
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ๐๐๐๐๐. Semoga hari ini kita semua berada dalam keadaan sehat dan bahagia.
***
Bab 60
Shine mendatangi kantor perusahaan dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. Begitu ke sampai di sana dia melihat Martin sedang berkutat dengan laptop kesayangannya.
"Martin," panggil Shine dengan nada riang.
"Suara panggilan Anda terdengar sangat mengerikan di telinga saya, Tuan," balas laki-laki berjas abu-abu tua.
"Sehari saja tidak melihat dirimu terasa ada yang kurang bagiku," lanjut Shine menggoda bodyguard miliknya.
"Jangan membuat aku merinding, Tuan. Atau aku akan melemparkan laptop ini ke arah Anda. Biar Anda bisa sadar kembali," balas Martin dan hal ini cara membuat shine tertawa.
Shine dan Martin pun dengan cepat mengerjakan pekerjaan yang sempat terbengkalai,karena harus menyelidiki kasus kemarin. Tentu saja hal ini membuat mereka harus serius bekerja dan tidak boleh bercanda.
"Martin kapan kita akan rapat dengan pengusaha Donald?" tanya Shine saat sang asisten yang merangkap sebagai bodyguard itu.
"Pertemuan itu akan dilaksanakan minggu depan. Justru dengan pengusaha Gupi kita akan melakukan pertemuan esok hari," jawab Martin sambil menyerahkan setumpuk dokumen.
"Apa ini?" tanya Shine saat Martin menyimpan begitu banyak berkas di meja kerjanya.
"Tugas Anda yang kemarin terbengkalai," jawab Martin dan Shine hanya mendengus.
'Yang benar saja aku harus memeriksa berkas sebanyak ini.' (Shine)
Clara hari ini sudah mulai masuk kerja lagi. Dia membutuhkan waktu sangat lama dalam proses penyembuhan, akibat terluka saat terjadi penegakan di restoran waktu itu.
"Tuan Shine, senang bisa bertemu dengan Anda lagi," kata Clara begitu melihat laki-laki yang secara diam-diam dia sukai.
"Hai, Clara. Senang melihat kamu sudah sembuh," balas Shine.
Clara melihat Shine semakin tampan dan ramah. Wajahnya juga terlihat berseri dengan senyum yang sering dia sunggingkan.
Clara malah terus menatap Shine yang sibuk bekerja. Sampai dia tidak sadar kalau Martin sudah selesai memeriksa berkasnya.
"Clara โฆ Clara!" teriak Martin.
__ADS_1
Perempuan itu sangat terkejut, lalu melirik ke arah laki-laki yang duduk di sampingnya. Gerutuan pun keluar dari mulutnya yang seksi itu.
Martin yang merasa kesal, dengan sengaja menarik tengkuk Clara dan melu_mat bibirnya sampai perempuan itu menyerahย
"Kalian kalau mau bermesraan, keluar dari ruangan aku!" titah Shine yang hanya melihat sekilas ke arah mereka.
Clara sangat kesal pada Martin, dia pun memukulkan berkas yang ada di tangannya pada kepala laki-laki itu. Lalu, dia pergi sambil menginjak kaki Martin.
"Pura-pura galak begitu, jika tidak ada orang lain berani merayu," balas Martin.
"Kau pacaran dengan Clara?" tanya Shine setelah perempuan itu pergi.
"Tidak. Kami hanya saling membantu saja jika sedang membutuhkan satu sama lain," balas Martin.
"Apakah bantuan dalam urusan ranjang juga?" tanya Shine.
"Kenapa Anda punya pikiran seperti itu?" tanya Martin.
"Karena kau yang sering menghilang di waktu yang bersamaan," jawab suami Amira.
"Aku ingin laki-laki normal tidak seperti Anda," sindir Martin.
"Apa maksud kamu? Apanya yang tidak normal pada diriku?" Shine tidak menerima dirinya dihina.
"Untuk masalah itu tanya saja pada Amira? Itu juga jika kamu berani menanyakan hal ini padanya," ucap Shine.
Martin pun mengambil handphone miliknya dan menekan nomor istri Tuannya. Dia pun mengirim pesan terlebih dahulu.
"Maaf Nyonya Amira saya mau tanya sesuatu."
^^^"Apa itu Martin?"^^^
"Apa senjata tempur milik Tuan Shine bisa berfungsi dengan baik?"
^^^"Maksudnya?"^^^
"Apa Tuan Shine tidak memiliki masalah saat sedang berada di atas ranjang?"
^^^"Martin, itu adalah rahasia bagi pasangan suami istri yang tidak boleh disebarkan atau diceritakan kepada orang lain."^^^
__ADS_1
"Masalahnya punya Tuan Shine tidak bangun meski melihat wanita yang telan_jang."
^^^"Apa? Maksudnya dia impoten? Atau bagaimana?"ย ^^^
"Bukan. Hanya saja tubuh Tuan Shine itu tidak pernah memberikan sinyal pada wanita dari dulu. Jadi pas tadi ada wanita cantik datang ke ruangannya, dia tidak memberikan reaksi apapun. Aku jadi penasaran apa Tuan Shine itu normal atau tidak."
^^^"Apa Shine ada di sana sekarang?"^^^
"Ada Nyonya."
***
Saat ini Shine sedang merayu Amira. Istrinya marah gara-gara telepon dari Martin siang tadi. Perempuan itu cemburu karena suaminya melihat wanita lain yang berpakaian seksi.ย
"Sayang, pokoknya malam ini tidak ada jatah," kata Amira dengan tegas.
Bukan Shine namanya jika tidak bisa meluluhkan hati Amira. Dia pun memeluk Amira dengan lembut dan memberikan kecupan di pipinya.
"Hanya kamu yang bisa membangkitkan ga_irah aku," bisik Shine dengan mesra.
Amira masih diam saja. Dia memasang wajahnya yang cemberut.
"Rasakan saja ini, dia sudah bangun hanya dengan memeluk tubuh dan mencium kamu, Honey. Sedangkan pada wanita lain dia tidak mau bangun," bisiknya lagi dan membuat wajah Amira merah padam.
"Berjanjilah kalau kamu tidak akan melirik wanita lain. Aku tidak mau ada perselingkuhan dan tidak mau membagi dirimu dengan wanita manapun," ucap Amira.
"Tentu saja. Aku hanya milik kamu selamanya," balas Shine dan memberikan ciuman panas pada istrinya.
Malam itu dilewati dengan lantunan melodi indah dari kedua orang yang selalu di mabuk cinta itu setiap harinya. Amira selalu saja luluh dan kalah oleh Shine.
***
"Tuan Juan, kalau Shine sudah mempunyai seorang istri yang berkewarganegaraan Indonesia," kata David pada Juan yang duduk di depan perapian.
"Apa? Kapan dia menikah?" tanya Juan tidak percaya.
"Aku mendapat kabar ini dari salah seorang pegawai di kantor perusahaan yang di pimpin oleh Shine. Katanya mereka menikah baru-baru ini," jawab David.
"Oh. Bagus kalau begitu. Kita bisa masukan wanita itu sebagai target dari menghancurkan keluarga Andersson," ujar Juan sambil tertawa terkekeh.
__ADS_1
***
Bagaimana nasib pasangan Shine dan Amira di tengah bayang-bayang penjahat yang ingin menghancurkan keluarganya? Tunggu kelanjutannya, ya.