
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.
***
Bab 61
Langit merasa sudah dua hari ini ada yang mengawasi dirinya. Bahkan dia meminta istri dan anak-anaknya jangan bepergian tanpa pengawal. Biasanya dia dan keluarganya tidak suka kalau di dampingi oleh bodyguard. Namun, saat ini mereka memahami kalau keadaan keluarganya sedang dalam keadaan genting.
Pihak pemerintah dan kepolisian sudah mengantongi bukti atas kejahatan keluarga Carlos. Bahkan kini Juan Carlos sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dalam daftar pencarian orang. Para polisi dan detektif juga beramai-ramai mencari keberadaan laki-laki lumpuh itu.Â
Sebab, semua orang mengira kalau Juan Carlos sudah mati bersama hancurnya beberapa kelompok mafia di Amerika. Ternyata Alex mempunyai bukti kalau Juan masih hidup dan kini sedang mengincar nyawa anak-anaknya. Hal ini membuat orang-orang yang dulu meminta keadilan bagi keluarganya terasa diberi kesempatan untuk meminta keadilan. Pemerintah juga memutuskan penangkapan Juan dan anak buahnya dalam keadaan hidup atau mati. Sebab, kejahatan mereka sangat meresahkan warga Amerika yang menyukai hidup damai di tengah-tengah perbedaan mereka.Â
***
"Honey, apa di dalam perut ini belum ada calon Shine junior?" tanya Shine sambil mengusap-usap perut rata milik Amira.
"Sepertinya belum, Sayang. Bersabarlah, Allah tahu kapan waktu yang terbaik buat kita punya anak," jawab Amira.
"Aku sudah tidak sabar ingin melihat perut kamu buncit karena berisi bayi hasil buah cinta kita," ucap Shine yang kini kembali mencumbu istrinya.
"Sayang, kamu harus pergi ke kantor," kata Amira di sela deeeessssaaaahannya.
"Masih ada waktu satu jam lagi," balas Shine dan keduanya pun kembali mengarungi lautan cinta menuju surga dunia, sejak selesai waktu Subuh tadi.
Shine merasa ada sedikit rasa takut meninggalkan Amira. Apalagi musuh saat ini semakin rajin memberikan teror kepadanya. Ada saja orang yang berusaha membunuh atau mencelakainya.
***
__ADS_1
"Ma, aku titip Amira, ya? Jangan sampai dia ke luar rumah," pinta Shine pada Cantika.
"Assalamualaikum, Oma." Terdengar suara Anak-anak langit yang kini beranjak remaja.
"Wa'alaikumsalam. Sini peluk Oma, Sayang." Anak-anak Langit pun berebut memeluk tubuh Cantika.
"Kak Langit, tumben belum pergi ke kantor?" tanya Shine.
"Aku mengantarkan anak-anak dan Almira, dulu. Untuk sementara waktu mereka akan tinggal di sini," jawab Langit.
"Wah, semakin ramai ini rumah," kata Sky yang baru bergabung bersama mereka.
"Uncle," panggil anak-anak Langit.Â
Sky yang suka pergi jalan-jalan, kadang membawa anak Langit atau Angkasa bersama dengannya. Bilangnya mengasuh keponakan, padahal hanya modus agar dipanggil hot Daddy oleh orang-orang.
"Apa?" tanya Shine.
"Dasar pengantin baru, kayaknya setiap hari tanpa libur kamu membuat Amira kelelahan," ucap Langit mewakili kata-kata yang ingin diucapkan oleh yang lainnya.
"Biar cepat ada Shine junior," balas suami Amira sambil tersenyum jahil.
Orang-orang yang mendengarnya pun merasa geli. Untuk seusai Shine sudah seharusnya punya dua bidang anak.
"Kasihan Amira!" Langit dan Sky bersamaan.
***
__ADS_1
Alex, Akira, dan Peter mendatangi markas kepolisian pusat Amerika. Ketiganya datang atas undangan Pak Komisaris.
"Jadi, Anda sudah tahu di mana Juan sekarang berada?" tanya Pak Komisaris.
"Iya, kami sudah bisa melacak keberadaannya. Perusahaan yang dia jalankan secara diam-diam baik di dunia atas atau dunia bawah, kami juga sudah mengantongi semua nama-nama perusahaan itu," jawab Alex.
"Aku ingin meminta bantuan kepada Tuan Alex dan tim keamanan keluarga Andersson, dalam penangkapan kelompok Flamingo," lanjut Pak Komisaris.
"Mereka menggunakan senjata canggih, minta bantuan kepada militer Amerika saja. Aku akan menurunkan sedikit orang di tim aku," balas Alex.
Alex tidak mau kalau anak buahnya banyak yang mati. Pemerintah selalu minta pasukan khusus tim keamanan keluarga Andersson, untuk dikirim ke tempat berbahaya. Sementara itu, pasukan mereka hanya diam sambil bersenang-senang dan hanya sedikit yang dikirimkan. Itu juga yang masih biasa kemampuannya, seakan disuruh menyerahkan nyawa kepada malaikat maut.
"Baiklah, kami akan membicarakan hal ini dengan pihak militer," ucap Pak Komisaris.
***
Saat mereka pulang dari gedung kepolisian. Ketiga merasa sedang ada yang mengintai.
"Apa kalian merasakannya?" tanya Alex kepada kedua orang kepercayaannya.
"Ya, tatapan yang ingin membunuh," jawab Akira dengan sikap waspadaÂ
"Ternyata meski kita sudah tua tapi, kemampuan insting tidak ikut hilang," lanjut Peter dan tatapan mata mulai berkeliling mencari keberadaan ancaman itu.
"Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang, Tuan?" tanya Akira.
***
__ADS_1
Apa yang akan terjadi pada Alex dan teman-temannya? Lalu bagaimana dengan Shine, Sky, dan Langit yang menjadi target Juan? Tunggu kelanjutannya, ya!