CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 28. Senjata 909


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.


***


Bab 28


Amira terus berdoa dalam hatinya. Dia berharap tidak terjadi apa-apa kepada laki-laki yang tidak pernah memberikan kabar lagi semenjak pulang ke Amerika. Laki-laki yang sudah merubah dirinya seperti bukan dirinya lagi. Dulu dia orang yang pendiam dan tidak pernah mengomel. Apalagi punya pikiran buruk kepada orang lain. Dunianya hanya berpusat ke pada pemuda yang menjadi cinta pertama. Namun, kini pikiran dia teralihkan kepadanya setelah lama bersama.


'Ya Allah, semoga Engkau selalu melindungi Shine dalam keadaan apapun.' (Amira)


Hati gadis ini tidak merasa tenang semenjak mendengar kabar kalau pemuda itu dalam bahaya. Dia mendapat kabar apa yang sedang terjadi di Amerika, sesaat sebelum menaiki pesawat. Air matanya juga sesekali meluncur membasahi pipinya. Membayangkan apa yang sedang menimpa Shine saat ini.


"Kamu jangan tegang seperti itu. Hidup dan mati seseorang sudah ada garis takdirnya masing-masing," kata Sky yang malah membuat sang perempuan semakin sedih dan ketakutan.


"Aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk kepadanya. Aku belum minta maaf juga padanya karena sudah menyakiti perasaannya. Aku juga belum mengungkapkan perasaan aku saat ini kepadanya," balas Amira dengan lirih.


Mata Skye membulat dan mulutnya terbuka. Dia terkejut sekaligus senang mendengar kalimat terakhir Amira.


"Ah, padahal mama dan papa juga semalam membicarakan pernikahan Shine. Entah bagaimana jadinya nanti," ucap Sky ambigu dan membuat hati Amira mencelos.


Perempuan itu mengira kalau Shine sudah mendapatkan pengganti dirinya. Sungguh tidak menyangka. Padahal dia sudah yakin akan perasaannya saat ini.


"Bagaimana mungkin?" Suara Amira bergetar menahan sesak di dadanya.


***

__ADS_1


Sementara itu, di Amerika.


Shine masih fokus akan pekerjaannya untuk memulihkan monitor CCTV. Namun, dia merasakan adanya pergerakan di arah belakang. Dia pun dengan cepat membalikkan badannya dan melesatkan tembakan ke arah sana.


DOR! DOR!


Peluru pun berhasil mengenai kedua orang yang hendak menyerang Shine. Mereka terkena luka tembak di bagian perut. Meski begitu, keduanya berhasil memberikan tembakan balasan. Namun pelurunya melesat ke arah monitor.


Kali ini Shine mau nembak ke arah kepala kedua orang itu. Kejadian ini membuat Shine tidak fokus akan keadaan yang akan menimpa dirinya. Jauh dari bangunan itu ada seseorang yang sudah tahu posisi di mana Shine berada sekarang. Inilah yang sedang ditunggu-tunggu oleh orang itu.


Shine terkejut saat mendengar suara bunyi ledakan keras dan menghantam tempatnya berada sekarang. Matanya membulat saat dia menyadari ada serangan dari luar dan dirinya baru sadar, kalau dialah adalah target yang diinginkan oleh musuh.


Shine terkena tembakan itu sampai terpental jauh dan mengalami luka yang sangat parah. Kini tubuhnya dipenuhi oleh darah akibat dari luka-lukanya.


***


"Si_al!"


Angkasa pun langsung mengarahkan senjatanya ke arah sebuah gedung yang sangat jauh dari sana. Dia bisa dengan cepat memperhitungkan jarak dan arah tembakan berasal, hanya dengan melihat lubang yang mengaga besar.


Angkasa pun dengan cepat menembakkan senjatanya ke arah gedung itu dalam posisi jongkok dan mengangkat senjatanya membentuk sudut 60°. Dia tidak mau membuat banyak kerusakan pada bangunan milik orang lain. Hal yang Angkasa lupakan adalah apakah ada banyak orang di gedung itu atau tidak. Amarah sudah menguasai dirinya.


"Cepat cari keberadaan Shine sekarang juga!" perintah Angkasa kepada anak buahnya.


"Baik Tuan!" Mereka pun langsung menyerbu ke dalam gedung hotel.

__ADS_1


Banyak sekali pengunjung hotel yang berhamburan dari keluar karena mendengar suara ledakan keras dan bangunan yang bergetar seperti ada gempa. Mereka berteriak dan sangat ketakutan.


"Pergi ke gadung itu!" perintah Angkasa kepada anak buah yang lainnya, sambil menunjuk ke arah gedung yang sudah ditembak tadi.


"Baik, Tuan!" Ada tiga orang yang pergi ke sana.


Kepala polisi sangat shock melihat kejadian barusan. Dia kini baru tahu kenapa para pemimpin kepolisian Amerika, interpol, tentara Amerika sangat menghormati keluarga Andersson. Apalagi kepada Angkasa yang sering dimintai tolong.


"Sen-jata a-pa itu?" ternyata kepala polisi tergagap.


"Ini senjata 910. Dan senjata yang sudah menghancurkan tembok hotel adalah senjata 909," jawab Angkasa.


Kepala Polisi berpikir mana mungkin senjata berukuran kecil bisa memberikan ledakan begitu besar bahkan mampu menghancurkan dinding sebuah bangunan. Dia sangat penasaran dengan senjata yang sedang dipegang oleh Angkasa saat ini.


"Lindungi para warga dan amankan mereka ke tempat yang lebih aman!" perintah Angkasa kepada ke lima polisi yang berdiri diam di dekatnya.


"Siap, Tuan Angkasa!" Mereka pun mengiring para pengunjung hotel untuk pergi ke tempat yang lain.


***


Martin saat ini dalam keadaan terdesak saat si badut berambut merah mengacungkan senjata kepadanya. Jika senjatanya pistol biasa dia tidak akan takut. Masalahnya, sekarang penjahat itu mengarahkan pistol 909 yang mempunya daya hancur yang besar.


Dia tahu jika senjata 909 itu ada dua versi. Satu untuk menembak sasaran makhluk yang kuat dan besar. Sementara yang satunya lagi bisa menghangatkan benda yang amat keras sekalipun.


"Jatuhkan senjatmu!" teriak si penjahat kepada Martin.

__ADS_1


***


Bagaimana keadaan Shine yang sedang terluka parah? Apakah Martin akan mengalami hal yang sama dengan tuannya? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2