
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 8
Amira merasa sangat bahagia akhirnya dia bisa terlepas dari jeratan pria yang bernama Shine. Selain itu dia juga bisa kembali bekerja di rumah sakit tempat dia belakangan ini.
Amira pun mau hubungi Shine dan memberitahu kalau Dokter Gozali yang akan mengambil alih pengawasan terhadap pengobatan dan perkembangan kesehatannya. Jadi, dia tidak akan mengurusi semua keperluan Shine lagi.
Kini Sky sedang duduk di ruangan milik Dokter Ghazali. Dia memperhatikan laki-laki yang sedang sibuk memeriksa berkas yang ada di atas meja kerjanya.
"Kak Ghaza, tahu tidak? Kalau saat ini Shine sedang mendekati Amira untuk dijadikan calon istrinya," ucap Sky dengan gemas.
"Tahu. Tapi, bukan dengan cara seperti ini. Lakukan hal itu dengan cara yang gentle," balas Ghazali tanpa melihat ke arah Sky.
Sky terdiam dan membenarkan ucapan kakak iparnya ini. Namun, tetap saja akan kesulitan karena Amira tipe wanita yang sukar didekati.
"Semoga saja Shine tidak marah kepada kak Ghaza," ujar Sky.
Laki-laki paruh baya itu melirikan matanya sejenak ke arah Sky, lalu melanjutkan pekerjaannya lagi. Dia tahu kalau adik iparnya itu sedang mengejar cinta Amira, setelah diberitahu oleh istrinya—Bintang.
"Kalian menggunakan cara yang bodoh untuk mendapatkan hati seorang wanita," pungkas Dokter Ghazali.
Hati Sky mulai terusik, dia merasa penasaran bagaimana cara mendapatkan hati seorang wanita dengan cara yang gentle. Maka dia mendekati meja kerja kakak ipanya.
"Bagaimana caranya?" tanya Sky.
Dokter Ghazali hanya tersenyum tipis dan membersihkan sesuatu kepada Sky. Pemuda itu pun menganggukkan kepalanya, tanda kalau dia memahami hal itu.
***
Sementara itu, di tempat lain Shine sedang uring-uringan karena Amira tidak lagi mengurusi dirinya, baik di kantor maupun di rumah. Dia juga tidak semangat mengerjakan pekerjaannya hari ini.
"Apa sih yang dipikirkan oleh Kak Ghaza? Kenapa dia menghentikan pekerjaan Amira dalam mengurus aku dan malah menyuruhnya kembali bekerja di rumah sakit," gerutu Shine sambil memutar-mutar kursi kerjanya.
Shine pun berpikir bagaimana caranya agar Amira bisa kembali dekat dengan dirinya lagi. Dia tidak bisa menjadikan kesehatan sebagai alasannya saat ini, untuk memaksa Amira selalu berada di sisinya.
"Aku harus melakukan apa, agar Amira tetap berada di dekatku?" gumam Shine.
Lalu, dia pun menghubungi nomor orang tua Amira. Niatnya hanya untuk berbasa-basi saja dan berseraturahmi.Â
__ADS_1
"Assalamualaikum, Abah."
^^^"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh. Shine apa kabar?"^^^
"Alhamdulillah baik Abah. Bagaimana kabar Abah sendiri saat ini?"
^^^"Kabar Abah juga baik. Besok sudah bisa pulang ke rumah lagi."^^^
"Syukurlah kalau begitu, aku ikut merasa senang mendengarnya."
^^^"Abah dengar dari Amira, kalau dia sudah selesai melakukan pekerjaannya dalam pengawasan dan merawat kamu."^^^
"Itu benar Abah. Pihak rumah sakit sudah meminta Amira untuk kembali bekerja. Mungkin ke depannya kita akan jarang bertemu dan pastinya aku akan sangat merindukan dirinya."
^^^"Kalau begitu Shine bisa bermain atau bersilaturahmi ke rumah. Kebetulan saat ini, Abah dan Ummi akan tinggal sementara waktu di sini bersama Amira."^^^
Mendengar ucapan ini membuat Shine merasa sangat bahagia. Ini adalah hal yang ditunggu-tunggu olehnya.
