
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 30
Shine langsung di bawa ke rumah sakit keluarga Andersson. Luka yang didapatnya sangat begitu parah, di seluruh tubuhnya terkena pecahan serpihan peluru. Senjata 909 itu, jika ditembakkan akan berpencar menjadi 100 serpihan tajam yang bisa mengenai target seluruhnya. Apalagi senjata yang di gunakan oleh musuh itu kekuatannya sangat besar, dinding bangunan saja bisa hancur.
Shine yang berhasil di bawa keluar dari gedung hotel, langsung di masukan ke ambulans yang sedang membawa para korban. Angkasa yang melihat sekujur tubuh adiknya dipenuhi oleh darah, ikut memeriksa keadaannya.
"Cepat bawa ke ruang ICU. Aku yang akan menanganinya langsung," kata Angkasa.
Profesi Angkasa sebagai dokter ahli dalam (aku lupa dia dokter ahli apaðŸ˜) dia bisa memeriksa keadaan adiknya ini. Meski Shine terluka sangat parah di sekujur tubuhnya, tetapi dia masih bernapas.
"Shine, apa kamu bisa mendengar aku?" tanya Angkasa saat menyadari adiknya sudah dalam keadaan sadar.
Shine menggerakkan jari telunjuknya, menandakan dia mendengar panggilan kakaknya. Dia merasakan sakit yang teramat sangat. Dia sendiri berharap bisa pingsan lagi saat ini.
***
Martin tidak bisa membenarkan tindakan kakaknya ini. Siapapun atasan mereka, jika melibatkan warga sipil yang tidak bersalah apa-apa, tetap saja harus diberi tindakan.
Pedro sendiri saat ini pasrah jika harus mati di tangan adiknya. Namun, dia tidak tahu apa misi mereka sudah berhasil atau belum. Mengingat ada Angkasa di sana.
"Katakan tujuan kamu datang ke tempat ini?" tanya Martin yang masih mengacungkan pistol ke arah Pedro.
"Untuk menyingkirkan ahli waris keluarga Andersson," jawab laki-laki berambut lurus.
__ADS_1
"Shine, maksud kamu?" tanya Martin lagi.
"Ya. Sebenarnya dua orang target kita. Hanya saja satu orang lagi kerjanya kelayapan tidak menentu di mana dia tinggal," jawab Pedro.
Martin tertawa terkekeh, dia membenarkan kalau Sky itu licin seperti belut. Orang yang sulit di tangkap dan dengan mudah berpindah tempat ke mana pun dia mau. Tidak aneh kalau dulu dia sering kehilangan jejak Shine jika sudah pergi dengan Sky.
"Kenapa kalian ingin menghabisi ahli waris keluarga Andersson?"
"Mungkin aku bisa bilang kalau ini adalah dendam akibat kesalahan para leluhur mereka."
Martin tidak mengerti maksud ucapan kakaknya ini. Ada dendam apa orang itu pada keluarga yang banyak membantu rakyat dan pemerintahan Amerika ini.
"Aku anggap kalau kamu sedang membela seorang penjahat," kata Martin kepada Pedro.
"Ya, anggap saja seperti itu. Aku yang bisa hidup karena Tuan David, maka hidup aku pun untuk mengabdi kepadanya sampai mati," balas Pedro.
"Aku akan membawa kamu ke markas untuk diinterogasi," ucap Martin sambil berjalan ke arah laki-laki yang sedang duduk di lantai.
Berniat menangkap Pedro, Martin malah mendapat serangan dari kakaknya itu. Pedro menyerang menggunakan pistol balistik.
DOR!
DOR!
Martin pun melancarkan tembakannya ke arah badan sang kakak. Satu tembakan bisa mengasulkan 7 lubang badan tubuh Pedro.
"Maaf, Pedro," kata Matin lirih. Air mata yang sudah lama kering, kini kembali mengalir di pipinya.
__ADS_1
"Kamu memang hebat. Seperti yang dikatakan oleh mama. Kamu akan menjadi sosok orang yang kuat dan hebat," ucap Pedro dengan senyum tipisnya sebelum dia mati.
"Aaaa-aaa!" teriak Martin meluapkan rasa sakit dan sedihnya. Beberapa saat kemudian dia juga jatuh tersungkur ke lantai.
***
Amira terus berdoa memohon keselamatan untuk Shine. Setiap dia memejamkan mata, bayangan laki-laki itu selalu saja muncul. Dia merasa ketakutan kalau sampai terjadi sesuatu kepadanya.
'Ya Allah, semoga Engkau melindungi Shine. Aku ingin bertemu dengan dia langsung dan dalam keadaan baik.' (Amira)
Sky melihat Amira yang terus bergumam mendoakan keselamatan untuk Shine merasa iri. Dia juga ingin punya orang yang selalu mendoakan dirinya, sepeti mamanya yang selalu mendoakan suami dan anaknya.
"Kapan, aku punya perempuan yang selalu menyebut nama aku dalam doanya," gumam Sky.
'Shine itu tipe orang yang banyak keberuntungan.' (Sky)
Ada pesan masuk dari Angkasa.
Begitu sampai di bandara langsung istirahat. Shine membutuhkan banyak darah. Saat ini baru aku saja yang bisa mendonorkan darah untuknya.
'Apa separah itu Shine terluka?' (Sky)
'Apa aku kasih tahu keadaan Shine saat ini padanya.' (Sky)
***
Akankah Sky memberi tahu keadaan Shine pada Amira? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1