
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kita semua diberikan kelancaran dalam segala urusan.
***
Bab 54
Keempat saudara mula-mula masuk ke ruang kerja yang dikatakan oleh Sky ada ruang bawah tanah. Langit dan Angkasa memeriksa lantai yang diperkirakan pintu menuju ke ruang bawah.
Langit menyalakan sebuah geretan, melalui api yang menyala dia mencari di mana aliran udara berhembus. Saat langit mendekatkan geretan dekat karpet, api itu bergoyang menandakan kalau di sana ada udara yang bergerak.
"Bingo! Kita menemukan di mana pintu itu," ucap Langit dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.
"Di mana?" tanya ketiga saudara lain.
"Dibalik karpet ini," jawab lagi sambil menunjuk ke bawah.
Lalu Shine dan Sky menarik karpet itu, di sana ada sebuah celah kecil. Ketika diangkat oleh angkasa ada sebuah tuas yang bisa dipakai untuk membuka pintu menuju ke lantai bawah.
Angkasa mengarahkan lampu senternya ke bawah sana ternyata merupakan jalur anak tangga yang sangat panjang. Ruangan itu sangat gelap dan pengap serta bau jamur. Membuat jiwa petualangan mereka membara.
"Ayo, kita turun!" ajak angkasa kepada ketiga adiknya.
Mereka berempat berjalan beriringan karena anak tangga itu cukup sempit. Entah seberapa dalam ruangan itu karena sudah lima menit mereka masih menuruni anak tangga.
"Banyak sekali anak tangga ini," ucap Shine.
"Benar sepertinya ini sudah lebih dari 10 meter kedalaman dari lantai dua tadi," lanjut Sky.
"Bagaimana menurutmu, Langit? tanya Angkasa pada kembarannya.
__ADS_1
"Sebenarnya ini tidak terlalu dalam hanya saja tangga ini berbentuk memutar," jawab Langit.
"Apa?" Shine dan Sky sangat terkejut.
Tidak berapa lama mereka pun sampai di sebuah ruangan yang luas. Terdapat pintu besi seperti penjara yang berjajar di jalur kiri dan kanan.
"Apa ini sebuah penjara?" tanya Shine.
"Ya, sepertinya begitu," jawab Langit sambil menengok ke salah satu ruangan dan mengarahkan lampu senter ke sana.
Mereka memeriksa satu persatu ruangan itu. Hanya ruangan kosong yang terdapat tempat tidur bertingkat ada juga yang kosong tanpa ada apa-apa hanya ada rantai yang terpasang di dinding. Namun ada juga ruangan yang isinya sebuah kursi dan rantai yang memiliki bandulan besi.
"Hei, lihat di dalam ruangan sel ini ada sebuah tengkorak!" teriak Sky yang berjalan duluan ke sel urutan kelima.
Angkasa pun ikut melihat ke dalam dan benar saja ada sebuah karangan tengkorak yang duduk di atas sebuah kursi. Saat dia ingin memasuki ruangan itu pintunya terkunci dan sulit untuk dibuka.
"Shine, tolong tentang pintu ini sekuat tenaga!" pinta Angkasa.
"Hebat!" puji kembarannya sambil bertepuk tangan.
Keempatnya mau masuk di ruangan itu dan memeriksa kerangka manusia yang sedang duduk di kursi kedua tangan diikat di sisi dan kanannya. Begitu juga dengan kedua kaki. Angkasa yang seorang dokter bisa mengetahui jenis kelamin kerangka tengkorak itu.
"Dia seorang laki-laki," kata anak sulung pasangan Alex dan Cantika.
"Kira-kira siapa dia?" tanya Langit sebagai berikut pemeriksa kerangka tengkorak.
"Mungkin korban kekejaman Romeo atau Ramos," jawab Shine.
"Itu bukan jawaban yang ingin kita dengar," balas Sky pada kembarannya.
__ADS_1
"Kita ambil rambut dan foto kerangka tengkorak ini untuk berkas. Untuk pemeriksaan selanjutnya biar jadi urusan polisi," ucap Angkasa.
Mereka pun melanjutkan memeriksa ruangan yang lainnya lagi. Ternyata ada sebuah ruangan yang luas dan diduga kalau ruangan itu adalah tempat penyiksaan. Siapa banyak alat-alat yang sering dipakai oleh orang zaman dahulu saat mengintrogasi seseorang.
"Isssh, ngeri bener ini alat-alat eksekusinya," ucap Sky sambil mengarahkan lampu senter pada benda-benda yang terbuat dari besi yang ada di atas meja.
"Berarti benar kalau Romeo Smith dan Ramos Carlos adalah seorang psikopat," ucap Shine.
"Bagiku mereka itu adalah makhluk menjijikan yang tega berbuat hanya kepada orang lain," ucap Langit.
"Benar, mereka bukanlah manusia tetapi iblis," lanjut Angkasa yang sedang memeriksa dinding di ruangan itu. Di mana ada banyak bekas darah.
"Hei, apakah zaman dulu penyiksaan dengan model seperti ini sudah lazim?" tanya Shine saat melihat banyak bekas kuku dan kerangka jari manusia.
"Bagi manusia yang abnormal, mereka suka menyiksa orang secara perlahan," jawab Angkasa.
Mereka pun menuju ke ruang sebelahnya lagi. Hanya saja Langit memiliki ruangan yang ada di depan.
"Aku sungguh tidak bisa memaafkan perbuatan mereka ini," ucap Langit dengan penuh amarah saat melihat ada beberapa kerangka anak-anak di ruangan itu.
"Mereka benar-benar iblis!" Angkasa pun ikut marah setelah masuk ke ruangan yang dimasuki oleh Langit.
Angkasa cari teringat kejadian yang menimpa dirinya saat dia masih kecil. Dia dan Bintang diculik oleh kelompok mafia. Mereka berdua suka dia masukkan ke dalam ruangan sel seperti ini. Keduanya didudukan pada sebuah kursi dengan tangan dan kaki terikat. Menyaksikan secara langsung bagaimana pertempuran papanya dengan para penjahat itu. (Untuk kisahnya baca di Trio Kancil 😁)
Ada lebih dari balasan kerangka anak kecil di dalam sana. Itu membuat hati Angkasa dan Langit terasa teriris.
"Sebaiknya kita lanjut ke ruang rahasia yang ada di ruang kamar utama!" ajak Angkasa pada saudaranya ketika selesai memeriksa seluruh ruang sel yang ada di sana.
***
__ADS_1
😱😱😱 Keluarga Juan kejam apakah laki-laki lumpuh itu juga kejam? Ada apa di ruang rahasia di ruang kamar tidur utama? Tunggu kelanjutannya, ya!