
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.
***
Bab 27
Angkasa tidak menyangka kalau senjata buatan kembarannya yang dulu hilang, kini ada yang menggunakannya. Dia berharap kalau itu adalah senjata yang mirip, bukan beneran buatan Langit.
'Bagaimana ini? Mana saat ini Langit masih berada di Jepang dan tidak bisa dihubungi.' (Angkasa)
Angkasa pun mencoba menghubungi orang-orang yang tahu akan senjata buatan Langit itu. Benda yang berbahaya dan belum berhasil disempurnakan. Jika, jatuh ke tangan yang salah, maka keadaannya semakin berbahaya.
"Peter, kamu sedang tidak sibuk?" Angkasa menghubungi mantan bodyguard yang selalu setia menemaninya.
^^^"Ada apa, Tuan?"^^^
"Senjata milik Langit yang hilang dulu, apa kamu masih bisa mengingatnya?"
^^^"Maksud Tuan senjata 909 yang hilang karena diduga ada yang mengambil saat terjadi kecelakaan itu?"^^^
"Iya. Shine bilang, salah seorang pelaku penyanderaan di restoran memegang senjata itu."
^^^"Apa? Senjata atas permintaan pemerintah yang hilang itu jatuh ke tangan penjahat?"^^^
"Makanya, aku butuh penembak jitu yang bisa melakukan penembakan dengan jarak yang sangat jauh. Agar di pelaku tidak sadar kalau dirinya sedang menjadi target."
^^^"Tuan sendiri saat ini sedang berada di nama?"^^^
"Aku di depan gedung Hotel Asterik. Dan beberapa penembak jitu juga saat ini salah ambil posisi. Bisa berbahaya jika keberadaan mereka di ketahui oleh penjahat itu."
^^^"Baiklah, Tuan. Aku akan segera ke tempat yang bisa dijangkau oleh senjataku."^^^
__ADS_1
Terlihat ada beberapa anggota keamanan keluarga Andersson kini berjajar di depannya. Mereka tadi hubungi oleh Angkasa untuk menjalankan tugas.
"Cari para petugas keamanan yang seharusnya berjaga saat ini!" perintah Angkasa.
"Siap, Tuan!" Pasukan itu pun membubarkan diri dan berpencar mencari keberadaan teman mereka.
***
DOR! DOR!
DOR! DOR!
Saat ini di dalam ruang restoran sedang terjadi baku tembak antara kelompok penjahat dengan tim keamanan keluarga Andersson. Martin, Ray, dan Sam, selain mengarahkan tembakan kepada para penjahat, mereka juga harus melindungi para pengunjung yang ada di sana.
Shine yang masih merasakan kejanggalan dalam kejadian ini memutuskan untuk pergi keluar ruangan itu. Dia berlari di lorong yang terhubung ke lobby hotel. Mencoba mencari suatu petunjuk akan kejadian yang sedang berlangsung saat ini.
'Aku sebaiknya mendatangi ruang monitor terlebih dahulu. Dan aku harus memeriksa semua rekaman CCTV yang ada di bangunan ini.'
'Ternyata penjaga sini pun tidak ada. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi sampai ke sini?'
Shine pun berhati-hati saat hendak masuk dan memutar pintu yang menghubungkan ke ruang monitor. Pemuda itu mengedarkan penglihatannya begitu memasukkan kepalanya lewat pintu. Dia merasa harus sangat hati-hati. Sebab kejadian penyanderaan tadi sudah berlangsung cukup lama. Namun, orang-orang yang ada di Gedung itu tidak panik.
Kaki Shine melangkah dengan hati-hati dan ringan. Agar tidak menimbulkan bunyi suara. Hal yang membuat terkejut bagi Shine adalah saat pertama kali melihat ke layar monitor semua berwarna putih tidak menampilkan gambar rekaman.
"Wow, hebat! Aku yakin lawan kita kali ini bukan orang yang sembarangan." Shine bermonolog.
^^^"Ada apa Shine?"^^^
Terdengar suara Angkasa lewat earphone.
"Lawan kita kali ini sepertinya bukan orang biasa, Kak. Kamu pasti akan senang saat berada taktik dan kekuatan dengannya."
__ADS_1
^^^"Hah! Maksud kamu?"^^^
"Saat ini aku sedang berada di ruang monitor. Dan apa Kakak tahu apa yang sedang terjadi di sini?"
^^^"Mana aku tahu karena aku tidak berada di sana?"^^^
Mendengar jawaban dari sang kakak, membuat Shine tertawa terbahak-bahak. Dia juga buat tertawa kan kebodohannya ini.
"Kakak bener kalau tidak tahu apa yang terjadi di sini. Sekarang ini semua layar monitor menjadi putih dan tidak menampilkan gambar rekaman oleh kamera CCTV yang ada di hotel."
^^^"Jangan bilang kalau penjaga keamanan juga tidak ada di sana!"^^^
"Sayangnya, itu adalah hal yang terjadi di sini saat ini."
^^^"Ini akan menjadi tantangan yang sangat bagus."^^^
'Dasar gila! Keadaan genting begini, dia malah semangat sekali.'
'Kenapa aku terlahir di keluarga seperti ini?'
***
Shine mencoba memulihkan data kamera CCTV. Dia yakin kalau penjahat itu orangnya hebat. Selain itu dia tahu dan tentang seluk beluk keadaan hotel Asterik yang di desain agak rumit. Jika orang yang tidak tahu keadaan lorong-lorong di sana, pasti akan tersasar. Selain itu, ruang monitor selalu dijaga dengan ketat oleh penjaga yang berjaga selama 24 jam nonstop. Sekarang keberadaan anggota keamanan tidak ada seorang pun di sana.
'Siapa kira-kira orang yang bisa melakukan semua ini?'
'Aku berharap bukan orang yang berarti dalam hidup aku.'
Jari-jari panjang milik Shine bergerak lincah untuk memilihkan kembali rekaman kamera CCTV. Saking fokusnya dia pada pekerjaannya, tidak dia sadari kalau ada beberapa orang yang masuk ke ruangan itu
***
__ADS_1
Apa yang akan terjadi pada Shine di sana? Senjata apa yang sudah di buat oleh Langit dahulu? Tunggu kelanjutannya, ya!