CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 7. Ulah Sky


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih Bunga, Kopi, Vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 7


Amira tidak tahu harus berkata apa saat ini. Dia sudah melakukan penganiayaan terhadap orang lain yang bahkan tidak dikenal baik olehnya. Untuk mengatakan kata maaf saja, lidahnya terasa kelu.


Sky yang awalnya tidak tahu kalau perempuan ini adalah Amira, kini mulai menjahilinya. Dia tahu kalau perempuan ini adalah incaran saudara kembarnya.


"Aduh, Bram. Kepala aku sakit!" Sky memegang kepala dan pura-pura mengerang kesakitan.


Amira menjadi panik melihat orang yang sudah dipukuli olehnya mengerang kesakitan. Dia pun mendekat berniat menolong.


"Bram, cepat bawa aku ke rumah sakit. Sepertinya aku harus mendapatkan penanganan saat ini juga," ucap Sky dengan merintih.


Laki-laki yang bernama Bram itu dalam keadaan bingung. Dia berpikir mana mungkin pukulan seorang gadis lemah itu bisa membuat seorang laki-laki bernama Sky kesakitan.


Merasa orang yang di depannya malah diam saja, maka Sky pun memberikan kode padanya. Dia harap Bram bisa ikut dalam rencananya.


"Baik, Tuan. Aku akan bawa Anda secepatnya ke rumah sakit. Tapi, bagaimana dengan tuan Shine?" tanya Bram dengan berbisik.


"Itu nanti urusannya," balas Sky dengan berbisik.


Kini Sky memalingkan wajahnya ke arah Amira. Dia melihat gadis itu sedang menatap ke arahnya.


"Hey, Nona! Kenapa diam saja? Anda tidak mau bertanggung jawab atas perbuatan Anda barusan," ucap Sky.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Amira gugup dan pikirannya menjadi buntu.


Amira merasa bersalah dan sudah mendzolimi orang lain. Apalagi kepada orang yang tidak dikenal ataupun mengenal dirinya.


"Ya, ikut ke rumah sakit, atau apa gitu, sebagai rasa tanggung jawab kamu kepada aku," ucap Sky.


Amira pun ikut ke rumah sakit dengan menggunakan mobil miliknya sendiri. Namun, sebelum pergi, dia menghubungi Shine terlebih dahulu. Dia mengatakan kalau dirinya harus ke rumah sakit untuk mengantarkan Sky.


Sementara itu, di gedung apartemen lantai 25. Shine menggerutu terus karena Amira memilih pergi ke rumah sakit demi Sky.


"Awas kamu, Sky! Aku bilangin sama mama, biar kamu mendapatkan hukuman." Shine tahu kalau mereka itu tidak akan sanggup, jika mendapatkan amukan dari mamanya.


Shine yang saat ini masih terbatas dalam menggunakan anggota tubuhnya memutuskan memesan makanan delivery. Selian itu, dia juga mencari baju untuk ke kantor hari ini sendiri. Padahal baju kemeja dan jas miliknya ada di bagian atas. Mau tidak mau dia harus menggunakan kruk. Selama ini, Amira yang selalu menyiapkan semua keperluannya. Bukannya Shine tidak bisa melakukan hal semua ini sendiri, akan tetapi dia ingin merasakan bagaimana rasanya punya seseorang yang melayani keperluannya sehari-hari. Dia merasa kalau dirinya dan Amira seperti pasangan suami istri.


"Sky, jika aku mengendus bau kalau kamu ingin merebut Amira dari tangan aku. Maka, aku tidak akan segan-segan membalas perbuatan kamu," ucap Shine yang baru selesai mempersiapkan dirinya untuk pergi ke kantor.


***


"Ada apa ini?" tanyanya pelan.


"Kakak, jangan ikut campur, ya," balas Sky dengan berbisik.


Ghazali baru mengerti saat Amira masuk ke ruang UGD. Dia merasa sangat senang melihat ada pimpinan sekaligus pemilik rumah sakit ini, ada di sana.


"Dokter Ghazali, tolong orang ini. Aku tadi memukul kepalanya pakai tas dan dia mengerang kesakitan," ucap Amira dengan nada suaranya yang panik dan penuh harap.


Ghazali tahu kalau adik iparnya ini sedang berbohong. Tubuhnya tidaklah selemah itu, dia yakin kalau Sky sedang melakukan sesuatu.

__ADS_1


"Sini, biar aku saja yang menangani orang ini." Ghazali tahu sifat si kembar yang suka jahil ini. Maka, dia pun akan membalas kelakuannya ini.


"Kak Ghaza, jangan macam-macam! Awas, nanti aku adukan sama Kak Bintang," bisik Sky saat Ghazali mulai memeriksa kepalanya.


"Kalian berdua jangan macam-macam kepada dokter yang bekerja di sini. Kalau sampai terjadi sesuatu pada Amira, aku pastikan mama kalian akan turun tangan," balas Ghazali dengan berbisik.


Sky yang mendapat ancaman balik dari Ghazali langsung duduk tegak di atas brankar. Dia pun tersenyum lebar pada dokter tampan meski sudah memasuki usia paruh baya, tetapi masih terlihat seperti usia 30 tahun-an.


"Dokter, sepertinya Anda punya punya 'Tangan Dewa', rasa sakit di kepala aku langsung hilang," kata Sky dengan senyum dan tawa kaku.


Ghazali bersorak dalam hatinya, 'Kamu masih belum bisa mengalahkan aku yang sudah senior ini.'


Kejahilan Sky dan Shine itu tidak beda jauh dengan sepupunya yang lain. Namun, belum bisa mengalahkan kejahilan Ghazali dan Trio Kancil.


Amira yang awalnya tidak percaya, menjadi merasa sangat senang karena tidak terjadi sesuatu pada Sky. Dia takut kalau perbuatanya itu memberikan dampak buruk kepada orang lain.


"Alhamdulillah." Amira tersenyum lega di balik cadarnya.


"Dokter Amira, mulai minggu besok sudah boleh masuk kerja lagi. Untuk urusan pasien yang bernama Shine itu akan aku ambil alih pengawasannya," ucap Ghazali.


Sky membelalakkan mata, dia yakin kalau Shine pasti akan protes pada kakak iparnya ini. Namun, apa daya hanya Bintang yang bisa menjinakkan seorang Ghazali.


'Shine akan ngambek nggak, ya? Ish, aku tadi niatnya nggak begini. Ini gara-gara Om Ghaza!'


***


Bagaimana reaksi Shine saat Ghazali ikut campur dan meminta Amira kembali bekerja di rumah sakit? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2