CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 19.


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 19


Shine memilih datang ke Indonesia. Kali ini dia mau mencoba mendekati Amira seperti yang disarankan oleh Rain.


"Selamat datang, Tuan Shine," sapa beberapa pegawai di kantor.


"Terima kasih," balas Shine.


Saat dia masuk ke dalam kantor yang disediakan untuknya, ternyata sudah ada Rain di sana. Dia memeluk tubuh adik bungsunya itu.


"Assalamualaikum, adikku tersayang," sapa Shine.


"Wa'alaikumsalam, Kak. Senang sekali Kakak memilih datang ke Indonesia. Meski aku akan senang, jika Kakak berkantor di Singapura," balas Rain.


Shine mendelikkan matanya. Dia punya misi mau mendekati Amira. Bagaimana mungkin bisa terjadi hal itu jika tempat mereka berbeda.


"Ingat akan janjimu, untuk membantu aku untuk mendapatkan Amira," ujar Shine.


"Iya ... iya, aku tahu. Kakak ikuti saja saran aku atau instruksi dari aku," kata Rain.

__ADS_1


"Lalu, kamu sendiri mau apa sekarang?" tanya Shine melihat ke arah sebuah pigura foto yang ada di atas meja kerja.


'Amira.'


"Ya, mencari Rania 'lah. Aku mau menemukan dia sampai dapat dan bisa mengunjunginya sesekali, jika saat rindu padanya," jawab Rain.


"Yang ada, kamu malah nempel terus sama Rania nanti. Biarkan dia kuliah dengan tenang," ucap Shine sambil duduk di kursi kerjanya.


"Kakak seperti tidak pernah merasakan beratnya menahan rasa rindu pada orang yang kita cintai," ejek Rain dengan memasang raut wajah kesal.


Shine tahu perasaan itu, karena saat ini dia juga sedang merindukan seseorang. Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan dirinya.


"Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Shine.


"Ya, datang bersilaturahmi ke rumah orang tua Kak Amira. Bawa uang sedekah untuk rumah Tahfiz milik Kiai Samsul," jawab Rain.


***


Shine pun berkunjung ke desa tempat tinggal Kiai Samsul. Amira yang kerja di Jakarta hanya dua minggu sekali atau sebulan sekali pulang untuk mengunjungi kedua orang tuanya.


"Assalamualaikum, Abah ... Umma," salam Shine.


"Wa'alaikumsalam. Wah, ada Nak Shine datang ke sini. Mari masuk!" Umma Habibah senang dengan kedatangan Shine ke rumah mereka.

__ADS_1


Shine pun masuk ke dalam ruangan yang luas tanpa ada kursi atau meja. Ruangan ini biasanya dipakai untuk berkumpul para murid sedang setor hafalan atau rapat warga desa yang sedang merencanakan program kegiatan masyarakat di sana.


"Abah, lihat siapa tamu yang datang hari ini!" teriak Umma Habibah pada Abah yang sedang naik ke atas genteng.


"Abah sedang apa di sana, Umma?" tanya Shine karena perempuan tua itu menengadah ke langit.


"Ada genteng yang bocor, tadi sudah menyuruh tukang, tapi semua pada sibuk. Jadi, Abah terpaksa naik untuk membetulkan genteng bocor itu," jawab Umma Habibah.


Lalu, Shine pun naik ke atas dan membantu Kiai Samsul membetulkan genteng yang bergeser dan ada juga yang pecah. Shine meski baru pertama kali melakukan hal seperti ini, tetapi sangat membantu Kiai Samsul dalam pekerjaannya.


"Alhamdulillah. Untung ada Nak Shine yang membantu, jadi cepat selesai," kata Kiai Samsul.


"Kebetulan saja, Abah. Aku datang ke sini atas seizin Allah, ternyata bisa membantu yang lainnya di sini," balas Shine.


Kedua laki-laki beda generasi itu saling berbicara dengan santai. Bahkan mereka punya pemikiran yang sejalan jadi menambah seru pembicaraan mereka.


"Hujan?" Shine mendengar suara yang jatuh di atas genteng.


Bau tanah basah juga dapat Shine cium. Hal yang jarang dia temui di tempat tinggalnya yang ada di Amerika, kecuali di mansion Andersson dan mansion Green yang sangat luas halamannya.


"Iya, kalau menjelang Ashar sampai Subuh sering turun hujan. Biasanya dari Ashar sampai Magrib itu hujan selalu deras bahkan kadang diikuti oleh kilat dan guntur," ucap Abah.


"Assalamualaikum," salam seseorang. Jika, di dengar dari suaranya itu milik seorang perempuan.

__ADS_1


***


Siapa kira-kira yang datang ke rumah Kiai Samsul hujan-hujan begini? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2