CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 81. Menyusup Ke Markas Musuh (2)


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 81


Langit pemimpin beberapa orang dari pasukan khusus menuju tempat di mana Angkasa dan Shine berada sekarang. Dia menurunkan anggota tim banyak 25 orang.


"Langit, pimpin beberapa orang untuk membantu Angkasa dan Shine! Biar papa yang pergi menuju ke Pulau Sugar," perintah Alex.


"Apa Papa yakin akan mendatangi James Black di sana?" tanya Langit.


"Ya tentu saja. Sebab, hanya papa yang bisa melawan orang seperti dia," jawab Alex.


Langit pun pergi bersama timnya menuju ke bangunan terbengkalai yang kini menjadi markas David. Dia bisa mengetahui situasi di sana berkat laporan dari Angkasa. Jadinya, dia sudah mempersiapkan segala sesuatu keperluan teman mereka di sana juga.


Tim Langit barang menggunakan helikopter yang biasa digunakan untuk membawa pasukan dalam jumlah yang banyak. Begitu mereka sudah berada di atas lokasi, pasukan tim khusus itu turun dalam menggunakan.


Tentu saja kedatangan mereka diketahui, karena kerasnya bunyi baling-baling helikopter. Tentu saja hal ini membuat tim Angkasa dan tim Shine merasa senang. Sebab, bala bantuan sudah tiba, sedangkan bagi tim musuh ini merupakan hal merugikan.


"Bala bantuan mereka sudah datang!" teriak salah seorang anak buah David.


"Si_al! Pastinya kadang kita saat ini akan terbalik, terdesak," lanjut anak buah David.


Shine dan timnya merasa sangat senang saat tahu kalau bala bantuan sudah datang. Mereka saat ini sangat membutuhkan sekali senjata untuk melawan musuh.


"Akhirnya, hal-hal yang kita tunggu sejak tadi tiba juga," ucap salah seorang Tim Keamanan.


"Benar, kita semua sudah berusaha untuk melawan mereka. Akan tetapi senjata milik musuh itu tidak ada habisnya," lanjut pasukan Tim Keamanan kepada lainnya.


DOR! DOR!


Terdengar suara tembakan beberapa kali di luar bangunan itu. Mereka yakin kalau anak buah David sedang melancarkan serangan kepada Tim Keamanan yang baru saja datang. Namun, tidak beberapa lama kemudian keadaan di depan bangunan itu pun langsung hening kembali.


Tentu saja hal ini membuat orang-orang yang ada di dalam bangunan itu berpikir kalau aku tembak di depan sana sudah dimenangkan oleh salah satu kelompok dari mereka.


"Apa teman kita yang menang?" tanya salah satu Tim Keamanan kepada Shine.


"Aku tidak tahu, tapi sepertinya begitu," jawab Shine dengan penuh harap.


***


DOR! DOR!

__ADS_1


Jep! Jep!


Langit yang baru saja mendarat di sana, langsung disambut dengan tembakan peluru dari anak buah David. Untungnya mereka semua memakai pakaian khusus anti peluru. Selain itu, beberapa anggota Tim Keamanan juga ahli dalam menembak.


Hanya dalam waktu yang singkat mereka berhasil mengalahkan anak buah David. Tentu saja hal membuat mereka bisa segera masuk ke dalam bangunan kumuh itu.


Berhentinya bunyi suara tembakan membuat orang yang ada di dalam ruangan itu merasa was-was. Mereka yakin pertempuran di halaman depan sudah selesai. Hanya saja siapa pemenangnya tidak tahu.


Kelompok Angkasa yang ada di lantai bawah berharap kalau Langit berhasil mengalahkan orang-orang dari kubu David. Selain itu, mereka juga berharap dengan datangnya bala bantuan, persenjataan mereka bisa terpenuhi.


Begitu juga dengan kelompok David. Mereka berharap rekannya itu bisa mengalahkan orang-orang yang baru datang. Berharap kemenangan berada di pihak mereka nantinya.


Dipihak Shine juga berharap bantuan untuk mereka bisa memenangkan pertempuran di halaman itu. Mereka pun mencari tahu lewat kaca jendela yang mengarah ke halaman itu. Namun, saat ini tidak terlihat apapun di sana. Tidak ada siapapun di sana.


"Semoga saja kak Langit dan yang lainnya selamat," gumam Shine.


DOR! DOR!


