CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 79. Menyusup Ke Markas Musuh (1)


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 79


Beberapa saat sebelumnya ….


Gerbang tinggi dan kokoh tidak menjadi halangan bagi Angkasa dan timnya. mereka mampu melewati gerbang itu dengan menggunakan alat yang bernama "kaki cicak". Peralatan yang dibuat oleh Langit agar bisa berjalan di dinding. Alat yang dipakai di kedua tangan dan kaki membuat penggunanya bisa dengan leluasa berjalan di tempat yang tinggi.


Begitu mereka bisa melewati gerbang, dengan cepat mereka berjalan mengendap-ngendap di balik bayang-bayang dinding yang gelap. Mereka pun berlari sambil membungkuk dan bersembunyi di tempat yang kira-kira tidak terlihat oleh musuh.


Salah seorang Tim Keamanan menembak kepala atau jantung tiga orang anak buah David. Mereka menggunakan pistol khusus yang tidak akan membunyikan suara saat ditembakkan, karena sudah makai peredam suara.


"Amankan mayat ketiga orang itu! Jangan sampai musuh menyadari kedatangan kita," perintah Angkasa dan tiga orang Tim Keamanan langsung berlari dan menyembunyikan mayat itu di belakang tumpukan sampah.


Mereka pun melanjutkan kembali penyusupan itu. Kali ini ada lima orang anak buah David yang sedang berjaga di depan halaman rumah. Masing-masing orang menembak musuh dan langsung mati di tempat.


"Biarkan saja mereka kita lanjut masuk saja!" titah Angkasa saat menyadari kalau penyusupan mereka sudah diketahui oleh musuh.


"Ada musuh! Ada musuh yang datang!" teriak orang dari atas balkon.


"Tangkap mereka semua!" perintah seseorang.


"Si_al! Sekarang bagaimana, Tuan?" tanya salah seorang Tim Keamanan kepada Angkasa.


"Sudah terlanjur ketahuan, kita serang saja mereka!" perintah anak sulung pasangan Alex dan Cantika.


DOR! DOR!


Jep! Jep! (Anggap saja suara pistol yang tim keamanan yang memakai peredam suara 🤭)


Maka terjadi baku tembak antara anak buah David dengan Angkasa dan timnya. Sambil melakukan penembakan, Angkasa dan timnya bersembunyi di balik pilar-pilar tembok besar yang ada di dalam ruangan itu. Untungnya mereka juga menggunakan pakaian anti peluru.


"Serang mereka! Jangan biarkan penyusup itu hidup!" teriak seorang laki-laki yang berada di lantai atas.


DOR! DOR!


Jep! Jep!

__ADS_1


Saat mereka sibuk baku tembak, Angkasa langsung menembak laki-laki yang ada di atas sana dan tepat mengenai kepalanya. Orang itu pun jatuh tersungkur mati di tempat.


Anak buah David yang ada di sana terkejut saat melihat orang di atas tiba-tiba saja mati dan jatuh ke hadapan mereka. Otomatis itu membuat mereka semakin panik dan ketakutan.


Jep! Jep!


Tentu saja situasi ini dimanfaatkan oleh Angkasa dan timnya untuk menyerang mereka balik. Musuh-musuh yang terlihat langsung saja mereka tembak. Kini keadaan musuh sudah benar-benar terpojok.


***


Shine dan timnya mendengar suara tembakan yang bertubi-tubi dari arah depan. Mereka tahu kalau saat ini tim Angkasa sedang berhadapan dengan musuh.


"Tuan Shine apa yang harus kita lakukan saat ini?" tanya salah seorang Tim Keamanan.


"Kita naik saja ke lantai atas. Biarkan lantai bawah menjadi urusan ke Angkasa dan timnya," jawab Shine.


Kelima orang itu pun berlari menaiki anak tangga yang ada di dekat tembok paling pojok. Begitu mereka sampai di lantai dua, ada beberapa orang yang menghadang mereka dan langsung menembakkan pistolnya.


