CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 33. Shine


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.


***


Bab 33


Amira menunduk malu saat kedua anak remaja itu bicara blak-blakan ingin menjodohkan dirinya dengan Shine. Padahal tanpa mereka jodohkan pun dirinya sudah mendapat lamaran dari lelaki itu.


"Memangnya apa yang dikatakan oleh mereka bertiga?" tanya William.


"Kata Iyan, Raya dan Rain, kita harus mengawal Shine sampai ke pelaminan, bersama dengan gadis yang bernama Amira," jawab Xavier.


"Aku siap untuk membantu Aunty Cantika, untuk menggelar pesta pernikahan seorang ahli waris keluarga Andersson," lanjut Quinza.


Amira tidak bisa berkutik berada di tengah-tengah orang kaya dan terkenal di dunia. Apalagi dengan dou kembar ini yang terus saja menggoda dirinya. Namun, mereka semua memperlakukan dia dengan sangat baik.


***


Kini di ruang rawat itu hanya ada Amira dan Cantika. Orang-orang tadi sudah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Cantika sendiri sudah memperlakukan Amira seperti anak menantu lainnya.


"Makanlah dulu, Amira! Kamu juga harus bisa menjaga kesehatan. Agar saat Shine sadar nanti, dia bisa melihat kamu," titah perempuan cantik dan anggun itu.


Amira pun memakan makanan yang dibawa oleh Cantika dari rumah. Lidah Amelia belum terbiasa dengan makanan berat, makanya perempuan yang hampir menginjak kepala enam itu membuatkan masakan khas Nusantara.


Sambil menunggu Shine tersadar dari komanya, Amira dan Cantika berbincang-bincang di sofa. Kedua wanita beda usia itu terlihat sangat akrab.

__ADS_1


"Shine itu orang yang pantang menyerah, tetapi sangat suka jahil. Butuh ekstra sabar dalam menghadapi kejahilan putra aku ini," ucap Cantika tentang sisi buruk putranya.


"Aku tahu, Ma. Karena dulu sering sekali aku terkena usilnya dia. Bahkan sudah menjadi makanan sehari-hari baginya. Dalam sehari dia berapa kali terkena keusilan Shine," ucap Amira. Gadis itu tertawa kecil karena mengingat beberapa kejadian dahulu saat dia merawat Shine yang sakit karena tertabrak mobil olehnya.


"Mama harap kamu nanti bisa mau maklumi sifat Shine yang satu ini. Sepertinya sifat ini sulit dihilangkan dalam diri dia. Entah kenapa Shine dan Sky, orangnya terlalu jahil dan over protektif," lanjut Cantika.


Amira tahu hal ini, karena sejak dulu Shine sering berbuat terlalu posesif terhadap dirinya. Selain jahil, sifat Shine yang posesif sering membuat Amira kesal.


"Meski begitu mereka berdua begitu sayang terhadap keluarga," ucap Amira dengan tulus.


Selama ini Amira mengamati Shine terlihat arogan dan keras kepala. Namun, dia sebenarnya sangat peduli dan selalu khawatir terhadap keadaan orang-orang sekitarnya.


Pemuda yang mempunyai sifat keras kepala dan juga pekerja keras itu, selalu merasa gemes jika melihat orang lain yang melakukan pekerjaan atau tugasnya dengan cara berleha-leha. Dia suka bekerja dengan cepat dan tidak membuang-buang waktu. Makanya semua anak buah dia yang bekerja di perusahaannya, selalu bergerak cepat dan tidak ada waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna sama sekali. Shine tidak akan segan-segan memecat mereka yang bekerja tidak sesuai dengan keinginannya.


'Dulu aku sering sekali kena teguran Shine, karena cara kerjaku yang dianggap terlalu lambat. Padahal aku termasuk orang yang cekaten dibandingkan dengan rekan kerja yang lain.' (Amira)


Amira kini duduk di samping brankar yang ditempati oleh Shine. Dia menatap laki-laki itu dengan tatapan iba. Sudah sehari lebih Shine belum juga sadar. Ini membuat Amira merasa sedih.


'Apa yang harus aku lakukan agar kamu cepat tersadar kembali?' (Amira)


Cukup lama perempuan itu memperhatikan wajah yang dulu sering tersenyum jahil kepadanya. Kini dalam keadaan kaku dan banyak luka.


Cantika pun mengoleskan salep ke luka-luka yang ada di wajah Shine. obat ini sangat mujarab untuk mempercepat proses pemulihan luka pada kulit dan akan menghilangkan bekasnya.


Amira hanya memperhatikan wanita itu yang dengan telaten mengobati wajah putranya. Terlihat jelas ekspresi wajah yang sendu dan terluka karena melihat orang yang disayanginya sedang terkapar tak berdaya. Namun, mulut wanita itu di berhentinya merapalkan doa untuk kesembuhan pemuda itu.

__ADS_1


"Mama terlihat tegar, sedangkan aku semalam terus menangis melihat keadaan Shine ini seperti ini," gumam Amira.


"Mungkin karena aku sudah terbiasa hidup seperti ini. Mencemaskan dan mengkhawatirkan keluargaku yang selalu terancam nyawanya dalam bahaya setiap waktu," balas Cantika.


"Apa Shine sejak kecil selalu terancam bahaya?" tanya Amira.


Perhatian Cantika kini terarah kepada gadis yang duduk di seberangnya. Perempuan bercadar yang sudah berhasil mencuri hati Shine.


"Semua anakku sejak kecil sudah terancam nyawanya. Banyak sekali orang yang menginginkan nyawa mereka. Makanya aku mengirimkan Rain sejak masih kecil untuk tinggal di Indonesia. banyak orang yang tidak tahu akan keberadaan putra bungsu kami itu. Setidaknya aku ingin kehidupan dia normal seperti pada umumnya anak-anak," jelas.


"Aku baru tahu Shine dan Rain saudara, saat berkunjung ke rumah orang tua Rania. Aku juga sangat terkejut sekali karena wajah mereka tidak memiliki rupa yang sama. Ternyata Rain wajahnya didominan oleh Anda, sedangkan sen begitu mirip perjuangan papanya," aku Amira sambil menahan tawa, karena ingat betapa bodohnya dia curhat tentang laki-laki cinta pertamanya kepada kakak kandungnya.


"Itulah kenapa Shine dan Sky tidak bisa disembunyikan keberadaannya. Karena wajah mereka terlalu mirip dengan Alex dan kedua kakak laki-laki lainnya," balas Cantika.


"Aku sangat berharap kalau Shine bisa sadar secepatnya. Aku rindu mendengar kata-kata Shine yang terkesan narsis dan terlalu percaya diri akan kehebatan dirinya sendiri," kata Amira.


Cantika tersenyum tipis. Dia tahu kalau Amira sudah menaruh hati pada putranya kini. Gadis itu pun sudah terlihat jelas kalau dia sedang menanti kebersamaan mereka lagi.


"Jika, Shine sadar hari ini, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Cantika.


***


Apa jawaban yang akan diberikan oleh Amira? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya aku yang lainnya.

__ADS_1



__ADS_2