CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 37. Nikah Muda


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 37


"Abah dan Ummu, akan tiba nanti malam hari ke sini. Bagaimana jika besok kita mau nikah? Tidak perlu menunggu satu bulan lagi." tanya Shine.


Pipi Amira merona kembali dalam hati dia merasa senang. Entah kenapa dia juga berharap karena mereka bisa segera menghalalkan hubungan ini. Dia takut malah menjadi fitnah dan dosa jika terlalu lama. Walau itu hanya tinggal satu bulan lagi sesuai dengan rencana yang sudah mereka buat tadi.Β 


"Kenapa kamu ingin sekali cepat-cepat kita menikah. Bukan rencana kita satu bulan lagi, menurutku itu juga sudah sangat cepat," jawab Amira sambil menunduk.


"Biar kita bisa saling memeluk dan berciuman sesuka hati. Biar tidak jadi dosa tapi mendapat pahala," bisik Shine, menggoda gadis pujaan hatinya itu.


Mendengar perkataan calon suaminya jantung Almira serasa mau lompat dari tempatnya. Betapa malunya dia saat mengingat kembali ciuman yang pernah mereka lakukan dulu. Jika cadarnya dibuka akan terlihat wajah gadis itu seperti kepiting rebus.


"Apa tidak bisa menahan diri satu bulan lagi?" tanya Amira dengan suara pelannya.


"Tidak. Bahkan saat ini aku pun sudah tidak tahan untuk memeluk dirimu. Betapa aku rindu kepadamu selama ini," jawab Shine dengan tatapan memelas dan tersirat akan kejujuran.


"Jika Abah dan Umma setuju, maka aku pun akan menurut," ujar Amira dengan gugup.


"Yes! Nanti aku akan merayu abah dan umma agar bisa menikahkan kita besok," ucap Shine girang dengan satu tangan terkepal diangkat ke atas karena satu tangannya lagi dibalut menggunakan penyangga tangan.


Amira hanya tersenyum geli melihat tingkah lelaki yang sudah dewasa tetapi masih kekanak-kanakan. Namun, di matanya laki-laki itu tetap terlihat keren dan sosok yang bisa menjadi imam bagi keluarganya kelak.


'Apa sebegitu bahagianya kamu menjadikan aku sebagai istrimu?' (Amira)


'Alhamdulillah, meski aku Bukan Cinta pertamamu Tapi aku cinta sejati dan terakhirmu. Karena kau memang ditakdirkan untukku.' (Shine)


***

__ADS_1


Kiai Samsul dan Ummu Habibah sampai ke Amerika, saat hari sudah malam. Mereka langsung diantarkan ke hotel yang sama dengan tempat Amira menginap selama ini. Tepatnya hotel yang ada di depan rumah sakit tempat Shine dirawat.


"Shine Abah dan Umma sudah berada di hotel. Terima kasih karena sudah mendatangkan mereka dan selamat sampai sini" kata Amira setelah mendapat panggilan dari orang tuanya.


"Kamu tidak boleh bicara seperti itu. Karena ini semua adalah keinginan aku," ucap Shine dengan tatapan lembut pada calon ibu bagi anak-anaknya kelak.


Tentu saja, karena yang punya ide ingin menikah cepat adalah dia sendiri. Jadi, dia harus mendatangkan wali dari calon mempelai wanita.


"Tapi, aku berharap kalau abah dan umma untuk malam ini, biarkan mereka beristirahat," kata Amira.


"Iya. aku juga tahu kalau mereka pasti dalam kondisi kelelahan habis melakukan perjalanan jarak jauh," balas Shine.


***


Malam ini giliran Sky yang kebagian menemani Shine di rumah sakit. Tentu saja si kembar ini tidak akan bisa diam jika sedang bersama.


"Tuh, 'kan? Apa kataku juga? Kalau di keluarga Muchtar itu ada kutukan nikah mendadak," ucap Sky.


