
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan πππππ. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 36
"Amira, bagaimana? Shine minta kamu bertanggung jawab, nih." Cantika melihat ke arah gadis yang kini sedang menghadap pada pintu.
Amira bingung harus menjawab apa, seharusnya pihak laki-laki yang bertanggung jawab. Kenapa sekarang malah dirinya yang harus diminta pertanggungjawaban.
"Minta sama Abah saja," jawab Amira dan buru-buru ke luar ruangan itu.
Melihat tingkah Amira seperti itu membuat shine sangat senang. Bahkan dia tersenyum lebar yang menampilkan deretan giginya yang rapi.
"Nakal kamu! Sudah menjahili gadis baik seperti Amira," kata Cantika sambil membalut tubuh putranya dengan kencang.
"Aduh β¦ Ma, sakit!" Shine meringis.
***
Handphone milik Shine berdering, terlihat ada nama Rania di layar. Dengan senyum lebar Shine pun mengangkat panggilan video call itu.
"Assalamu'alaikum, Rania,"
^^^"Wa'alaikumsalam, Kak Shine. Aku dengar katanya Kakak terluka parah?"^^^
"Iya, nih. Kamu ke sini, dong! Jenguk aku dan hibur aku agar cepat sembuh."
^^^"Aku juga sebenarnya ingin pergi ke Amerika, tetapi saat ini jadwal kuliahku terlalu padat. Lalu, bagaimana keadaannya sekarang?"^^^
"Hampir di seluruh tubuhku semua dipenuhi luka tembak. Lihatlah!"
Shine mengarahkan kamera ke arah tubuhnya yang dibalut oleh kain kasa. Kemudian, terdengar bagaikan suara Rania.
^^^"Kakak itu pasti sakit sekali! Pantas saja sampai memalukan banyak donor darah. Untung saja Kakak orangnya kuat. Baru kejadian kemarin lusa sekarang sudah bisa duduk sambil bermain handphone."^^^
"Ish, kamu ituβ. Tahu tidak akan kekuatan cinta?"
^^^"Iya, iya, tahu. Karena ada Amira di sana. Iya, 'kan?"^^^
"Pinter. Lalu, bagaimana dengan kamu? Apa Rain sudah menemukan keberadaan kamu saat ini?"
^^^"Belum. Karena aku yakin kalian semua mengaburkan keberadaanku, sehingga Kak Rain berkeliling dunia mencari aku."^^^
"Hahaha, iya. Dia itu bodoh atau polos, ya? Dia itu terlalu putus mencari di luar negeri dan melupakan negeri sendiri."
^^^"Tapi aku rindu sekali sama Kak Rain akhir-akhir ini."^^^
"Kamu, jangan menemuinya dulu sampai selesai kuliah. Biarkan dia merasakan bagaimana menjadi duda."Β
Shine malah tertawa terbahak. Iya sangat suka sekali menjahili saudara-saudaranya. Apa lagi menggoda Rain si bungsu yang minim ekspresi.
__ADS_1
^^^"Kenapa kalian semua suka sekali menjahili suami aku? awas aja kalau sampai terjadi sesuatu sama Kak Rain aku pasti akan membalas kalian."^^^
Terlihat Rania memasang wajah cemberut. Itu membuat Shine gemas.
'Pantas saja Rain begitu bucin sama kamu. Tapi, asyik juga menjahili pasangan ini. Pantas saja Raihan, Rayyan, dan Mega begitu semangat jika menggoda pasangan ini.' (Shine)
"Shine, kamu harus banyak beristirahat jangan terus bekerja," kata Amira sambil berjalan mendekat padanya.
^^^"Apa itu Kak Amira?"^^^
"Iya. Kamu mau berbicara dengannya?"
^^^"Kalau dia tidak keberatan? Aku tidak masalah,"^^^
"Siapa?" tanya Amira tanpa suara.
Shine menyerahkan handphonenya agar gadis itu bisa melihat siapa yang sedang berbicara dengannya. Pemuda itu bisa melihat sinar kesenangan dari bola mata Amira saat melihat gadis yang tadi bicara dengannya.
"Rania!"
^^^"Assalamu'alaikum, Kak Amira."^^^
"Wa'alaikumsalam, Rania. Apa kabar?"
^^^"Sedang mala rindu sama Kak Rain."^^^
Amira malah tertawa mendengar suara rengekan Rania. Dia suka sama Rania yang selalu menilai orang lain itu baik. Selain itu gadis ini juga begitu polos dan tidak sombong dengan kekayaan atau status keluarganya.
"Jangan!" sanggah Shine dengan cepat.
