
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu kasih dukungan buat aku dengan kasih Bunga, Kopi, Vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 9
Shine pun memutuskan untuk melanjutkan pengobatannya di Amerika di bawah pengawasan kakak kandung—Angkasa. Daripada di bawah pengawasan kakak iparnya yang kadang bisa berbuat kejam kepada dirinya. Dia pun mengucapkan permintaan maafnya kepada Amira memulai melalui sebuah surat. Sebab, selama ini dia sudah banyak merepotkan dirinya.
Aku ucapkan banyak terima kasih atas semua waktumu yang kau berikan untukku. Maaf karena saya lama ini aku sudah merepotkan kamu. Mungkin kita tidak akan bisa bertemu lagi kedepannya. Jadi, mulai surat ini aku mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf aku.
Tugas Shine di Indonesia untuk membantu Bintang sudah selesai. Perusahaannya yang di Amerika pun sudah menunggu dirinya. Dia juga ingin fokus pada penyembuhan kakinya dahulu.
***
Pikiran Amira saat ini terganggu akan bayang-bayang saat dirinya sedang bersama dengan Shine. Bersama dengannya dari pagi sampai sore hampir 2 bulan ini, banyak memberikan kesan yang melekat dalam memorinya. Baik itu hal yang menyenangkan, menyebalkan, dan membuat dirinya merasa jengkel, padahal selama ini dia tidak pernah seperti itu. Banyak waktu yang mereka habiskan bersama dalam melakukan berbagai kegiatan, membuat Amira sudah terbiasa akan kehadiran Shine dalam kesehariannya.
Shine juga sering membuatnya jengkel akan permintaannya yang selalu tidak tahu waktu. Sering memaksa dirinya untuk melakukan hal yang menurutnya benar.
"Apa benar dia tidak akan kembali lagi ke sini?" tanya Amira pada dirinya sendiri.
"Bagaimana jika hal itu beneran terjadi?"
"Aku sendiri belum meminta maaf kepadanya."
"Isssh, ini orang suka sekali membuat pikiranku kacau."
Amira pun segera membereskan semua barangnya di meja sebelum pulang. Saat ini dia ingin menemui kedua orang tua hanya dahulu.
__ADS_1
***
Amira menceritakan semua itu kepada Kiai Samsul—ayahnya. Dia takut kalau sampai salah memilih jalan.
"Abah, apa yang harus Amira lakukan?" tanya Amira dengan wajah yang sendu.
"Apa kamu menyukai dia—Shine," tanya Kiai Samsul.
"Maksud Abah, apa?" tanya Amira terkejut.
"Mungkin tanpa sadar kalau sekarang hatimu sudah disusupi oleh Shine," jawab Abah sambil tersenyum menggoda Amira.
Amira yang merasa tidak punya perasaan seperti itu tentu saja membantahnya. Bagi dia, Shine bukanlah tipe laki-laki yang dia sukai. Hanya laki-laki seperti Rain itu orang yang disukai olehnya.
"Abah tahu sendiri laki-laki seperti apa yang aku sukai dan itu tidak ada dalam diri Shine," tukas Amira.
Hanya baru Rain seorang yang bisa bikin hatinya bergetar. Kebaikan akhlaknya, tutur kata yang sopan, paras yang rupawan, otaknya yang jenius, dan sifat pembawaannya yang tenang dan tidak suka dekat dengan perempuan. Membuat Amira bener-bener jatuh cinta kepadanya.
"Menurut Abah, Shine juga laki-laki yang baik dan sopan. Siapa tahu dia itu jodoh kamu," ucap Kiai Samsul sambil tertawa renyah menggoda putri semata wayangnya.
"Kalau kamu mau mengenal dia lebih dekat, suruh dia ke sini dulu sebelum pulang ke Amerika," lanjut Ummu Habibah.
Amira kini pipinya merona karena menahan malu. Dia tidak menyangka kalau reaksi orang tuanya seperti ini.
***
Meski dengan berat hati, Shine harus pulang ke Amerika. Banyak sekali pekerjaan dia yang tertunda karena membantu kakaknya di sini terlebih dahulu.
__ADS_1
Berbeda dari biasanya, kedatangan dia ke Indonesia kali ini memberikan kesan yang sangat mendalam. Dia bertemu dengan seorang perempuan yang membuat hatinya berbunga-bunga dan jantungnya berdebar dengan kencang, meski hanya melihat dari kejauhan.
"Tapi, sepertinya Amira tidak punya perasaan yang sama dengan aku. Apa gen dari keluarga Green tidak ada pada tubuhku, ya? Katanya akan langsung terasa dan terlihat tanda jika orang itu adalah pasangan hidup dari keluarga Green. Sudahlah, memang aku ini keturunan keluarga Andersson sejati, laki-laki yang sulit jatuh cinta. Jika, sekali jatuh cinta tidak akan mudah melepaskan dirinya," kata Shine bermonolog.
Shine pun menghubungi Sky yang memilih tinggal di rumah utama yang kini menjadi milik Rain. Dia tinggal di sana karena punya proyek kerja sama dengan Mega.
"Sky, aku mau pulang ke Amerika,"Â
^^^"Ya, tinggal pulang saja. Kenapa harus bilang-bilang dulu sama aku?"^^^
"Kamu ini kejam banget sama saudara sendiri."
^^^"Kamu ini bukan anak kecil lagi, Shine. Apa aku harus ikut mengantarkan kamu pulang ke Amerika?"^^^
"Bukan begitu. Aku hanya mau titip Amira. Jika dia butuh bantuan, tolong bantu dia."
^^^"Iya. Kamu ini seperti mau pamitan dan akan pergi jauh. Padahal aku dan Kak Ghaza sudah membuat rencana yang akan mendekatkan kamu dengan Amira."^^^
"Rencana apa?"
***
Kira-kira rencana apa yang sudah dibuat oleh Sky dan Ghazali untuk mendekatkan Shine dan Amira? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh.
__ADS_1