
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 95
Baku tembak pun terjadi di ruangan itu. Shine bersembunyi di sebuah lemari tua untuk menghalau tembakan dari lawannya. Sebab, dia melawan dua orang, yaitu David dan Nick. Laki-laki itu menggunakan dua pistol untuk melawan kedua orang musuhnya.
DOR! DOR!
Jep! Jep!
Shine berupaya agar keadaan Amira baik-baik saja, tidak sampai terkena peluru nyasar. Laki-laki itu juga berharap kalau Tim Keamanan segera datang dan memberi bantuan, agar dia bisa menyelamatkan istrinya.
'Mereka itu keras kepala sekali.' (Shine)
David tahu kalau Amira adalah kelemahan bagi Shine. Tadi dia salah langkah, malah menjauh dari posisi Amira saat ini. Seharusnya dia menjadikan Amira sebagai tamengnya agar Shine tidak berani menembak dirinya.
'Si_al! Aku sudah salah strategi.' (David)
__ADS_1
Ketika Nick hendak menembak ke arah Shine, ada peluru yang terlebih dahulu mengenai tangannya. Laki-laki itu pun mengalihkan perhatian ke arah peluru tadi datang. Terlihat kalau di depan pintu ada Angkasa sedang memegang kedua pistol andalannya.
Tentu saja kedatangan Angkasa membuat Shine merasa sangat senang. Berbeda dengan David, dia semakin merasa terpojokan dengan kehadiran anak sulung dari Alex.
David pun mengarahkan tembakannya ke arah Angkasa. Dia berpikir harus menyingkirkan si sulung terlebih dahulu.
DOR! DOR!
Jep! Jep!
Akan tetapi, dengan cepat Angkasa membalas tembakan David dengan menggunakan kedua pistol dan menembakkan pelurunya ke arah kepala laki-laki itu. Hasilnya peluru itu mengenai sasaran, yaitu leher dan telinga David. Angkasa sengaja mengenai dua bagian kepalanya itu, karena dia ingin melakukan interogasi terlebih dahulu kepada David. Pihak pemerintah juga menginginkan laki-laki ini.
Shine tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dia langsung berlari ke arah Amira. Dia dengan cepat melepaskan ikatan rantai yang mengikat tubuh istrinya. Tiba-tiba saja mata Shine terbelalak saat melihat ada dua bom terpasang di tubuh Amira.
'Tenang Shine, jangan panik! Nanti Amira malah takut. Yakinlah, kamu bisa menjinakkan bom ini.' (Shine)
Angkasa menyadari kalau sedang terjadi sesuatu pada Amira karena terlihat Shine masih berkutat di belakang kursi. Namun, saat ini dia memfokuskan untuk melawan Nick.
Angkasa dan Nick saling beradu tembak. Laki-laki ini sangat tidak suka kepada seorang penghianat. Apapun alasannya melakukan pengkhianatan terhadap keluarganya, dia tetap tidak akan menerima alasan.
__ADS_1
Nick sudah kehabisan peluru, dia yakin kalau Angkasa pasti akan membunuhnya. Tidak ada jalan lain selain mengambil pistol milik David yang tergeletak di lantai agar jauh darinya.
Akan tetapi, pergerakan Nick bisa dibaca oleh Angkasa. Langsung saja dia menembak pistol milik David itu, sehingga Nick tidak bisa menggunakannya.
Laki-laki itu kini berputus asa. Dia pasrah dengan nasib yang akan diterimanya setelah ini. Nick pun menyerah, karena apa pun yang akan dia lakukan tetap saja ujung-ujungnya kematian akan menghampiri dirinya.
"Aku menyerah Tuan Angkasa," ucap Nick.
Akhirnya, Shine bisa menjinakkan bom yang ada di kursi itu. Lalu, dia pun segera membawa Amira keluar dari ruangan itu. Ketika kedua orang itu berlari menuju pintu luar, David menembakan pistol miliknya ke arah Shine. Amira yang melihat itu mendorong tubuh suaminya, sehingga peluru itu malah mengenai tubuh dia.
"Amira!" teriak Shine histeris.
Angkasa dan Nick yang melihat itu sangat terkejut dan di detik berikutnya Angkasa langsung nembak punggung tangan David yang sedang memegang pistol. Sampai laki-laki itu kembali mengerang kesakitan.
Shine melihat banyak darah yang keluar dari tubuh istrinya. Membuatnya ketakutan akan kehilangan istri dan bayinya.
"Kak Angkasa, tolong Amira!" teriak Shine.
***
__ADS_1
Apakah Amira dan bayinya akan selamat atau tidak? Tunggu kelanjutannya, ya!