
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu
***
Bab 51
"Ini data orang-orang yang meninggal, karena dibunuh, ya?" gumam Sky sambil membuka satu persatu dokumen itu.
"Eh, nama orang ini terasa tidak asing," gumam Sky. Dia pun mencoba mengingat-ingat siapa pemilik nama itu.
"Anabella Allen dan Dominique Jose. Ini nama yang tidak asing, tapi siapa ya?" gumam Sky.
'Mereka dibunuh dengan cara kecelakaan mobil.' (Sky)
"Aku ambil saja data orang ini. Karena aku merasa tidak asing dengan nama ini," gumam Sky dan memasukan data itu ke saku jas di bagian dalam.Â
Sky pun melanjutkan lagi mencari sesuatu yang bisa dijadikan bukti kejahatan keluarga Carlos. Pada laci bawah agak sulit dibuka. Sampai-sampai Sky harus beberapa kali menariknya dengan menggunakan kekuatan penuh. Akhirnya laci itu bisa terbuka juga.Â
Terdapat banyak dokumen yang tebal di dalam laci itu. Sky pun membuka dokumen paling atas. Ternyata isinya adalah data diri anak-anak yang dipersiapkan untuk menjadi tentara pembunuh yang siap menuruti perintah Romeo dan Ramos.
"Wow, ini data yang dicari-cari. Pantas saja lacinya begitu sulit dibuka," ujar Sky sambil membuka dokumen lainnya.
Ada sekitar lima dokumen yang menarik bagi Sky. Data anak-anak, data orang yang menjadi target mereka dan data yang sudah mati. Data orang-orang yang sering melakukan transaksi jual beli obat terlarang. Data orang-orang yang bertentangan keluarga mereka, dan data harta kekayaan keluarga Carlos.
***
__ADS_1
Sementara itu, di ruang tidur utama Shine sedang menggeledah satu persatu tempat yang diperkirakan bisa untuk menyembunyikan sesuatu yang berharga. Dia membuka lemari tua yang berisi pakaian. Dia bukannya dua laci yang ada di dalam sana. Salah satu laci berisi kotak perhiasan yang isinya banyak sekali perhiasan dan beberapa kotak aksesoris wanita lainnya. Lalu, yang satunya lagi berisi 2 buah pistol dan satu kotak peluru yang berisi 6 buah biji peluru.Â
"Pistol langka," gumam Shine.
Suami dari Amara itu pun melanjutkan pencarian lainnya lagi. Kali ini dia membuka laci di meja rias. Ada sebuah laporan rumah sakit yang menyatakan kalau Bella menderita penyakit positif HIV.
"Apa ini? Benarkah ini!" Shine sangat terkejut saat membaca satu kalimat di dalam selembar kertas itu.
Selain itu ada juga selembar kertas yang menyatakan kalau Bella itu positif hamil. Ada juga beberapa sisa obat di dalam sebuah botol. Lalu, Shine pun mengambilnya. Untuk diberikan kepada Angkasa agar diperiksa.
***
Hari sudah sore Amira sedang menunggu kepulangan suaminya. Dia pun sudah mandi dan berdandan cantik. Biasanya Shine akan senang jika pulang disuguhi dirinya yang dalam keadaan rapi, wangi, dan bersih. Meski pada akhirnya Amira sering dibuat lemas di atas tempat tidur.
'Shine belum sampai ke rumah, ya?' (Amira)
"Sepertinya aku lupa diambil air minum di dapur," gumam Amira dan ke luar dari kamarnya.
Saat perempuan itu berjalan melewati ruang keluarga terdengar suara Cantika sedang memarahi seseorang. Mertua yang biasanya berbicara dengan lembut kadang tegas, kini seakan berubah menjadi orang lain.
"Awas kalau terjadi sesuatu kepada kedua anakku itu. Selamanya kamu tidur di luar!"Â
"Assalamualaikum."
Cantika mematikan panggilan itu. Terlihat dia menghela napasnya.
__ADS_1
"Ya Allah, lindungilah kedua putraku itu," gumam Cantika berdoa.
Amira merasa kalau yang dimaksud oleh Cantika adalah Shine dan Sky. Dia takut kalau sudah terjadi sesuatu pada mereka.
"Ma," panggil Amira.
"Astaghfirullahal'adzim. Ya, ada apa Amira?" tanya Cantika kepada menantunya.
"Apa Shine dalam bahaya lagi?" tanya Amira dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Cantika berjalan mendekati Amira, lalu dipeluknya sang menantu. Wanita paruh baya yaitu mencoba memberikan ketenangan terhadap istri putranya.
"Mereka orang-orang kuat dan hebat. Pasti akan baik-baik saja," ucap Cantika.
"Lalu, kenapa Mama marah-marah saat bicara di telepon, tadi?" tanya Amira.
"Itu karena Alex tidak mencegah saat Shine dan Sky pergi ke rumah tak berpenghuni itu," jawab Cantika.Â
"Bahkan mereka tidak pamit sama mama dan juga kamu, 'kan? Mama tidak suka jika ada keluarga yang pergi ke suatu tempat tidak bilang-bilang. Apalagi ini tidak pamit," jelas Cantika.
Amira pun membenarkan ucapan mertuanya. Hal ini malah membuatnya cemas dan panik. Sekarang perempuan itu pun sedang mengalami kecemasan yang melanda dirinya. Terlihat jelas di pancaran matanya.
'Ya Allah, mudah-mudahan suami hamba dan adik ipar selalu berada di dalam lindungan-Mu.' (Amira)
***
__ADS_1
Apakah Shine dan Sky akan baik-baik saja di rumah itu? Atau menemukan tempat petualangan yang baru dan seru bagi mereka berdua? Tunggu kelanjutannya, ya!