
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 50
"Shine, lihatlah ini!" seru Sky sambil menatap sebuah pigura foto yang terpajang di dinding.
"Apa itu?" tanya Shine.
Shine melihat ada sebuah lukisan foto yang berukuran besar. Foto itu berisi lima orang. Ada seorang laki-laki tua, seorang perempuan, seorang anak remaja, dan dua orang anak kecil. Mereka yakin kalau anak remaja itu adalah Juan Carlos. Sementara laki-laki tua itu adalah Romeo Smith dan yang perempuan adalah Bela Carlos, putri dari Ramos Carlos.Â
"Ini dua anak kecil siapa?" tanya Shine sambil menggosok bagian muka kedua anak kecil itu biar terlihat lebih jelas wajahnya.
"Apa mungkin salah satunya itu David? Karena dia orang yang begitu royal terhadap Juan Carlos," balas Sky sambil merekam foto besar itu kemudian memfokuskan kepada dua anak kecil yang berdiri paling depan.
"Ya, mungkin saja," balas Shine.
Kedua kakak adik kembar itu melanjutkan perjalanan mereka lagi ke ruang berikutnya. Sebuah ruangan yang luas dan tidak ada apa-apa di sana hanya ada satu sofa yang berukuran sedang. Namun, di dinding ruangan itu penuh dengan lukisan orang-orang yang berpakaian ala bangsawan Eropa.
"Apa mereka itu adalah leluhurnya keluarga Ramos?" tanya Shine sambil memperhatikan satu persatu lukisan yang berjajar di dinding.
"Mungkin saja. Sebab, jika dilihat dari jalur pohon keluarga pihak ibu, leluhur Ramos adalah bangsawan dari Perancis dan Inggris,* jawab Sky.
__ADS_1
"Oh, pantas saja dia begitu menjunjung tinggi ras kaum putih. Karena dia terlahir dari keturunan para bangsawan dari dua negara berpengaruh saat itu," ujar Shine.
"Memangnya leluhur kita dari mana?" Sky melirik ke arah kembarannya.
"Asia," balas Shine.
"Ya, itu setengah. Lalu, yang setengahnya lagi?" Sky gemes kalau sudaranya itu sudah seperti ini.
"Tentu saja Amerika. Kamu itu bodoh atau apa? Masa tidak tahu bangsa leluhur sendiri," ujar Shine menyindir.
"Aku yakin Amira pasti sering banyak beristighfar, jika dekat dengan dirimu," tukas Sky mulai kesal tingkat dewa pada kembarannya.
Jika Angkasa dan kedua kembarannya, selalu kompak dalam segala hal, tidak ada pertentangan satu sama lain. Seiya sekata, serta segala akan ditanggung bersama. Berbeda dengan dua kembar ini, mereka sering terlibat keributan sesuatu yang begitu sepele. Jika, salah satu merasa jengkel, maka akan dilampiaskan pada kembarannya. Namun, mereka akan kompak di saat-saat tertentu.
"Kamu salah. Amira jika dekat dengan aku dia akan sering mendeeeessaaaah," balas Shine dan mendapat pukulan di bahu oleh Sky.
Shine dan Sky pun menaiki anak tangga. Tanpa sengaja mata mereka menangkap sesuatu yang kotor seperti bekas sesuatu yang diseret. Shine pun mengarahkan senter ke lantai anak tangga dan membeli hasilnya dengan teliti.
"Bekas darah," ucap Shine.
"Apakah di sini pernah terjadi pembunuhan? Lalu, mayatnya di seret melalui anak tangga ini?" tanya Sky.
"Mana aku tahu. Kita bisa menyelidikinya nanti," balas Shine sambil mengarahkan cahaya senter pada jejak bekas daerah itu.
__ADS_1
"Ini bekas darah dari atas ke bawah atau dari bawah dibawa ke atas, ya?" tanya Shine.
"Sebaiknya kita bergegas naik ke atas!" ajak Sky.
Shine dan Sky saat ini sedang berada di lantai dua. Lantai atas ini merupakan tempat kamar tidur para penghuni rumah. Di sini ada enam buah kamar yang berukuran sedang dan satu berukuran besar.
"Kita langsung periksa ke kamar utama," kata Shine saat melihat Sky anak membuka handle pintu yang ada di samping mereka.
"Sebaiknya kita berpencar saja. Siapa tahu ada berkas yang sangat penting itu tidak disimpan di kamar utama mereka," ucap Sky dan mendorong pintu itu.
Shine pun memilih pergi ke kamar utama. Sebab, dia yakin di kamar seperti itu biasanya orang-orang mempunyai ruang tersembunyi untuk menyimpan harta berharga mereka.
***
Ruang yang dimasuki oleh Sky adalah sebuah ruang kerja yang dipenuhi oleh rak buku dan lembaran kertas-kertas yang berserakan di lantainya. Lalu, Sky pun mengambil beberapa lembar kertas dan membacanya.Â
Isi dari lembaran kertas itu adalah tentang pergerakan kelompok yang dianggap pro kulit berwarna. Selain itu, ada juga data-data dari orang-orang yang diduga adalah orang campuran atau warga asing.
Sky pun menuju ke meja kerja dan membuka laci satu persatu. Banyak sekali dokumen tentang ras, suku, dan agama. Data dari orang-orang zaman dahulu, yang hidup dalam bayang-bayang perbudakan era modern (maksudnya bukan era zaman kerajaan) yang nyawanya seakan selalu diintai oleh malaikat maut.
"Ini data orang-orang yang meninggal, karena dibunuh, ya?" gumam Sky sambil membuka satu persatu dokumen itu.
"Eh, nama orang ini terasa tidak asing," gumam Sky. Dia pun mencoba mengingat-ingat siapa pemilik nama itu.
__ADS_1
***
Siapakah nama yang ditemukan dalam dokumen yang dipegang oleh Sky? Lalu, apa yang akan ditemukan oleh Shine di ruang kamar tidur utama? Tunggu kelanjutannya, ya.