Baku tembak kembali terdengar di lantai bawah. Ini menunjukkan kalau pertempuran masih berlanjut.


"Sepertinya kubu kak Langit memenangkan pertempuran tadi," lanjut Shine senang.


***


Anak ketiga dari pasangan Alex dan Cantika langsung menuju ke lantai atas. Tempat yang dia tuju adalah ruang yang diperkirakan adanya keberadaan David di sana.


"Kalian harus berhati-hati dan fokus pada lawan kalian. Jangan mudah teralihkan oleh sesuatu apapun itu. Ingat musuh kita bukan orang sembarangan!" Langit memberikan peringatan kepada Tim Keamanan agar mereka jangan sampai lengah.


"Siap, Tuan!" teriak mereka kompak.


***


Angkasa merasa senang dengan datangnya bala bantuan untuk mereka. Selain itu stok peluru dan senjata juga mereka bawa. Hal ini memudahkan mereka untuk memberikan perlawanan terhadap musuh yang dirasa sudah tidak seimbang dari segi jumlah dan juga persenjataan yang digunakan.


DOR! DOR!


Jep! Jep!


Baku tembak terjadi kembali di antara mereka. Kali ini kelompok David benar-benar terpojokan. Banyak sekali dari pihaknya yang mati terkena timah panas dari kelompok Angkasa.


"Sebaiknya kita segera habis semua orang di sini! Setelah itu kita naik ke lantai atas," teriak Angkasa.


"Siap!"

__ADS_1


DOR! DOR!


Jep! Jep!


Tidak sampai lima menit, baku tebak itu pun terhenti. Tidak ada lagi balasan tembakan dari anak buah David.


"Apakah semua lawan sudah mati?" tanya salah seorang Tim Keamanan.


Mereka belum berani keluar dari tempat persembunyian. Bisa saja musuh sengaja berhenti melakukan penyerangan balasan untuk menunggu mereka lengah.


Lalu, Angkasa pun melemparkan sebuah petasan ke arah lawannya tadi bersembunyi. Namun, tidak ada reaksi apapun dari pihak lawan.


"Tuan, biarkan aku melihat keadaan di sana," kata salah seorang Tim Keamanan.


"Baiklah. Kamu harus berhati-hati pakai pelindung kepalamu jangan biarkan musuh mengincar celah pertahanan dirimu," balas laki-laki berwajah tampan dan cool itu.


Orang itu pun pergi mengendap-endap ke tempat persembunyian musuh berada tadi. Dia melihat semua musuhnya sudah terkapar tidak bernyawa lagi.


"Mereka sudah mati!" teriaknya.


Mendengar teriakannya, Tim Keamanan pun bergegas pergi ke ruangan lainnya di lantai itu. Sebab, masih terdengar baku tembak di sana.


Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit semua anak buah David di lantai itu sudah tidak bersih lagi. Sementara itu, dari pihak Angkasa dan Tim Keamanan, hampir semuanya terkena luka patah tulang ringan dan memar-memar. Akibat dari tembakan yang mengenai pada tubuh mereka.


Untuk mengantisipasi kerusakan pada tubuh, mereka meminum pil obat penambah stamina yang berkhasiat juga untuk membantu mempercepat proses penyembuhan tubuh dari dalam. Ini adalah obat buatan Angkasa yang sangat berguna bagi kalangan militer.


***


Bagaimana nasib Amira? Apakah David orang yang kuat? Tunggu kelanjutannya, ya.


Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya aku yang lainnya. Cover baru 😅


Rafael, siswa pembuat onar yang tanpa sengaja terjebak semalaman di perpustakaan dengan gurunya yang sering dipanggil Ning Annisa. Keduanya pun dinikahkan demi menjaga nama baik keluarga mereka.


Rafael bukanlah tipe suami idaman Ning Annisa. Dia tidak bisa menjadi imam bagi keluarganya. Berkelakuan buruk, minim ilmu agama, usia masih muda, dan mempunyai sifat mesum yang sering membuat Ning Annisa merinding.


"Kamu boleh menyentuhku, jika sudah bisa menjadi imam sholatku."


"Akan aku buktikan, kalau aku memang laki-laki yang pantas untuk menjadi suamimu."


Akankah Rafael mampu menjadi suami yang diidamkan oleh Ning Annisa?


Bagaimana Ning Annisa menghadapi sifat dan kelakuan mesum berondongnya?

__ADS_1



__ADS_2