
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.
***
Bab 24
Shine berharap bantuan secepatnya datang, apalagi ada orang yang dijadikan sandera. Dia baru tersadar kalau ada yang aneh di sana. Mata biru milik Shine mengedar ke segala penjuru ruangan restoran itu. Tidak ada satu pun penjaga keamanan yang selalu berjaga selama 24 jam nonstop. Setidaknya mereka mempekerjakan banyak pekerja yang bertugas menjaga keamanan di semua tempat usaha dan kediaman milik keluarga Andersson.
'Mereka semua ke mana? Terlalu aneh jika para penjaga itu tidak tahu kalau saat ini sedang terjadi kekacauan seperti ini. A-h, cctv juga! Bukannya kejadian ini seharusnya langsung diketahui oleh tim keamanan?'
Shine terus memikirkan kejanggalan yang sedang terjadi di sana. Dia takutnya kalau ada kelompok yang sedang berusaha menghancurkan keluarganya.
'Apa yang harus aku lakukan sekarang?' Shine berpikir keras.
DOR!
"Kyaaa-k!"
Suara tembakan memekakkan telinga orang-orang yang ada di sana diiringi suara jeritan ketakutan dari pengunjung restoran. Salah satu penjahat itu melesatkan tembakan kepada seorang petugas keamanan yang baru sampai ke sana. Orang itu langsung terkapar, tetapi Shine tahu kalau orang itu sedang pura-pura mati.
"Jangan ada yang berani bergerak. Kami tidak akan segan-segan menembak kalian," teriak laki-laki yang memakai topeng badut berwana kuning.
Semua orang di sana langsung diam dan para wanita langsung menahan suara isak tangis mereka. Kini keadaan di sana semakin mencekam.
'Aku harus cari tahu apa tujuan mereka, jumlah pelaku sebenarnya, siapa sasaran yang menjadi target mereka.'
__ADS_1
Untungnya Laki-laki bersurai hitam ini bisa bersikap tenang di saat suasana seperti ini. Dia terus memperhatikan para penjahat itu secara diam-diam.Â
Badut berambut merah yang sedang menyandera seorang wanita muda, berdiri di tengah-tengah ruangan. Sementara itu, yang lainnya berpencar ke segala penjuru tempat dan mengacungkan pistol ke orang-orang.
DOR!
Lagi-lagi ada yang melesatkan tembakan dan itu membuat Shine mengalihkan perhatiannya ke arah sana. Terlihat seorang pemuda sudah menggelepar di sana tak bernyawa karena kepalanya terkena peluru.
'Kejam sekali.'
Terlihat Clara mengepalkan tangan dengan tatapan mata yang nyalang penuh kebencian. Dia sepertinya sudah tidak sabar untuk menghabisi para penjahat yang sedang menyandera satu ruangan itu.
"Sudah kami bilang kalian jangan melakukan gerakan, meski hanya menggerakkan kepala sekalipun!" teriak laki-laki bertopeng badut yang rambutnya berwarna biru.
Shine semakin tidak sabar untuk menghabisi orang-orang yang memakai topeng badut. Namun, saat ini dia harus memikirkan dulu bagaimana caranya agar bisa melindungi orang-orang yang ada di sana. Jangan sampai terjadi kembali korban yang jatuh.
"Si_al! Aku akan kirim mayat istrinya ke perusahaan, biar tahu rasa dia. Berani-beraninya dia mengabaikan panggilan dan ancaman aku!" umpat orang itu.
Shine tidak tahu siapa orang yang sedang di hubungi oleh penjahat itu. Dia menduga kalau perempuan yang sedang berada di bawah ancaman itu adalah istri dari laki-laki yang dihubunginya barusan.
***
Sementara itu, Martin yang baru saja menerima pesan darurat dari Clara langsung mencari tahu situasi di tempat kejadian perkara.
"Cari tahu siapa mereka?" perintah Martin kepada pasukan keamanan keluarga Andersson.
__ADS_1
"Baik, Tuan!" orang-orang berseragam yang memakai penutup kepala langsung membubarkan diri.
"Hah–, dasar! Ada-ada saja kejadian seperti ini di saat tuan Alex tidak ada di Amerika. Shine juga selalu tidak mau dikawal. Jika, sudah begini, semua jadi repot," gerutu Martin dan menghela napas.
Dia itu seorang pengawal untuk keluarga Andersson yang baling tidak sopan dan sering cekcok dengan tuan yang dijaga olehnya. Masa lalu Martin yang merupakan anak gangster jalanan di Orlando dan di selamatkan oleh Alex, membuatnya kurang beretika, kecuali pada Alex, Cantika, dan Angkasa. Laki-laki berbadan tinggi besar itu benar-benar menghormati mereka.
'Senjata milik Shine di mana, ya? Ish ... tuh, orang kenapa tidak suka berjaga-jaga kalau akan terjadi sesuatu nanti. Minimal sedia senjata sendiri, nggak perlu merepotkan orang lain.'
Martin mencari senjata milik Shine di ruang kerjanya. Tiap anggota keluarga Andersson punya senjata khusus masing-masing yang dibuat oleh Langit, sesuai dengan kekuatan dan kepribadian orangnya.
"Ak-h di mana dia menyimpan senjatanya?" Martin menjambak rambutnya sendiri merasa frustrasi.
***
Amira yang sedang berjalan tiba-tiba saja di tabrak oleh Sky yang berlari di lorong rumah sakit. Dia melihat wajah laki-laki itu pucat.
"Sky, ada apa?" tanya Amira.
"Shine dalam keadaan bahaya!" jawab Sky.
"Apa? Shine." Amira merasa ada godam yang menghantam tubuhnya.
***
Apa yang akan Amira lakukan? Apakah Shine benar dalam keadaan bahaya? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan menarik, loh. Cus kepoin karyanya.