CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 49. Menyusup


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan dalam segala urusan.


***


Bab 49


Amira sedang berbicara dengan Rania sambil berbisik-bisik. Takut kedengaran oleh orang lain.


"Jadi, kalian hampir setiap hari melakukan hubungan suami istri," bisik Amira.


^^^"Kita melakukan saat saling menginginkan. Dan kebetulan mungkin kami sama-sama menginginkan satu sama lain. Apa Kak Shine minta jatah sehari lebih dari satu kali?"^^^


"Hmmm, sering seperti itu."


^^^"(Rania tertawa) Kak Amira harus rajin minum jamu. Biar Kak Shine semakin nempel."^^^


Muka Amira kini merah padam karena sangat malu pada mantan saingannya itu. Dia sering diingatkan oleh mama mertuanya untuk rajin minum jamu. Agar badan bugar dan bisa memberikan kepuasan pada suami. Perempuan ini mengikuti sarannya. Sebab, kedua mertuanya itu masih terlihat seperti pasangan pengantin baru yang lagi hangat-hangatnya jatuh cinta. 


"Iya. Minum jamu itu sering aku lakukan. Bisa-bisa aku masuk angin dan kerokan terus setiap hari."


^^^"Ingat pesan aku kemarin. Puaskan suami kita agar tidak melirik pada orang lain. Zaman sekarang ini pelakor lebih cerdas daripada pasangan sah."^^^


"Iya. Aku juga tidak pernah membantah atau menolak ajakan Shine saat dia menginginkannya."


^^^"Buat suami kita kelepek-kelepek saat ber_cinta dengan kita. Sehingga memberi rasa puas dan bahagia. Meski kita malu, tapi itu adalah awal untuk membawa kebahagiaan rumah tangga kita."^^^

__ADS_1


Sudah satu jam lebih kedua wanita itu berbicara lewat telepon. Jika, sudah ngobrol berdua kayaknya lupa sama disekitarnya.


"Astaghfirullahal'adzim. Rania, aku belum menyiapkan air untuk mandi suamiku. Kita harus mengakhiri pembicaraan ini. Terima kasih, ya. Kamu sudah mau meluangkan waktu untuk berbicara dengan aku."


^^^"Sama-sama Kak. Semoga keluarga kalian sakinah, mawadah, warahmah."^^^


***


Shine dan Sky memasuki sebuah rumah tua yang sudah terbengkalai. Keduanya mendatangi rumah itu untuk mencari petunjuk tentang masa lalu dan kejahatan Romeo Smith menantu dari dari Ramos Carlos.


"Ini rumah sangat menyeramkan meski hari masih siang," ucap Sky sambil memperhatikan keadaan ruangan di rumah itu. Begitu lembab,pengap, dan berdebu tebal dan banyak sarang laba-laba. 


"Ini memang pantas di sebut sebagai rumah seorang psikopat," kata Shine sambil melihat ke sebuah pedang yang berjajar di dinding.


Tadi, setelah mendapatkan informasi tambahan dari tim keamanan keluarga Andersson atas petunjuk Martin, kini kedua orang itu bisa sampai ke rumah terbengkalai ini. Mereka sedang mencari bukti kejahatan keluarga Carlos. Mereka tidak bisa pergi ke sana secara berkelompok, karena akan memicu pergerakan kelompok Juan Carlos.


"Kita sepertinya salah ambil waktu," kata Shine.


Sky yang jalan di depan, menghentikan langkahnya. Lalu, dia membalikan badannya menghadap kembarannya.


"Maksudnya?" tanya Sky tidak mengerti.


"Malam ini adalah malam Jumat. Waktunya perbanyak ibadah," jawab Shine.


Sky melongos dan melanjutkan perjalanan memasuki ruangan di rumah itu lebih dalam. Laki-laki ini tahu maksud ibadah yang dikatakan oleh kembarannya tadi.

__ADS_1


Shine mengikuti langkah Sky dengan menggerutu. Dia berharap kalau saudaranya itu memahami keinginannya.


"Shine, lihatlah ini!" seru Sky sambil menatap sebuah pigura foto yang terpajang di dinding.


"Apa itu?" tanya Shine.


***


Angkasa dan Langit pergi memeriksa data-data orang yang meninggal saat era tahun 70-an sampai tahun 90-an ke pusat dinas kependudukan Amerika. Mereka mengantongi izin dari komisaris polisi, untuk mengungkap kejahatan yang masih menjadi misteri dan belum ditemukan penjahatnya.


"Aku akan mencari data orang yang menghilang dan meninggal di tahun 80-an," kata Langit saat melihat Angkasa memulai pengecekan penduduk tahun 89-an.


"Iya, itu lebih baik. Kenapa juga Papa membawa Martin, bukannya di suruh ikut dengan kita. Biar pekerjaan kita cepat selesai," gerutu Angkasa.


"Aku rasa tempat yang di datangi oleh papa itu sangat berbahaya. Jadi, dia butuh anak muda yang gesit pergerakannya," balas Langit.


"Hei, Martin itu kondisi tubuhnya masih dalam pengawasan dokter," bantah Angkasa.


"Oh, anggap saja. Kalau Martin harus pergi dengan papa, karena hanya dia yang bisa melindunginya. Kalau pergi bersama kita, yang ada dia malah mengorbankan dirinya," ujar anak ketiga pasangan Alex dan Cantika ini.


"Ya. Aku penasaran dengan tempat yang dituju oleh papa dan Martin," ucap Angkasa.


***


Kemanakah Alex dan Martin pergi? Bagaimana kisah ke lanjutan Shine dan Sky di rumah itu? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2