CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 46. Amira Menjadi Nyonya Andersson


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan dalam segala urusan.


***


Bab 46


Amira kini belajar menjadi seorang menantu dari keluarga Andersson. Hal yang tak pernah dia duga adalah mengharuskan dirinya memahami bagaimana cara mengelola keuangan keluarga. Selanjutnya harus bisa membantu suami dalam bekerja, karena terlalu banyaknya perusahaan yang dimiliki oleh keluarga itu. Makan cantik mengawasi lebih dari 10 perusahaan yang berada di bawah naungan Galaxy Group. Permainan adalah Alex serta anak-anak dan cucu-cucunya.


"Aku harus belajar ilmu bisnis, Ma?" tanya Amira kepada Cantika saat dia mempelajari buku keuangan keluarga Andersson, bukan perusahaan. 


"Iya. Belajarlah sedikit demi sedikit nanti kamu akan terbiasa dan bisa," jawab Cantika.


'Mengatur keuangan untuk keluarga saja sudah sulit seperti ini, apalagi jika mengurus perusahaannya?' (Amira)


Bagi Amira pekerjaannya lebih mudah saat menjadi asisten Shine, dulu. Jika dibandingkan dengan mengajar keuangan keluarga Andersson. Sebab, begitu banyak memiliki pekerja dengan berbagai jabatan yang mana bahagia tiap orangnya berbeda-beda tergantung resiko yang mereka tangani dan berapa lama mereka bekerja.


'Masya Allah, ini beneran gaji mereka sebesar ini?' (Amira)


Amira sangat terkejut melihat nominal gaji para pegawai di kediaman mansion Andersson. Jika dalam bentuk rupiah gajinya mencapai ratusan juta, untuk bekerja yang beresiko mempertaruhkan nyawa. Jika, pekerjaannya di rumah nilainya puluhan juta.


'Pantas saja rumah sebesar ini terlihat rapi dan bersih. Pekerjaannya saja lebih dari 100 orang.' (Amira)


Amira tidak tahu kalau semua pekerjaan di rumah itu dituntut akan kesetiaan dan juga harus bisa melindungi tuannya. Alex hanya mau mempekerjakan orang-orang yang bisa dipercaya olehnya. Laki-laki itu paling tidak disukai oleh sebuah penghianatan. 


'Jika gajinya sebesar ini, bisa makan satu bulan penuh untuk para penduduk di satu desa.' (Amira)


Perempuan itu sedang menghitung pengeluaran untuk para bodyguard. Di mana nominal gajinya bikin dia lemas. Gaji dia sebagai dokter spesialis anak tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pegawai di rumah mertuanya.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Cantika ketika melihat Amira terdiam dan terlihat sedang berpikir.


"Ma, apa gaji pegawai di sini tidak terlalu kebanyakan? Rata-rata gaji mereka di atas ratusan juta setiap bulannya," tanya sang menantu.


"Tidak itu sudah sesuai dengan perhitungan Alex. Karena semua orang yang bekerja pada Alex resiko mempertaruhkan nyawa mereka. Bahkan seorang tukang kebun nyawa mereka bisa menjadi taruhan," jawab Cantika.


'Jangan-jangan Amira belum tahu kalau nyawa keluarga kami itu selalu menjadi incar para penjahat yang menginginkan kekuasaan.' (Cantika)


'Apa Shine tidak pernah memberi tahu Amira resiko jika menjadi pendamping hidupnya.' (Cantika)


Amira sudah menyelesaikan pembukuan keuangan untuk mansion Andersson. Namun, betapa terkejutnya lagi saat dia membuka laporan yang lain. Ternyata setumpuk dokumen yang di depan yaitu adalah catatan pengeluaran untuk semua kediaman yang dimiliki oleh keluarga Andersson.


'Sebenarnya berapa banyak jumlah rumah mereka?' (Amira)


Sang menantu sangat shock seterah mengecek semua tumpukan dokumen itu. Isinya adalah catatan pengeluaran untuk semua pegawai yang ada di kediaman yang dimiliki oleh orang tuanya.


'Aku ingin tahu berapa banyak pendapatan mereka setiap bulannya. Untuk para pegawai di rumah mereka saja lebih dari miliaran dollar.' (Amira)


'Kepala aku jadi sakit memikirkannya.' (Amira)


***


"Juan Carlos, masih hidup? Mana mungkin? Bukannya dia itu salah satu orang yang mati saat kalian menghabisi kelompok mafia Itu dulu?" Akira melirik ke arah Alex.


"Ya, sepertinya begitu. Dia benar-benar memiliki banyak nyawa," balas Alex.


"Bukannya Papa dulu perah bilang kalau penjahat itu memiliki banyak nyawa," ujar Shine dan mendapat pelototan dari Angkasa. Laki-laki itu pun membalas dengan menyeringai.

__ADS_1


"Penjahat dan pahlawan hampir sama saja. Perbedaan mereka diibaratkan dengan setipis kertas tisu. Bisa saja bagi suatu kelompok dia dianggap sebagai penjahat, tetapi bagi kelompok lainnya dia adalah seorang pahlawan. Begitu juga sebaliknya, bisa saja dia dianggap pahlawan oleh kita, tetapi sebaliknya dianggap penjahat oleh karena melawan kita," jelas Alex.


"Orang itu dikatakan penjahat atau pahlawan, penguasa atau pemenanglah yang menentukan," lanjut Akira. Begitulah pemikiran dua orang yang bersahabat dengan latar kehidupan yang berbeda.


"Juan Carlos itu sangat licik, iya bisa memanipulasi keadaan dan pikiran seseorang," lanjut Alex agar orang-orang di sana bisa berhati-hati.


Pertemuan ini menghasilkan siapa orang di balik layar yang ingin menghabisi ahli waris keluarga Andersson. Bahkan Shine dan Sky diminta untuk selalu waspada dan membawa senjata ke mana pun mereka pergi.


Alex masih tidak menyangka kalau pelaku kejahatan itu adalah orang dari masa lalu yang balas dendamnya tidak tuntas. Maka, sekarang dia ingin melanjutkan lagi di generasi keempat.


Langit memberikan senjata baru untuk kedua adik kembarnya ini. Senjata yang simpel dan ringan, sehingga bisa dibawa ke mana pun di dalam saku celana atau jasnya. Sebab, dia tahu Shine adalah tipe orang yang tidak suka banyak membawa barang setiap pergi ke mana-mana.


"Sekarang kamu sudah punya Amira, jadi usahakan untuk terus bertahan hidup jangan biarkan istrimu menjadi janda," ucap Langit menggoda adiknya.


"Amit-amit, tidak akan aku biarkan Amira menjadi janda! Malam pertama saja kita belum pernah kita lakukan," gerutu Shine.


"Apa? Kamu belum melakukan malam pertama? Kasihan sekali," ejek Angkasa dan Langit.


"Bagaimana kami akan melakukan malam pertama. Jika ada satpam di dekat kami," omel Shine.


"Satpam?" Angkasa dan Langit mengulang sebagian ucapan Shine.


Sky yang merasakan akan datangnya bencana yang terjadi padanya, langsung saja dia kabur. Sebelum kakak-kakaknya memarahi dia karena sudah mengganggu malam pertama Shine dan Amira.


"Sky!" teriak ketiga laki-laki itu.


***

__ADS_1


Bagaimana nasib Sky nanti? Apakah dia akan mendapatkan hukuman dari Shine? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2