CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 25. Suasana Genting (3)


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 25


Amira yang sedang berjalan tiba-tiba saja di tabrak oleh Sky yang berlari di lorong rumah sakit. Dia melihat wajah laki-laki itu pucat.


"Sky, ada apa?" tanya Amira.


"Shine dalam keadaan bahaya!" jawab Sky.


"Apa? Shine." Amira merasa ada godam yang menghantam tubuhnya.


"Aku ikut!" pinta Amira tanpa berpikir panjang.


Sky terperangah mendengar ucapan gadis bercadar yang berdiri di depannya.


"Shine sedang berada di Amerika," ucap Sky, takut Amira mengira Shine dlsedang berada di Indonesia.


"Iya, aku mau ikut ke Amerika bersama kamu," lanjut gadis bermata bening.


Sku yakin kalau Amira itu sangat mencemaskan keadaan kembarannya. Tentu saja dia merasa perempuan ini punya rasa yang lebih terhadap Shine.


"Kamu harus ajukan cuti." Terdengar suara seseorang dari arah belakang Amira.


Ghazali kini berdiri di belakang mereka. Tentu membuat keduanya merasa terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba.


"Pesawat jet pribadi sudah siap di bandara. Kamu tinggal ke sana sekarang," kata Ghazali kepada Sky.


Sky tadi merasakan kalau sedang terjadi sesuatu kepada kembarannya. Maka, dia pun minta kepada kakak iparnya ini untuk meminjamkan pesawat milik keluarganya.

__ADS_1


"Terima kasih, Kak." Sky saat ini ingin secepatnya pergi menemui Shine.


"Dokter Ghazali, bolehkah aku pergi bersama dengan Sky?" Amira sangat berharap bisa diizinkan olehnya.


"Mau apa kamu ikut pergi?" tanya Ghazali memancing Amira.


Ditanya seperti ini membuat Amira menciut. Kini dia berpikir, tentang dirinya itu siapa bagi Shine atau sebaliknya, Shine itu baginya seperti apa.


"A-aku … inginβ€”" Amira ingin mengatakan kalau dia juga merasa khawatir.


Ghazali bisa mengerti perasaan Amira saat ini lewat tatapan matanya. Dia hanya ingin mengujinya saja.


Sky yang merasa kasihan pada Amira, akhirnya mengajak gadis itu dan meminta kakak iparnya memberikan cuti tanpa batas waktu. Biarkan saja, toh rumah sakit ini milik keluarganya. Jika, Amira di pecat tinggal tarik saja menjadi dokter di Amerika. Ada 2 rumah sakit besar milik keluarga Andersson dan Keluarga Green yang bisa menampungnya.


Amira diberi waktu 30 menit untuk menyiapkan segala keperluannya selama di Amerika. Tadi, dia sempat menolak keinginan Sky yang memintanya tidak perlu menyiapkan apa-apa karena di sana bisa mendadak beli. Hanya perlu bawa paspor saja.


Selepas Ashar Amira dan Sky berangkat ke Amerika. Tentu Amira sudah mendapatkan izin dari kedua orang tuanya.


***


Dor! Dor!


Dor! Dor!


Keadaan restoran sangat kacau, karena kini sedang terjadi baku tembak di sana. Shine melindungi Clara dari serangan penjahat. Sekretarisnya itu, tadi melindungi dirinya saat salah seorang penjahat bertopeng badut berambut merah, melancarkan peluru ke arahnya.


"Aku tidak apa-apa, Tuan," kata Clara.


"Tidak apa-apa, apanya? Lengan kamu terkena serempetan peluru," ucap Shine.


Clara yang sudah lama menaruh hati kepada atasannya itu merasa sangat senang karena mendapatkan perhatian dari orang yang disukainya.

__ADS_1


Shine melemparkan pisau yang biasa dipakai memotong daging steak, ke arah dua orang penjahat bertopeng badut dengan warna rambut kuning dan biru.


"Aaa-hk!" Di saat yang bersamaan kedua orang itu mengerang kesakitan karena dada mereka terkena lemparan pisau.


"Bagus." Shine merasa sangat senang bisa mengalahkan dua lawannya sekaligus.


Dor! Dor!


Para badut itu semakin menjadi menembaki para pengunjung. Sudah banyak yang menjadi korban dan kemungkinan mereka sudah mati atau terluka parah.


Semua ini bermula ketika seorang laki-laki berkulit pucat dan berambut pirang, tiba-tiba menyerang salah seorang badut berambut merah, menggunakan kursi restoran. Tentu saja, teman mereka langsung menembaknya. Namun, teman dari laki-laki itu tidak terima dengan perlakuan penjahat terhadap teman mereka, maka ikut menyerang para penjahat itu. Akibatnya, mereka menembakan ke segala penjuru restoran.


Shine yang bersembunyi di dekat pot bunga yang sangat besar pun menjadi sasaran penjahat. Mereka menduga kalau dia itu adalah tim keamanan di sana, sehingga menembaki dirinya. Saat itulah Clara menolongnya saat ada tembakan lain yang dilancarkan ke arahnya.


***


"Amankan arena hotel dan akses jalan menuju ke sini!" Perintah Angkasa kepada beberapa pasukan keamanan keluarga Andersson.


"Martin, kamu masuk ke sana dengan menyusup. Lalu, jangan lupa bawa sekalian senjata milik Shine," perintah Angkasa.


"Siap, Tuan!" ujar Martin dengan penuh semangat.


'Akhirnya, aku bisa satu tim dengan Tuan Angkasa.'


***


Apa yang akan terjadi di sana? Bagaimana reaksi Shine saat melihat Amira datang ke Amerika untuk menemuinya? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk, baca juga karya teman aku ini. Seru dan bagus, loh, Ceritanya. Cus meluncur ke novelnya.


__ADS_1


__ADS_2