"Baiklah, Abah. Saya akan sering berkunjung ke rumah untuk menemui kalian."
^^^"Akan Abah tunggu kedatangan di rumah kami."^^^
***
"Kak Gaza, kenapa melakukan hal itu?" Shine marah kepada Dokter Ghazali.
"Karena kamu sudah berlaku dengan semena-mena terhadap pegawaiku," balas Dokter Ghazali dengan tenang.
Shine melarutkan kening tanda tidak mengerti. Selama ini dia tidak pernah merasa berlaku seperti itu terhadap Amira.
"Enak saja. Aku tidak pernah melakukan hal itu," bantah Shine.
"Lalu, dengan mempekerjakan dia sampai malam hari, itu bukan perbuatan yang semena-mena?" Dokter Ghazali balik memarahi Shine.
"Aku 'kan melakukan itu karena ingin mengajak saya makan malam bersama." Shine tidak terima dengan tuduhan yang dilayangkan kepadanya.
"Kalau kamu ingin mengajaknya makan malam, lakukan dengan cara yang romantis. Agar kamu bisa merebut hatinya."
Shine pun terdiam sejenak dan membenarkan oleh jawaban kakak iparnya ini. Hanya saja yang menjadi masalah adalah Amira tidak suka melakukan hal itu.
"Bicara itu mudah, Kak. Amira itu bukan tipe orang yang mudah diajak makan malam bersama, apalagi hanya berdua saja," jelas Shine.
__ADS_1
Dokter Ghazali pun membisikan sesuatu kepada Shine. Pemuda itu pun menganggukkan kepala dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.
***
Shine pun mendatangi ruang kerja Amira. Untungnya saat ini sedang tidak ada pasien.
"Ada apa?" tanya Amira yang duduk di kursi kerjanya.
"Aku ingin mengucapkan terima kasih kepadamu atas semua yang kamu lakukan kepadaku selama hampir dua bulan ini," jawab Shine.
Mendengar hal itu Amira merasa heran, karena dia melakukan semuanya itu untuk menebus kesalahannya yang sudah menabrak Shine. Itu merupakan tanggung jawab yang diminta oleh laki-laki ini.
"Bukannya itu harus aku lakukan sebagai rasa tanggung jawab aku terhadap dirimu?" Amira kini menatap ke arah Shine walau sejenak.
Shine tersenyum tipis, dia merasa Amira dekat dengannya hanya sebatas rasa tanggung jawab saja. Bukan karena menyukai dirinya.
"Sebagai ucapan terima kasih aku ingin mengajakmu makan malam bersama," kata Shine.
Amira yang selalu membatasi dirinya dengan laki-laki menolak ajakan Shine itu. Dia tidak mau nanti kedepannya akan timbul fitnah di antara mereka berdua.
"Maaf, aku tidak bisa." Amira menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya.
Meski kecewa Shine tidak bisa memaksa Amira. Dia akan merebut hati Amira secara perlahan.
"Tidak apa-apa. Maaf sudah mengganggu waktu kamu." Shine pun memutar kursi rodanya dan saat akan membuka pintu, hal itu sudah didahului oleh Amira.
"Aku tadi bertemu dengan Sky. Aku tidak menyangka kalau kamu punya saudara kembar," kata Amira setelah membukakan pintu.
"Iya." Ekspresi muka Shine berubah dan dia pun melaju dan kursi rodanya keluar dari ruangan itu.
***
Saat sore hari Shine mengirimkan sebuah paket untuk dikirimkan ke Amira. Sebagai tanda ucapan terima kasihnya.
"Ini apa?" tanya Amira sambil membuka kotak kado yang berukuran cukup besar.
Isinya adalah sebuah tas dari merk terkenal yang harganya tentu saja mahal. Dia terkejut saat melihat sebuah surat dan membacanya.
"Shine." Amira merem_as surat itu.
***
__ADS_1
Kira-kira apa isi surat dari Shine, ya? Tunggu kelanjutannya, ya!