
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
Bab 92
Shine menggunakan pistol yang sudah memakai peredam suara, setiap peluru yang keluar dari mulut pistol itu tidak terdengar sama sekali. Mereka tahu-tahu sudah terkena tembakan. Shine sengaja menggunakan pistol peluru bius yang membuat musuh langsung tidak sadarkan diri.
Laki-laki itu menggunakan dua pistol dalam menyerang musuh-musuhnya. Shine menyerang sambil berlari masuk ke dalam markas musuh. Dia tidak mau membuang-buang waktu, karena keadaan Amira dan bayinya sedang terancam.
"Ada penyusup! Ada penyusup!" teriak anak buah David saat melihat banyak rekannya yang jatuh bergelimpangan di tanah.
'Si_al, sudah ketahuan!' (Shine)
Anak buah David pun semakin banyak yang datang ke sana. Tentu saja mereka semakin memperketat penjagaan di halaman depan markas.
Shine tinggal beberapa langkah lagi untuk masuk ke sana. Namun, musuh malah semakin banyak di dekat dia bersembunyi.
'Semoga saja bala bantuan segera datang.' (Shine)
Jep! Jep! Jep!
Tidak lama kemudian terlihat anak buah David tiba-tiba saja jatuh bersimbah darah. Tubuh mereka terkena luka tembakan.
__ADS_1
"Ada serangan musuh!" teriak mereka memberi tahu kepada temannya.
"Balas serangan mereka!" titah salah seorang yang berdiri di atas bagunan itu.
DOR! DOR! DOR!
Anak buah David menembakkan pistolnya sembarang arah yang mereka duga tempat lawan bersembunyi. Tanpa mereka tahu kalau yang ditembaki itu sudah ditinggalkan oleh Tim Keamanan barusan.
'Sepertinya mereka sudah tiba.' (Shine)
Ketika anak buah David disibukan oleh musuh kasat matanya, Shine pun berhasil masuk ke dalam markas musuh. Dia memanfaatkan keadaan yang sudah gelap karena hari sudah masuk malam.
Tim Keamanan yang sudah sampai ke markas David, langsung memberikan serangan tembakan yang memakai peredam suara, sehingga mereka tidak diketahui sedang bersembunyi di mana. Membuat musuh menyerang tanpa sasaran yang benar. Ditambah mereka juga tidak bersembunyi terus di satu tempat. Ini taktik yang diperintahkan oleh Angkasa barusan lewat earphone.
DOR! DOR! DOR!
^^^"Tuan Shine, apa bisa mendengar suara aku?"^^^
Shine yang sedang bersembunyi di balik tembok pilar dikejutkan oleh suara Martin. Dia tidak menyangka kalau bodyguard miliknya itu sudah sampai ke markas musuh.
"Iya, aku bisa mendengar kamu," balas Shine sambil berbisik.
__ADS_1
^^^"Tuan Angkasa bilang kalau David yang ada di bangunan terbengkalai itu adalah palsu. Besar kemungkinan laki-laki itu berada di markas yang ini."^^^
Shine sangat terkejut. Tentu saja ini membuat dia semakin tidak tenang. Laki-laki ini takut kalau istri dan bayinya tidak akan bisa dia selamatkan.
"Jangan biarkan seorang pun masuk ke dalam markas ini. Kunci semua pintu dan jendela!" perintah David dan beberapa orang langsung mengerjakan perintah barusan.
Shine bisa melihat wajah laki-laki itu mirip dengan David. Namun, dia tidak mau langsung mempercayai kalau itu adalah David yang asli. Bisa saja itu orang palsu lainnya lagi yang wajahnya disamakan.
"Tuan, orang-orang kita yang ada di depan sudah mati semua," ucap salah seorang anak buah David menghadap kepada laki-laki itu.
"Biarkan saja. Toh, apa yang diinginkan oleh tuan David itu sudah ada di sini," balas laki-laki itu.
Shine yang berada di dalam tempat persembunyian, terkejut saat mendengar kata-kata barusan. Dia berpikir kalau David asli sudah tahu dengan keberadaan dirinya di dalam markas mereka.
'Apa tempat bersembunyi aku saat ini juga sudah diketahui oleh musuh?' (Shine)
***
Apakah keberadaan Shine sudah diketahui oleh musuh? Bagaimana Amira saat ini? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus kepoin novelnya, ya!
__ADS_1