CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 47. Sore Pertama


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.


***


Bab 47


Shine pulang ke rumah saat menjelang sore hari. Kondisi lokasi tubuhnya juga sudah mulai sembuh. Jika orang lain, enam bulan saja belum tentu bisa seperti Shine saat ini.


"Assalamualaikum, Honey." Shine masuk ke kamarnya dan memberikan salam untuk Amira.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh, Sayang. Apakah pulang kerja selalu jam empat?" tanya Amira sampai rumah cium tangan suaminya.


"Biasanya jam 05.00 atau jam 06.00 sore, tetapi mulai saat ini aku akan usahakan pulang lebih cepat," jawab Shine siapa yang memeluk tubuh istrinya.


"Kalau begitu aku akan siapkan air dulu untuk mandi. Biar Sayangku ini bisa membersihkan badan terlebih dahulu dari kuman yang ada di luar sana," ucap Amira.


"Kita mandi bersama, yuk!" ajak Shine dan itu membuat Amira sangat malu, sampai wajahnya berubah merah.


"Yuk!" ajak Shine lagi.


"A-ku belum siap," lirih Amira sambil menundukkan wajahnya. Kedua tangannya itu menyentuh jemari tangan Shine.


Perbuatan Amira ini membuat Shine merasa gemas. Lalu, Shine pun mencium istrinya.


"Jika kita telah melakukan malam pertama kita, maka kita akan mandi bersama," bisik Shine.


Amira hanya menganggukkan kepala saking malunya dia. Dalam pikirannya, dia sudah memikirkan yang tidak-tidak.


'Ya Allah, malu sekali! Belum juga kita memulainya, tubuh aku sudah merasa meremang. Astaghfirullahal'adzim.' (Amira)

__ADS_1


Amira buat menyiapkan segala keperluan Shine. Hal seperti ini bukan untuk pertama kali dia melakukannya. Dulu saat menjadi asisten Shine, dia juga bertugas untuk menyiapkan segala keperluan tuannya itu.


Akan tetapi, di kamar ini semua barang milik Shine sangat banyak sekali. Amira sampai bingung memilihnya.


"Dia dikasih baju yang seperti apa, ya?" Amira bermonolog.


Tanpa dia sadari kalau saat ini sang suami sudah berdiri di belakangnya. Amira terlonjak kaget, saat ada dua lengan kokoh itu memeluk tubuhnya.


"Astaghfirullahal'adzim. Sayang, kamu mengagetkan aku saja!" pekik Amira.


Shine hanya tertawa kali melihat ekspresi istrinya yang dibuat kaget. Lalu, dia memberikan sebuah ciuman di keningnya. Laki-laki itu pun mencium kedua pipi, kedua kelopak mata, hidung, dagu, dan bibir ranumnya. Ciuman yang semula lembut saling menye_sap berubah menjadi melu_mat. Pagutan mesra dan saling membalas kedua sejoli itu lupa diri.


Shine menarik tubuh Amira dengan lembut dan menuju ke atas tempat tidur. Mereka duduk dengan Amira berada di pangkuan sang suami. Ciuman itu terlepas hanya beberapa detik saja, kemudian akan saling mema_gut mencari kepuasan.


"Amira, istriku. Aku menginginkan kamu sekarang," bisik Shine dengan napas yang memburu.


Laki-laki itu menangkup wajah Amira dengan perasaan penuh hasrat. Dia sudah tidak bisa menahannya lagi.


Betapa bahagianya Shine, saat melihat Amira menganggukkan kepalanya. Dia pun langsung membawa Amira dalam gendongannya menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan salat sunat sebelum mereka memulai mengarungi surganya dunia.


Lalu, mereka berdua pun sholat berjamaah. Hati Amira berdesir tiap kali mendengar suara Shine saat membaca ayat - ayat Alquran. Impiannya mempunyai suami yang bisa mengimami, akhirnya terkabul.