DOR! DOR! DOR!


"Berlindung. Berhati-hatilah kalian jangan sampai mati!" Shine berteriak memberikan perintah.


"Kya-aaak!"


"Kya-aaak!"


Para musuh pun satu persatu mati terkena tembakan dari Tim Keamanan. Namun, musuh itu terus berdatangan.


"Tuan Shine, kita hampir kehabisan peluru," kata salah seorang Tim Keamanan yang posisinya dekat dengan Shine.


Peluru cadangan milik Shine pun tidak tersisa satu kotak lagi. Jadinya, tidak bisa memberikan stok peluru itu kepada rekannya. Sementara itu, mereka saat ini sedang berada di markas musuh. Dia benar-benar tidak boleh sampai kehabisan pelurunya.


"Ambil senjata milik musuh dan gunakan saja itu!" perintah Shine.


Maka, Tim Keamanan pun merampas senjata milik musuh mereka yang sudah mati. Senjata itu digunakan untuk membalas serangan lawan.


DOR! DOR!


DOR! DOR!

__ADS_1


Baku tembak pun terjadi kembali antara tim keamanan dengan anak buah David di lantai dua. Shine dan teman-temannya terus maju berusaha mendesak musuh. Mereka mencari keberadaan David dan beberapa orang penting lainnya yang dulu merupakan bagian dari kelompok Flamingo.


"Sepertinya sesudah tidak ada lagi musuh di lantai ini. Apa kita naik lagi ke lantai atas?" tanya salah seorang Tim Keamanan kepada Shine.


"Kita periksa dulu setiap ruangan di lantai dua ini. Siapa tahu ada musuh yang masih bersembunyi di sini," jawab suami dari Amira.


"Baik, Tuan!" Mereka pun berpencar membuka setiap pintu ruangan.


Saat Shine dan dua Tim Keamanan masuk ke sebuah ruangan yang cukup besar. Di dalam sana ada beberapa peti barang yang bertumpuk di beberapa bagian ruangan itu.


DOR! DOR!


Benar saja ada beberapa anak buah David yang bersembunyi di sana dan menjadikan peti-peti itu sebagai tempat bersembunyi dan berlindung. Untungnya Tim Keamanan menggunakan seragam khusus anti peluru. Mesti tembakan itu mengenai tubuh mereka tetapi tidak bisa menembusnya.


Jep! Jep!


Shine berhasil mengenai beberapa musuhnya dan langsung mati di tempat. Sementara itu Tim Keamanan terkena beberapa kali tembakan. Meski tidak sampai tembus, tetap saja tubuh mereka merasakan kesakitan. Akibat dari tembakan peluru tajam yang menghantam tubuhnya.


"Bertahanlah kalian! Sebaiknya kita habisi musuh secepatnya!" perintah Shine pada rekannya.


"Baik, Tuan Shine!"


DOR! DOR!


DOR! DOR!


Baku tembakan kembali terjadi di ruangan itu. Shine dan Tim Keamanan, berusaha untuk menghabisi lawannya secepat mungkin.


'Semoga saja Kak Langit segera datang dan membawa bantuan. Peluru menurut aku sudah habis tinggal beberapa biji lagi.' (Shine)


***


Sementara itu, di sebuah ruangan yang cahayanya remang-remang. Terlihat seorang laki-laki sedang berdiri, lalu berjalan ke arah sebuah kursi di mana ada seseorang sedang terikat di sana. Dia menarik penutup kepala orang itu.


Ketawanya langsung menggema di ruangan yang kosong, lembab, dan dingin. Laki-laki itu senang sekali melihat ada buruan yang selama ini dia incar. Kini sudah berada di tangannya.


"Senang bisa melihat Anda, Nyonya Shine Andersson," katanya sambil berbisik dan diikuti senyum yang menyeringai.


***

__ADS_1


😱 Apakah Amira benar tertangkap oleh musuh? Atau orang lain yang menyamar? Bagaimana reaksi Shine saat tahu istrinya berada di tangan musuh? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2