
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 71
Sementara itu, pertempuran di tempat pesta out door. Baku tembak di sana terjadi selama 15 menit. Semua orang yang melakukan serangan kepada Tim Shine dapat dihabiskan oleh ketika orang itu.
"Mana mau aku kalah sama penjahat seperti kalian," gerutu Shine.
"Kita harus selesaikan yang di sini, lalu pergi secepatnya," ucap James.
"Baik, Uncle!" kata Shine.
Ketiga orang itu pun akhirnya mengumpulkan senjata dan menyimpannya dalam sebuah wadah. Lalu, mereka menyembunyikannya di suatu tempat.
Mereka berlari ke arah perumahan untuk memeriksa keadaan di sana. Namun, kebanyakan rumah itu kosong.
"Mereka tidak ada di sini. Berarti sedang berada di tempat Juan," kata Martin.
"Sebaiknya kita pergi dari sini sekarang. Siapa tahu teman kita yang ada di sana membutuhkan bantuan," ujar Shine.
Di salah satu parkiran perumahan itu ada sebuah mobil. Lalu, mereka pun menaiki mobil itu untuk menuju ke mansion Juan.
Membutuhkan waktu sekitar 15 menit dari tempat tadi ke depan pintu gerbang mansion. saat mereka berhenti di depan gerbang ada beberapa orang yang menghadang.
DOR! DOR!
DOR! DOR!
Tanpa bicara orang-orang itu langsung menembaki mobil yang dinaiki oleh Shine dan yang lainnya. Martin pun langsung memberikan tembakan balasan kepada mereka.
"Sepertinya mereka tahu akan kedatangan kita ke sini," kata James yang ini juga sedang menyiapkan senjatanya untuk memberi perlawanan kepada pihak musuh.
__ADS_1
DOR! DOR!
"Apa di dalam mansion sedang terjadi pertempuran yang sengit?" tanya Shine penasaran. Sebab, terdengar sayup-sayup suara tembakan dan teriakan orang-orang.
"Mungkin saja karena kebanyakan anggota Flamingo juga ada di dalam mansion saat ini," jawab James.
"Sebaiknya kita bereskan orang-orang yang ada di depan pintu gerbang ini. Agar kita bisa masuk ke sana," kata Martin yang tiada hentinya memberikan tembakan balasan untuk orang-orang yang menyerang saat ini.
DOR! DOR!
Shine, Martin, dan James pun fokus terlebih dahulu pada musuh di depan pintu gerbang. Mereka ingin secepatnya bisa membereskan orang-orang itu.
Orang yang ada di depan pintu gerbang sudah berhasil di atasi oleh mereka bertiga. Kini mereka sedang berusaha membuka pintu besi itu. Setelah merusak kunci pintu gerbangnya mereka baru bisa memasuki mansion Juan.
"Ayo, Martin!" ajak Shine sambil menaiki mobil. Akan lebih cepat menggunakan kendaraan dibandingkan dengan berjalan kaki atau berlari.
Mereka pun sampai di pintu depan Mansion Juan. Langsung tercium bau Anyir darah yang sangat tajam. Bahkan Shine pun sampai terasa perutnya mual.
"Mungkin saja itu terjadi mengingat bau anyir darah yang sangat menyengat," jawab Martin.
James merasa kalau semua ini masih belum berakhir. Dia harus benar-benar bisa menjaga Shine sampai semua ini benar-benar selesai.
"Ayo, kita masuk ke dalam!" ajak James.
Shine dan Martin pun mengikuti jejak James masuk ke dalam mansion itu. Begitu marah kamu buka pintu depan, di dalam ruangan itu keadaannya kacau balau. Banyak orang tergeletak di lantai dengan bersimbah darah.
"Apa yang terjadi di sini? Kenapa mereka semua dalam keadaan mati seperti ini?" gumam Shine.
"Sebaiknya kita mencari teman kita terlebih dahulu!" ajak James.
Lalu, ketiganya berlari mengenai anak tangga menuju ke lantai dua. Mereka berharap kalau teman-temannya itu masih dalam keadaan hidup.
"Ini semua gara-gara alat komunikasi aku yang hilang, coba kalau tidak aku bisa menghubungi saudaraku yang lain." Shine masih saja menggerutu.
__ADS_1
"Sebaiknya Tuan diam saja, daripada membuang tenaga percuma dengan menggerutu seperti itu," ucap Martin yang saat ini sedang merasa tegang.
Shine yang merasa sangat kesal karena ulah bodyguard yang selalu mendampingi dirinya. Mereka itu sering tidak kompak dibandingkan kompaknya. Tentu saja ini karena mereka memiliki watak yang keras.
James pun hanya diam dan mengawasi keadaan sekitar kalau kalau ada musuh yang memberikan serangan kepada mereka. Kalau tidak melihat rupanya yang mirip dengan Alex, dia pasti meragukan identitas Shine. setahu dia Alex dan Cantika adalah orang yang tidak banyak berbicara dan selalu bersikap baik dan juga sopan kepada orang lain.
***
Langit dan Akira mencari keberadaan Nick. Mereka berpisah entah sejak kapan. Keduanya menelusuri setiap ruangan. Mungkin saja temannya itu tersesat.
"Kenapa tidak kamu hubungi lewat alat komunikasi?" tanya Akira.
"Itu sudah aku lakukan sejak tadi, tetapi masih tidak terhubung," jawab Langit.
***
Sementara itu, Angkasa dan yang lainnya sedang menuju ke lantai tiga. Mereka berpapasan dengan Nick.
"Nick, apa yang sedang kau lakukan di sini?Mana Langit dan Akira?" tanya Angkasa.
"Aku tertinggal dan tersesat. Aku sendiri tidak tahu mereka ada di mana," jawab Nick.
"Kalau begitu kita cari Langit dan Akira dahulu. Siapa tahu mereka membutuhkan bantuan kita," ucap si sulung.
Akhirnya keempat orang itu pun berjalan menelusuri lantai dua kembali. Peter terus memepet Sky agar tidak jauh dari dirinya. Sebab nyawa yang sedang diincar oleh pihak musuh adalah Shine, Sky, dan Langit. Jadinya, Alex memfokuskan keselamatan mereka bertiga.
Diperlakukan seperti itu sebenarnya membuat Sky tidak nyaman. Namun, apa boleh buat. Dia harus bersabar dengan semua ini sampai semua masalah selesai.
"Tadi kamu berpisah dengan Langit sedang berada di lantai berapa?" tanya Angkasa kepada Nick.
***
Sebenarnya Langit dan Akira saat ini sedang berada di mana? apakah Angkasa dapat menemukan kembaranya itu? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1