Setelah selesai sholat, Amira pun mencium tangan Shine dengan takzim. Serta laki-laki itu mencium kening istrinya dengan lembut segenap perasaannya.


" Ayo, kita lanjut dengan ibadah lainnya." Suara Shine yang lembut tapi agak serak membuat Amira gugup.


Shine melepaskan mukena yang dipakai oleh Amira. Dilihatnya wajah sang istri yang tampak merona. Rambut hitam panjangnya yang tergelung dengan rapi.Β 


"Kalau sekarang aku sudah boleh menyentuh kamu sesuka hatiku?" tanya Shine dengan senyum dikulum.

__ADS_1


Amira hanya mengangguk karena sangat malu. Shine juga gemas melihat istrinya yang sedang senyum tersipu malu. Sungguh Shine sangat ingin langsung menerkam saja karena melihat ekspresi wajah Amira saat ini.


Diciumnya kening Amira, kemudian diciumnya kedua kelopak matanya bergantian. Hidung mancung dan mungil diciumnya gemas bahkan rasanya Shine ingin menggigitnya. Pipi kiri dan kanan dicium bergantian. Lalu, terakhir bibir ranum yang selalu menggoda dan menjadi candu bagi laki-laki itu. Shine mencium mesra bibir Amira dan merasa senang karena Amira selalu membalas ciumannya.


Amira sudah diberi gambaran oleh Rania. Apa yang harus dilakukan oleh seorang istri, agar suaminya selalu setia dan tidak akan berpaling kepada wanita diluar sana. Terutama pada para wanita penggoda. Yaitu, puaskan perutnya dan yang di bawah perutnya. Rania juga memberikan tips cara menggoda suami.


Amira pun sengaja memakai pakaian menggoda pemberian mama mertua, tadi. Meski malu, tapi dia harus memakainya. Dia menutupi baju itu dengan kimono handuk milik sang suami.


Shine menarik tali kimono itu dan terpampang pemandangan yang indah. Dia menatap tubuh Amira yang seksi menggoda dengan pakaian transparan. Membuat tubuhnya meremang, dan membangkitkan gairahnya.


"Honey, kamu sangat menggoda sekali. Sore ini, eh, nggak. Apa mulai saat ini aku sudah boleh menyentuh tubuhmu?" tanya Shine dengan tatapan mata yang tidak lepas dari kemolekan tubuh Amira dengan kulit yang lembut dan mulus.


"Tentu saja, boleh. Semua ini hanya Suamiku yang boleh menyentuhnya," jawab Amira dengan suaranya yang bergetar lembut.


"Honey, I love you!" Shine membisikan kata cinta di telinga kanan Amira dan memberikan kecupan di sana.Β 


"I love you too," balas Amira dengan tubuhnya yang benar-benar merasa meremang.


β€œAllahumma janibnasyaithana wa janibnisyathanamarazaqna.” (Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami)


Shine pun memulai ibadah sunah dengan membaca doa dan di aamiin 'kan oleh Amira. Ciuman mesra di kening sebagai pembuka kegiatan mereka dalam meraih kesenangan surga dunia. Melodi indah keluar dari mulut Amira setiap Shine menyentuh tubuhnya.


Akhirnya mereka berdua bisa menikmati surganya dunia, tanpa ada yang mengganggu seperti semalam. Shine dan Amira merasa benar - benar sangat bahagia, di rasanya dunia hanya milik berdua. Terpancar wajah kebahagiaan dari mereka berdua karena merasa sudah terpuaskan.


"Honey, apa kamu ingin mandi bersama?" tanya Shine sambil membelai wajah Amira yang masih terlihat lemas.


"Tidak Sayang. Sebaiknya kamu mandi duluan, karena sebentar lagi waktunya Magrib," jawab Amira sambil memandangi wajah tampan suaminya.


***

__ADS_1


πŸ™ˆπŸ™ˆ Shine sudah melakukan SP (Sore Pertama) dengan Amira, tanpa ada gangguan dari Sky. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2