CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 86. Mencari David (2)


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 86


Sky kini sedang bersama dengan Ghazali dan Amira. Mereka pulang menuju ke mansion keluarga Andersson. Tidak ada hambatan bagi mereka saat pulang menuju kediaman itu. Semua berjalan dengan lancar sehingga Amira selamat sampai ke rumah.


Kepulangan menantu dari keluarga Anderson disambut oleh Cantika. Wanita itu senang karena mereka bertiga pulang dengan selamat. Sejak tadi hati dan pikirannya selalu tidak merasa tenang. Namun, kini dengan melihat mereka dalam keadaan baik-baik saja oleh mata kepalanya sendiri, membuat dia lebih tenang meski sedikit.


"Alhamdulillah, kalian semua bisa selamat sampai ke rumah," ucap Cantika sambil memeluk Amira.


"Ini juga semua berkat dari doa Mama, yang mengharapkan kita semua bisa selamat dan kembali berkumpul bersama," balas Amira membalas pelukan mama mertuanya.


Meski begitu hati Cantika belum merasa tenang sepenuhnya, karena belum mendapat kabar dari suami dan keempat putra lainnya. Mereka semua kini sedang berada di markas musuh.


"Mama, kami akan menyusul ke tempat Bintang dan yang lainnya berada saat ini," ucap Ghazali kepada Ibu mertuanya.


"Kalian berdua hati-hatilah. Semoga Allah melindungi kalian semua," ujar Cantika memeluk putra dan menantunya.


"Amira dan Mama jangan kemana-mana. Apapun yang terjadi kalian tidak boleh keluar dari rumah," lanjut Sky sambil mencium tangan ibunya.


***


Sky dan Ghazali pergi menuju ke wilayah musuh atau tepatnya markas David dengan menggunakan helikopter. Bangunan terbengkalai yang sedang didatangi oleh Shine dan yang lainnya itu jaraknya lumayan cukup jauh.


Begitu mereka sampai ke sana mereka dikejutkan oleh suara ledakan yang sangat besar dan menghasilkan kepulan asap yang sangat besar dan kotor. Akibatnya helikopter tidak bisa langsung mendarat ke sana harus mencari tempat yang agak lapang untuk mereka mendarat.


"Apa mereka bertarung menggunakan senjata yang berbahaya?" tanya Sky sambil melirik ke arah kakak iparnya.

__ADS_1


"Mungkin saja. Kalau melihat ledakan barusan, sepertinya itu senjata yang mempunyai daya hancur besar," jawab Ghazali.


Sky dan Ghazali pun berlari di hutan pinus mereka menuju ke markas milik David. Keduanya membawa beberapa jenis senjata di tas punggung mereka.


Hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit bagi keduanya untuk sampai ke tempat itu. Mereka melihat ada banyak mayat yang tergeletak di halaman bangunan itu dan berjajar dengan rapi. Seperti sengaja sudah dirapikan oleh orang lain.


"Ternyata banyak sekali orang yang sudah mati di sini," ucap Sky sambil melihat ke beberapa mayat yang berjajar dan tidak tertutup oleh apa-apa.


"Pastinya tadi terjadi pertempuran yang cukup hebat di sini. Melihat dari banyaknya selongsong peluru yang bertebaran di segala tempat dan juga pada tubuh mayat," lanjut Ghazali.


Lalu, mereka mengendap-ngendap masuk ke dalam bangunan itu. Namun, mereka tidak menemukan ada siapapun di sana. Malah berjajar mayat di sana seperti di luar tadi.


"Tunggu, aku akan lacak keberadaan Bintang saja! Sekarang dia sedang berada di mana?" titah Ghazali kepada adik iparnya.


Ghazali pun mengeluarkan laptop berukuran kecil dan dia mencari keberadaan istrinya melalui GPS. Terlihat titik keberadaan Bintang sedang berada di sebelah utara bangunan.


