
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 87
"Tunggu, sepertinya aku merasa tidak asing jangan surut mata dan bentuk mata dari orang ini," ucap Bintang.
"Benarkah itu?" tanya ketika saudara lainnya.
"Ya, dan aku merasa yakin sekali karena bentuk mata ini sangat jarang dimiliki oleh orang lain. Terlebih ada tahi lalat kecil di bawah mata anak kecil ini. Dan aku punya kenalan orang yang memiliki mata dan tahi lalat di bawahnya," jawab Bintang.
"Apa? Siapa dia?" tanya ketiga saudara laki-lakinya, lagi.
"Shine, aku mau tanya. Nick bersama tim mana?" tanya Bintang pada Shine.
"Aku tidak tahu. Karena aku tadi diculik oleh mereka," jawab Shine.
"Nick berada di rumah menjaga mama dan Amira," jawab Sky.
Mendengar hal ini sontak membuat Bintang terkejut. Lalu, dia pun melihat ke arah kedua adik kembarnya dengan muka tegang.
"Cepat kalian harus kembali ke rumah! Karena aku merasa kalau anak laki-laki yang ada di foto ini adalah Nick," ujar Bintang dengan tegas.
"Apa?" Shine dan Sky merasa jantung mereka dicabut dengan kasar.
Ruang bawah tanah yang remang-remang dan lembab itu, kini menjadi semakin terasa mencekam bagi mereka. Mereka tidak menyangka kalau orang yang selalu setiaku pada keluarganya adalah mata-mata musuh.
"Bintang jangan bilang kalau selama ini dia adalah musuh dalam selimut itu?" Angkasa merasa tidak percaya sekaligus kecewa jika hal itu adalah benar.
"Bukannya selama ini kalian mencari siapa mata-mata yang selalu membocorkan strategi kita selama ini kepada pihak lawan," kata Bintang.
__ADS_1
Mereka semua membenarkan kalau ada orang yang menjadi musuh dalam selimut di Tim Keamanan itu. Hanya saja Nick bukan orang yang terpikirkan dalam benak mereka.
"Iya, tapi hanya saja aku tidak menyangka kalau Nick akan tega melakukan hal itu kepada kita," tukas si sulung.
Mendengar ucapan kakak kembaranya ini membuat perempuan satu-satunya yang ada di sana berdecak. Dia pun mengingatkan mereka akan beberapa kejadian belakangan ini yang menimpa mereka dan Nick terlibat di dalamnya.
"Di mana-mana yang namanya penjahat itu pasti lebih cerdas dan pintar dalam menutupi identitas diri saat berada di markas musuhnya," balas Bintang.
Keempat saudaranya yang lain selalu tidak berkutik jika berhadapan dengan kecerewetan Bintang. Bahkan dia lebih cerewet dari Cantika.
"Shine ... Sky! Ngapain kalian masih di sini terus. Bukannya pulang ke rumah dan lihat keadaan Amira juga mama!" ujar Bintang dengan sewot.
Seakan baru sadar akan keadaan Amira dan mamanya yang berada di dalam bahaya. Kedua orang laki-laki itu pun bergegas lari dari sana.
"Kami serahkan urusan di sini kepada kalian," ujar Shine berteriak sambil berlari diikuti oleh Sky.
"Kita pulang dengan helikopter yang tadi membawa aku dan kak Ghozali," kata Sky.
***
Lalu, dia pun mengenakan tanda bahaya yang terkirim ke pusat yang keamanan keluarga Andersson dan juga kepada Tim Keamanan keluarga Green. Cantika tahu kalau saat ini William tidak ikut bersama Alex ke Pulau Sugar, karena kondisi tubuhnya yang tidak memungkinkan dia untuk ikut bertarung ke sana. Dia bisa meminta bantuan kepadanya.
"Ya Allah, lindungilah keluarga hamba-Mu ini," gumam Cantika.
Selalu berada di dalam keadaan genting di setiap waktu, membuat Cantika lebih bisa peka akan keadaan sekitarnya. Dia juga sudah belajar dari Alex apa yang harus dilakukan jika dirinya berada dalam situasi terancam.
"Aku harus mencari keberadaan Amira," gumam istri dari Alexander Green Andersson.
Cantika pun bergegas mendatangi kamar Amira. Betapa terkejutnya dia saat membuka pintu kamar, menantunya itu sedang dipegang kuat oleh Nick.
"Nick, apa yang kamu lakukan?" Cantika berlari ke arah menantunya dan mendorong bodyguard yang selalu setia menjaga dirinya.
__ADS_1
Nick mundur beberapa langkah. Dia pun menatap nanar ke arah Cantika.
"Maafkan aku Nyonya. Tapi saat ini aku harus membawanya Nona Amira," lirih Nick.
"Tidak akan aku biarkan Amira pergi meninggalkan rumah ini!" balas Cantika tegas dengan menatap tajam ke arah laki-laki yang pernah dia tolong karena kelaparan dan sakit, saat masih kecil.
Nick yang tidak ingin menyakiti wanita yang sudah dianggap sebagai Dewi penolong dan Dewi kehidupan baginya. Bagi Nick, Cantika itu adalah seorang ibu yang selalu memperhatikan keadaan anaknya. Dia tahu betapa baiknya hati wanita ini, sehingga tidak ada seorangpun yang ingin melukai perasaan dan fisiknya.
"Nyonya, aku mohon jangan mempersulit aku. Apapun yang terjadi, aku harus membawa Nona Amira meski itu harus melukai Anda," ucap Nick dengan nada memohon.
"Begitu juga dengan diriku. Apapun yang terjadi aku akan melindungi menantu dan calon cucuku," balas wanita yang sudah memasuki lanjut usia tetapi masih terlihat sangat cantik.
Amira meringis kesakitan, dia merasakan bagian perutnya sangat sakit. Sebab, tadi dia sempat melawan Nick dan laki-laki itu membanting tubuhnya ke atas tempat tidur dalam keadaan telungkup.
'Astaghfirullahal'adzim. Ya Allah, jagalah bayi aku ini.' (Amira)
Cantika melihat Amira yang sedang meringis kesakitan. Dia langsung panik seketika melihat menantunya seperti itu.
"Amira, ada apa? Mana yang sakit?" tanya Cantika sambil memeriksa keadaan tubuh Sang menantu.
***
Apakah Shine dan Sky bisa datang tepat waktu untuk menyelamatkan Amira dan Cantika? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh. Cus meluncur ke karyanya.
Tentang suara samar di gedung sekolah saat jam pelajaran berlangsung, membuat keempat sahabat penasaran dengan siapa sosok yang sebenarnya.
Apa mereka bisa menemukan jawabannya?
Baca kalau berani.
__ADS_1