"Kenapa?" tanya Amira tidak mengerti.
"Ini untuk membuat Rain lebih dewasa dan bersabar." Shine tersenyum kaku karena pada kenyataannya Rain itu lebih dewasa dan penyabar dibandingkan dengan dirinya.
'Menurut aku, Rain lebih dewasa dibandingkan Shine dan Sky.' (Amira)
^^^"Kak Amira, apa benar kalian berdua akan menikah?"^^^
Seandainya cadar itu dibuka, maka akan terlihat muka Amira yang merah merona. Hati Amira tidak bisa memungkiri kalau saat ini dirinya merasa bahagia.
"Kata siapa?"
^^^"Kata Shine, tadi katanya kalian akan menikah bulan depan."^^^
Jantung Amira berdetak kencang. Dia teringat kembali beberapa saat yang lalu ketika Shine mengulanginya kembali lamarannya. Kali ini dia pun langsung menyetujuinya, karena niat dia juga untuk menerima lamaran Shine, dulu.
"Mohon doanya, ya. Semoga semua bisa lancar dan tepat waktu."
^^^"Kak Amira harus hati-hati sama Kak Shine. Dia itu punya kebiasaan buruk."^^^
Mata Shine terbelalak saat mendengar ucapan Rania. "Rania, jangan bilang!"
__ADS_1
"Apa itu?"
Amira menjauhi Shine dan duduk di sofa. Dia sangat penasaran sekali dan ingin tahu.
^^^"Kak Shine itu kalau tidur suka β¦."^^^
"Apa?"
^^^"Kentut."^^^
Sejenak hening tidak ada ucapan yang keluar dari mulut kedua perempuan itu. Lalu, Amira tertawa sambil menatap ke arah Shine. Dia terus tertawa dan tidak bisa berhenti sampai netranya mengeluarkan air mata.
"Rania, awas. Akan aku buat kamu dan Rain tidak bisa bertemu dalam jangka waktu lama," gumam Shine yang wajahnya sudah merah padam.
"Terus apa lagi? Apa ada kebiasaan buruk atau hal yang tidak disukainya?"
Amira dan Rania mau ngobrol lebih dari satu jam. Hanya untuk mengorek semua informasi tentang Shine.
Pemuda itu hanya bisa pasrah saja saat sepupunya membongkar semua hal tentang dirinya. Terlalu banyak informasi yang diberikan Rania kepada Amira.
"Aku menerima dirimu apa adanya," kata Amira kepada Shine.
Pemuda itu menatap calon istrinya dengan mata berbinar. Dia merasa bahagia karena Amira mau menerima kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya.
"Abah dan Ummu, akan tiba nanti malam hari ke sini. Bagaimana jika besok kita mau nikah? Tidak perlu menunggu satu bulan lagi." tanya Shine.
***
Jawaban apa yang akan diberikan oleh Amira. Jangan-jangan benar ada kutukan dari keluarga Muchtar yang suka menikah dadakan ππ. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya aku ini. Kisah Emak & Bapaknya Rania alias sepupunya Cantika dan sepupunya Alex. Bikin sesak dan emosi jiwa π. Terharu aku ada reader yang baca sampai 20X, saking sukanya dia.
" Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami"
Mentari dipaksa oleh Zahra untuk menikah dengan suaminya Fatih. Karena Zahra sudah divonis mandul dua tahun yang lalu. Kini dia juga mengidap penyakit Leukemia. Zahra juga tidak bisa memberikan kepuasan batin Fatih selama satu tahun lebih.
Mentari yang sudah beberapa kali menolak permintaan Zahra untuk menikah dengan Fatih. Apalagi Fatih adalah cucu dari mantan kakak iparnya. Bisa dibilang Fatih itu cucu dari mantan suaminya, Willian Green. Karena Kakeknya Fatih, Edward Green, kakak beradik dengan William.
Akhirnya Mentari dan Fatih menikah dan mereka bertiga tinggal dalam satu rumah. Permasalah mulai muncul saat Zahra cemburu, karena Fatih jatuh cinta kepada Mentari. Sementara Mentari menekan perasaannya jangan sampai jatuh cinta kepada Fatih, yang menurutnya cinta mati kepada Zahra.
Widuri yang merupakan bibi dari Zahra selalu berusaha menjadikan Jihan untuk menjadi istri ke-3 Fatih. Berbagai cara dia lakukan termasuk memberinya obat perangsang saat Mentari tidak ada di rumah.
William mantan suami Mentari pun muncul dan ingin kembali menikahi Mentari. Untuk memperbaiki kesalahpahaman dahulu yang membuat mereka bercerai.
__ADS_1