
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 78
Hari ini Shine kembali bekerja dan masih harus ditemani oleh Amira. Ternyata, dia masih suka muntah dan pusing jika tidak ada sang istri di sisi dirinya. Sifat dia berubah menjadi manja bila sedang bersama wanita itu.
Sering membuat teguran dari Martin karena sang selalu dibuat iri. Namun, Shine masa bodo dengan omelan laki-laki itu. Seperti saat ini, Martin hendak menyerahkan dokumen yang harus di tanda tangani oleh atasannya. Akan tetapi saat dia masuk ke dalam ruangan kantor, Shine sedang tidur dipangkuan Amira sambil menciumi perut istrinya.
Kepala Martin terasa cenat-cenut melihat kelakuan bosnya ini. Shine malah asyik-asyikkan bermanja-manjaan pada istrinya, sedangkan dia sendiri harus kerja keras dan lembut demi semua pekerjaannya agar selesai tepat waktu.
"Tuan Shine, bisakah Anda tanda tangani dokumen yang sudah berhasil di revisi ini, sekarang juga," kata Martin menyindir Shine dengan menekan kata-katanya.
"Kesinikan dokumennya," balas laki-laki yang masih tiduran di paha sang istri sambil menjulurkan tangannya ke arah Martin.
"Sayang, jangan seperti itu! Tidak sopan. Bekerja yang benar atau mulai besok aku tidak akan ikut ke sini lagi," ancam Amira.
Mau tidak mau Shine pun duduk dengan tegak dan mulai membaca isi dokumen itu. Kali ini dia cukup puas dengan isi perjanjiannya dibandingkan dengan yang sebelumnya. Lalu, suami dari Amira ini membubuhkan tanda tangannya.
"Shine, Tuan Angkasa meminta kamu untuk datang ke markas pusat untuk membicarakan sesuatu," ucap Martin sebelum dia pergi.
"Honey, aku akan ke kantor pusat. Kamu akan pulang," kata Shine sambil menuntun Amira bangun dari kursi.
"Sayang, kamu harus hati-hati dan jangan sering melamun," ucap Amira sambil membelai pipi suaminya.
"Martin kamu tunggu aku di mobil!" perintah Shine.
"Hei, Tuan aku di sini untuk mengurus perusahaan dan mengambil alih tugas kamu," ujar Martin gemas.
Shine hanya menyeringai. Dia suka sekali membuat Martin emosi.
'Rasakan, karena sudah mengganggu kesenangan aku. Maka, kamu harus lembur biar tidak bisa pergi kencan.' (Shine)
***
Shine meminta Abe untuk mengantarkan Amira pulang ke rumah. Selain itu akan ada beberapa tim keamanan yang menyertainya.
Meski dia tidak merasa tenang jika tidak berada di sisi Amira. Shine berusaha berserah diri, dia menyerahkan keselamatan istrinya kepada Allah. Sebab, Dia itu sebaik-baiknya Pemberi Perlindungan, sedangkan dirinya hanyalah makhluk yang lemah.
Diciumnya kening Amira saat akan masuk ke dalam mobil. Lalu, dipeluk dan dihirup wangi di leher sang istri.
__ADS_1
"Hati-hati, ya. Kalau ada apa-apa, meski itu hal yang dirasa mencurigakan meski sesuatu yang kecil, jangan anggap remeh. Langsung tekan tombol kecil di jam tangan ini, ya." Shine bicara masih pada posisi memeluk Amira.
"Iya. Biarkan Allah yang menjaga aku. Sayang, juga jangan banyak melamun. Fokus dengan apa yang sedang dikerjakan," ucap Amira.
"Rasanya aku ingin mencium bibirmu saat ini, Honey," bisik Shine.
Amira pun membawa Shine masuk ke dalam mobil. Abe pun turun dari sana. Kini hanya ada Amira dan Shine yang sedang berciuman. Mereka saling mencumbu memberikan kepuasan untuk pasangannya.
"Sudah sana pergi! Kasihan kak Angkasa menunggu terlalu lama," kata Amira dengan napas yang memburu.
"Baiklah, assalamu'alaikum." Shine sekali mengecup bibir Amira yang terlihat bengkak akibat ulahnya.
"Wa'alaikumsalam." Senyum manis di lemparkan untuk suaminya.
