CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 94. Bertemu Amira


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 94


Shine berlari mendekati ruangan yang diduga adalah tempat penyekapan Amira. Dia dengan cepat mengarahkan peluru pistol ke arah para  penjaga itu. 


JEP! JEP! JEP! JEP!


Semua tembakan yang dilancarkan tepat mengenai bagian vital tubuh lawan dan mereka dalam sekejap mati di tempat. Mereka tidak sempat memberikan serangan balik karena tidak tahu akan mendapatkan serangan darinya.


'Bagus. Aku harus segera masuk ke sana.' (Shine)


Laki-laki itu pun mencoba membuka pintu ruangan itu. Namun, dikunci dan tidak ada jalan lain selain merusak handle pintunya. Shine pun menembak dua kali di bagian kunci pintu itu, sehingga bisa dibuka. Dia mendorong pintu dengan perlahan, tetapi tetap waspada. Begitu dia masuk ke ruangan itu. Ada David dan Nick berdiri di samping kiri dan kanan Amira. Amarah Shine memuncak saat melihat cadar istrinya sudah terlepas. Hatinya merasa tidak terima jika ada laki-laki yang melihat wajah cantik Amira.

__ADS_1


"Selamat datang, Tuan Muda Shine!" David tersenyum lebar.


Shine tanpa ragu-ragu langsung menembak David dan Nick di waktu yang bersamaan. Ternyata mereka memakai baju anti peluru seperti dirinya. 


'Seharusnya aku bisa memprediksi ini sebelumnya. Karena ada Nick di pihak mereka. Pastinya dia sudah memberi tahu pada mereka tentang segala sesuatu persenjataan Tim Keamanan.' (Shine)


Nick dan David langsung membalas tembakan ke arah kepala Shine karena bagian itu yang tidak memakai pelindung. Namun, mereka tidak tahu kalau baju yang dipakai oleh Shine itu adalah keluaran terbaru. Setelah merasa ada pengkhianat di kubu Alex. Maka, Langit dan Alex mengembangkan peralatan mereka. Salah satunya adalah baju seragam anti peluru. Bahkan kaca mata yang di pakai mempunyai banyak fungsi dan kelebihan lainnya.


Shine dengan cepat menekan tombol yang ada di kerah seragam. Kepala dia langsung terlindungi oleh alat pelindung, sehingga peluru itu tidak sampai tembus ke kepala. Meski begitu dia merasakan kesakitan karena ada dua peluru yang menghantam kepalanya.


Tidak sampai hitungan detik Shine membalas tembakan itu. Dia menembak dengan gerakan tangan kanan ditutupi oleh lengan dan sikunya. Ini membuat David dan Nick tidak tahu siapa yang akan duluan kena tembak dan bagian tubuh mana yang akan kena tembakan.


JEP! JEP!


Shine menembak tangan mereka yang memegang pistol dan membuat senjata keduanya terlepas. Lalu, Laki-laki itu pun menembak sepatu milik David karena itu bukan seperti milik Tim Keamanan yang anti ranjau. Ternyata benar, peluru itu bisa menembus kakinya.

__ADS_1


"Aaaaa-kh!" David mengerang ke sakitan. Dia tidak menyangka kalau Shine akan menembak bagian tubuh yang kurang mendapat perhatian dalam perlindungan.


'Bagus dengan begini pergerakan dia tidak akan maksimal.' (Shine)


Akan tetapi, Nick adalah orang yang pernah menjadi Tim Keamanan Khusus yang sering mendapatkan pelatihan dan cara menghadapi situasi genting dan musuh yang kuat. Shine harus benar-benar mengerahkan kemampuan dia, apalagi saat ini tidak ada saudara atau rekan lainnya yang akan membantu dia.


"Honey, tutup mata kamu dan coba kamu baca surat Al Baqarah dengan pelan. Konsentrasi pada bacaan kamu. Jangan pedulikan apapun yang ada di sekitar sini," ucap Shine meminta istrinya untuk mengalihkan perhatian dan rasa takut pada dirinya.


Amira tahu maksud suaminya barusan. Maka, dia pun mencoba membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an itu. Dia fokus pada bacaannya dan berusaha tidak terpancing oleh keadaan sekitar meski itu susah. Namun, dia tidak mau menjadi beban bagi Shine saat ini. Amira mencoba tidak membuat suaminya semakin panik akibat ulahnya nanti.


'Ya Allah lindungilah kami!' (Amira)


***


Akankah Shine berhasil menyelamatkan Amira? Atau sebaliknya? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2