"Ayo, kita menuju ke utara! Bintang dan Angkasa terlihat ada di sana," ajak laki-laki yang berprofesi sebagai dokter dan pengusaha itu.


***


"Kalian harus berhati-hati karena lorong tangga ini lumayan curam. Selain itu, juga banyak jamur yang tumbuh di lantai dan dinding. Kalau tidak hati-hati bisa terpeleset," kata Langit mengingatkan saudara yang lainnya.


Keempatnya pun berjalan dengan pelan dan hati-hati sebab tangga itu mulai terasa licin. Saat mereka berjalan sudah sampai ke sebuah tempat yang cukup luas. Ada lampu yang cahayanya remang-remang. Lalu, keempatnya pun beredar mencari keberadaan David.


"Hai, kalian lihatlah ini! Di sini ada semua lukisan yang berukuran cukup besar," ujar Angkasa sambil menatap ke arah lukisan itu. Dia tidak bisa melihatnya dengan jelas karena cahaya terlalu temaram di sebelah sana.


Lalu, Langit pun mengarahkan cahaya lampu senternya ke lukisan itu, untuk melihat lebih jelas gambar siapa yang ada di dalam sana. Ternyata itu adalah potret lukisan Juan bersama keluarganya.


"Lagi-lagi ada anak kecil ini. Siapa dia? tunjuk Shine kepada gambar seorang anak kecil yang dulu juga mereka lihat di foto yang ada dibalik pigura di kamar milik orang tua Juan.

__ADS_1


"Hei, apa itu Juan itu punya saudara laki-laki lain?" tanya Bintang.


"Maksudnya saudara yang disembunyikan dari khalayak umum?" tanya Angkasa balik.


"Ya, bisa saja dia itu anak haram dari orang tuanya," balas Bintang.


Keempat orang bersaudara itu saling menatap. Lalu, Langit kembali mengarahkan cahaya senternya ke arah wajah anak laki-laki itu.


"Bintang, lihatlah baik-baik! Kira-kira dia itu bersaudara atau tidak dengan Juan?" titah Angkasa sambil mengarahkan cahaya senter ke arah muka anak itu dan Juan yang ada di sampingnya.


Lalu, Bintang pun memperhatikan kedua wajah orang itu. Dia melihat ada kemiripan meski hanya bagian matanya saja.  Mata itu diwarisi dari seorang wanita yang berdiri di belakang mereka.


"Tunggu, sepertinya aku merasa tidak asing jangan surut mata dan bentuk mata dari orang ini," ucap Bintang.


"Benarkah itu?" tanya ketika saudara lainnya.


"Ya, dan aku merasa yakin sekali karena bentuk mata ini sangat jarang dimiliki oleh orang lain. Terlebih ada tahi lalat kecil di bawah mata anak kecil ini. Dan aku punya kenalan orang yang memiliki mata dan tahi lalat di bawahnya," jawab Bintang.


"Apa? Siapa dia?" tanya ketiga saudara laki-lakinya, lagi.


***


Siapakah orang yang dikenal oleh Bintang yang mempunyai ciri-ciri seperti anak yang ada di dalam lukisan itu? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus kepoin novelnya, ya!


Pernahkah kalian mendengar dongeng Gadis Bertudung Merah? Di dalam kisah itu, si gadis dimakan oleh seekor serigala ketika mengunjungi rumah sang nenek. Bagaimana jadinya jika gadis bertudung merah sekarang berteman dengan serigala?


Gadis itu bernama Luna Garcia yang kehidupannya berubah drastis setelah bertemu dengan sosok Dire Wolf bernama Balkon. Mereka berteman dan bahkan menjalin hubungan asmara. Luna juga membantu sang serigala agar bisa menjadi manusia seutuhnya.

__ADS_1


Bagaimana kisah mereka akan berjalan? Akankah Luna berhasil membantu Valko untuk kembali menjadi manusia seutuhnya? Apakah mereka bisa bersatu di kemudian hari?



__ADS_2