CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 63. Bersiap


__ADS_3

Teman-teman baca sampai, selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 63


Para polisi yang berada di sana berteriak histeris. Saat melihat tubuh teman mereka menjadi sasaran tembakan para penjahat.


"Pak, ada dua anggota polisi yang menjadi korban tembakan di parkiran gedung ini!" Salah seorang anggota polisi memberi laporan kepada Pak Komisaris.


"Apa? Kenapa kita bisa kecolongan seperti ini?" teriak Kepala Polisi Pusat.


"Bukannya sudah Tuan Alex katakan tadi. Kalau para penjahat ini bukan orang biasa. Mereka adalah orang-orang terlatih menjadi pembunuh bayaran sejak mereka masih kecil," balas Pak Komisaris.


"Kejam. Ini semua tidak bisa kita biarkan. Kelompok ini harus kita bahasi sampai ke akar-akarnya, agar tidak ada lagi hal seperti ini terjadi di masyarakat kita," lanjut Kepala Polisi Pusat dengan geram.


***


Akira dan Peter pun langsung mengeluarkan kedua senjata mereka dan mengarahkan tembakannya ke arah tembakan tadi berasal.


"Si_al!" umpat Alex marah karena ada dua polisi mati di depan matanya.


Akira melihat lewat teropongnya kalau tembakan dia semua mengenai sasaran. Dia pun merasa puas meski sudah tua tapi insting dan juga kemampuannya tidak menurun.

__ADS_1


Peter pun melihat ke arah sasarannya, yang tadi dia tembaki. Ternyata semua mengenai lawan.


"Bagus!" seru Peter senang karena kemampuannya masih bisa diandalkan.


"Akira periksa keadaan di sini lewat teropong milikmu!" titah Alex masih dalam keadaan waspada.


Akira pun memeriksa keseluruhan tempat melalui teropongnya. Dia bisa melihat lawan yang bersimbah darah, entah itu hidup atau sudah mati.


"Aku tidak melihat adanya orang yang sedang mengincar kita saat ini," jawab Akira.


"Baiklah," balas Alex.


Alex pun mengabari Pak Komisaris dan Kepala Kemiliteran Amerika, apa yang sedang terjadi saat ini. Mereka pun memberi respon dengan cepat. Selain itu pihak militer akan langsung menuju tempat yang disebutkan oleh Alex barusan, tempat para penjahat saat melakukan tembakan tadi.


"Papa!" Angkasa berlari mendatangi ayahnya.


Angkasa terlihat tertawa kaku. Alex pun tahu apa yang sudah dilakukan oleh putranya ini. Kalau Angkasa sudah melakukan penyadapan terhadap dirinya. Jadi dia juga hanya membalas lewat senyuman saja.


"Oh, ada Angkasa. Ini akan mempermudah kita untuk membuat strategi dalam penyerangan markas musuh," kata Kepala Militer Amerika.


"Ya, asal kalian semua patuhi ucapan aku saja. Dan tidak berbuat seenaknya sendiri. Sehingga merusak strategi yang sudah aku buat," balas Angkasa.


***

__ADS_1


Langit, Shine, dan Sky berada di dalam satu tim. Sementara itu, Martin, William, dan Fatih berada dalam tim yang sama. Beberapa anggota tim khusus keluarga Andersson pun sudah bersiap. Mereka membawa perlengkapan senjata yang begitu lengkap.


"Kita akan pergi ke pulau Leon (karangan sendiri 😁), jadi kalian harus bersiap-siap," kata Langit.


"Kenapa tempatnya malah dekat dengan pulau milik?" gumam William.


"Bagus, Dengan begitu kita bisa menyimpan peralatan dan pasukan bantuan di pulau yang kakek miliki," balas Fatih.


Mereka pun berangkat ke pulau milik William terlebih dahulu. Semua perlengkapan pribadi mereka juga dia bawa. Serta beberapa pasukan yang ikut, sudah terlebih dahulu berangkat dengan menggunakan helikopter.


"Apa kan ada pertempuran lewat udara?" tanya Shine.


"Kamu jangan samakan ini dengan cerita film," ucap Langit sambil menepuk bahu adiknya.


Mereka semua pun berangkat dengan pesawat yang dimiliki oleh Alex. Pesawat khusus tentara yang anti rudal.


***


Cantika dan kedua menantunya kini sedang berdoa berharap agar keluarga mereka semua dilindungi oleh Allah. Mereka tahu kalau sang suami selalu berada dalam bahaya. Mau itu karena persaingan bisnis atau yang lainnya.


Amira yang merupakan orang awam dan tidak pernah bersinggungan dengan hal seperti ini, membuat dirinya sering ketakutan. air matanya tidak pernah berhenti keluar dari netranya. Selain itu juga, tubuhnya terus bergetar.


'Ya Allah, hamba mohon lindungi suami hamba dan keluarga hamba yang lainnya. (Amira)

__ADS_1


***


Bagaimanakah aksi mereka dalam memberantas kejahatan yang masih bersisa dari masa lalu? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2