Shine yangΒ  mendengar ucapan kembarannya itu hanya tersenyum tipis. Dia merasa masa bodo akan hal itu, yang penting baginya adalah dia bisa dengan cepat menikah dengan Amira.


Mendengar balasan dari Shine membuat Sky terperangah. Dia baru sadar kalau di dalam dirinya juga mengalir darah keluarga Muchtar.


'A-kh, benar juga! Kenapa aku melupakan hal penting seperti ini?' Sky memegang kepala dengan kedua tangannya.


Shine pun tertawa terkekeh, karena melihat ekspresi wajah kembarannya itu. Sangat jelas tersirat di wajah dia, kalau pemuda itu lumayan terguncang hatinya mengetahui kebenaran itu.


'Lalu, siapa yang akan jadi jodohku?' (Sky)


"Tapi bener juga apa yang kamu katakan tadi. Kita lihat dari kakek Jafar dan nenek Sinar. Mereka menikah muda, begitu lulus kuliah langsung menikah. Begitu juga dengan nenek Khadijah dan kakek Yusuf. Mereka menikah muda," ucap Sky.


"Zaman dulu itu emang lazim menikah di usia segitu. Namun, yang tidak lazim di zaman sekarang seperti pasangan: Raihan (19 tahun) menikahi Alin (16 tahun), Rayyan (19 tahun) menikahi Asiah (19 tahun) ini masih mending. Nah, adik kita … Rain (19 tahun) menikahi Rania (16 tahun), lalu Mega dia (19 tahun) tunangan dengan Chelsea (16 tahun) yang katanya akan menikah begitu Chelsea lulus sekolah. Sekarang kita ini hidup di zaman modern yang segala sesuatu katanya disebut sudah canggih. Kenapa mereka semua malah menikah muda?" Shine sebenarnya merasa iri karena saat ini usia dia sudah berusia lebih dari 26 tahun Begitu juga dengan usia Amira.

__ADS_1


"Mereka menikah dengan gadis di bawah umur. Apa itu tidak melanggar etika dan norma?" Sky juga sebenarnya iri saat melihat saudara sepupunya bermesraan dengan pasangan mereka masing-masing.


"Tentu saja tidak, karena mereka menikah secara agama dahulu, baru daftar ke kantor urusan agama," ucap Shine.


"Sepertinya tidak begitu, masa baru beberapa bulan menikah mereka sudah punya buku nikah," ujar Sky dengan meyakinkan.


"Hah, masa?" Shine tidak percaya. Padahal di Indonesia itu tidak aneh.


***


😭😭😭 karena batuk, entah apa yang aku pencet. Naskah hilang sebagian. Kalau ada kalimat yang aneh tolong tandai, biar nanti aku revisi.


Apakah Abah dan Umma akan setuju dengan pernikahan mendadak seperti yang diinginkan oleh Shine? Tunggu kelanjutannya, ya!


Cus yang penasaran kisah Raihan, Rayyan, Rain, dan Mega Cus kepoin novelnya di "DUDA VS ANAK PERAWAN" di Season 2.


Cuplikan:


"Gara-gara ada peraturan konyol ini, aku dan Asiah harus menjalin hubungan secara diam-diam." (Rayyan)


"Aku tidak suka dengan sifat kamu, yang sangat posesif! Ini membuat aku muak!" (Asiah)


"Kenapa aku harus menikah dengan bocah ingusan yang bahkan aku tidak mengenalnya!" (Raihan)


"Kamu pikir aku ini orang utan yang suka bergelantungan di pohon. Kamu salah, aku adalah gadis desa yang bar-bar." (Alin)


"Gara-gara serangga, makhluk menjijikan itu. Aku terjebak dalam kehidupan yang tidak aku inginkan." (Rania)


"Kita jalani hidup masing-masing seperti biasanya." (Rain)


"Kenapa, kalian selalu membuat aku ikut terjerumus pada masalah kalian!" (Mega)

__ADS_1


"Aku akan selalu tetap menjadi gadis kebanggaan kamu." ( Chelsea)



__ADS_2