tikus yang ada di Tim Keamanan saat ini," gumam Alex.
"Ya. Itu adalah langkah awal yang harus kamu lakukan," ucap Fernando dengan senyum lebarnya.
"Apa kamu sudah siap untuk kehilangan nyawamu?" tanya Alex pada laki-laki berwajah Amerika Latin itu.
"Sejak dulu hidup aku selalu kamu buat dalam bahaya," tukas Fernando sambil tertawa.
Mereka semua tidak takut mati dan berusaha membuktikan pada orang-orang dewasa, kalau mereka juga bisa berbuat sesuatu yang besar untuk bisa mencapai tujuan. Saat itu mereka tidak memikirkan perasaan para orang tua yang selalu mencemaskan dirinya. Hanya ego dan kepuasan hati yang mereka inginkan.
"Saat ini pun aku sudah siap jika harus meregang nyawa di sini," kata
"Terima kasih. Kamu adalah salah seorang teman sejati yang aku miliki. Aku senang bisa punya teman seperti dirimu," aku Alex jujur.
"Begitu juga dengan aku yang senang bisa kenal dirimu. Banyak sekali hal bersama semenjak remaja sampai saat ini," ucap Jacky, sahabat Alex lainnya.
__ADS_1
"Sudah berapa kali kita bermain di ujung antara hidup dan mati?" tanya Ferdinan.
"Tidak terhitung," balas George.
Pada laki-laki manula itu malah merasa bernostalgia dalam menjalani kegiatan berbahaya mereka. Entah apa yang mereka pikirkan saat ini. Apa mereka sudah bosan hidup atau ini mengakhiri hal yang belum mereka selesaikan dari zaman dulu.
"Hanya William dan Fatih saja yang tidak ikut dalam kegiatan kita kali ini. Si James juga belum pulih setelah pertarungan di Pulau Leon," gumam George.
Para laki-laki yang kini sudah menyandang status Kakek, Granpa, dan Opa itu, masih terlihat bugar dan tidak takut dalam menghadapi musuh lama yang kembali ke permukaan.
"Kita tidak boleh mati. Ingat ada istri, anak, dan cucu kita yang akan bersedih jika kita mati," ucap Alex dan membuat teman-temannya tersenyum sambil mengangguk.
***
Apa yang sebenarnya sudah terjadi di Pulau Sugar? Benarkah ada penghianat di kubu Tim Keamanan? Tunggu kelanjutannya, ya!
Maaf beberapa hari ini up sedikit dengan isi part sedikit juga. Kondisi aku saat ini tidak bisa menulis banyak untuk karya ini. Semoga semangat aku cepat kembali agar bisa crazy up 🤧
__ADS_1