***
Mobil yang membawa Shine melaju dengan kecepatan batas yang diizinkan sesuai aturan pemerintah. Mereka tidak mau berurusan dengan pihak polisi hanya gara-gara mengendari mobil dengan kecepatan tinggi.
"Sepertinya kita di buntuti lagi," ucap sopir yang mendampingi Shine.
"Putar arah, masuk ke hutan," ujar Shine.
Akan tetapi, saat mobil ambil jalur lain ada telepon masuk ke handphone milik Shine. Terlihat nama Angkasa di sana, lalu dia pun menggeserkan tombol hijau.
Angkasa membentak pada Shine yang hendak membuka mulutnya. Hal ini membuat sang adik terkejut.
"Ada apa, Kak?"
^^^"Kembali ke jalan utama pusat kota. Kamu itu bodoh, apa! Sudah jelas-jelas sekarang sedang diincar, malah ambil jalan sepi." ^^^
"Baiklah."
Shine pun meminta sopir untuk putar balik ke jalan utama. Namun, laki-laki di depannya itu malah terus saja melajukan kendaraannya menuju jalur hutan.
"Hei, apa kamu tidak dengar perintah Tuan Shine," ucap orang yang duduk di samping sopir.
JLEP!
Sopir itu menembakan pistol yang memakai selongsong peluru ke arah kepala bodyguard yang menyertai Shine saat ini. Melihat itu, Shine baru sadar kalau orang yang sudah menjadi sopir itu bukanlah dari tim keamanan keluarga Andersson.
Shine menekan tombol tanda bahaya yang ada di jam tangannya. Dia tetap berusaha tenang dan tidak ingin membuat dirinya lebih dalam bahaya lagi.
__ADS_1
"Siapa kamu?" tanya Shine.
"Aku? Siapa pun aku, itu tidak penting bagi kamu," jawab laki-laki yang wajahnya tidak asing bagi Shine.
Dia yakin kalau orang itu adalah tim keamanan yang sering menjadi sopir dirinya jika Abe tidak bisa atau sedang libur.
"Sepertinya aku akan mati penasaran. Kenapa Ask suaranya jadi berubah dan juga kenapa telinga juga jadi kecil begitu," ucap Shine. Dalam hatinya dia berharap kalau mobil yang mengawal di belakang sadar dengan keanehan yang sedang dialami olehnya.
"Tenang saja, Tuan Shine. Anda akan tahu siapa aku sebenarnya, sebelum kamu mati," balas si sopir.
"Wah, kalau begitu—"
DUAR!
Shine langsung mengalihkan pandangannya ke arah bunyi suara ledakan keras barusan. Ternyata mobil yang mengikutinya kini sudah hancur dihantam bom. Tinggal menyisakan kobaran api yang menyala sangat besar.
"Tidak. Teman-temanku, tim keamanan keluarga Andersson," lirih Shine dengan tenggorokan yang terasa tercekat dan sangat sakit.
Kini hanya ada Shine dan si sopir yang menyamar sebagai orangnya. Sebenarnya Shine membawa senjata dan bisa membunuh si sopir, tetapi dia tidak melakukan. Sebab, dia ingin tahu, akan dibawa ke mana oleh musuhnya.
***
Siapakah sopir itu? Akankah Shine tertangkap oleh musuh? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya aku yang lainnya. Cus kepoin novelnya.
"Tetanggaku ... Mantanku"
Apa jadinya jika tiga pasang pengantin baru bertetanggaan dengan para mantan kekasih mereka?
Adelia, menerima perjodohan dengan Andra. Seorang laki-laki yang tidak dikenalnya sama sekali. Dia mau menerima perjodohan itu setelah putus dari Bram yang kedapatan tidur bersama dengan Bella.
Andra, ingin balas dendam kepada Citra yang sudah mengkhianatinya, hanya untuk bisa menikah dengan Candra, seorang pengusaha kaya. Kakeknya berjanji akan memberikan semua harta kekayaannya, jika dia mau menikah dengan Adelia.
Siapa sangka saat mereka memulai kehidupan rumah tangga, malah bertetangga dengan para mantan.
Ketiga pasangan itu, untuk memanasi para mantan, rela melakukan sandiwara. Yaitu, selalu bersikap romantis dengan pasangannya, jika di depan para mantan mereka.
Apakah mereka akan jatuh cinta pada pasangannya saat ini?
Atau mereka akan kembali pada mantan masing-masing?
__ADS_1