
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 107
Waktu terus berlalu, kini usia kandungan Amira memasuki 7 bulan. Baru sekarang Amira mengalami ngidam, dia selalu ingin mau makan makanan buatan suaminya. Tentu saja Shine melakukannya dengan senang hati. Dia akan mau masak makanan yang ingin dimakan oleh sang istri. Selama laki-laki itu mau memasak, Amira dengan setia mendampingi di dekatnya. Kadang dia akan memeluk suaminya dari belakang jika tidak ada orang lain di dapur. Seperti saat ini dia memeluk tubuh Shine dan menyandarkan kepalanya di punggung sang suami.
"Entah kenapa mau lihat kamu yang sedang memasak seperti saat ini terlihat seksi dan menawan di mataku," ucap Amira dan itu membuat Shine senang.
"Kenapa kamu baru sadar sekarang, kalau suamimu ini sangat seksi dan menawan dibandingkan dengan laki-laki lain," ucap Shine yang jiwa narsisnya mulai bangkit kembali.
Mendengarkan kenarsisan kembali suaminya membuat Amira gemas. Dia pun mencubit dada laki-laki itu, sehingga dia mengurangi kesakitan.
Seakan tidak mau kalah, Shine langsung mau balikan badannya dan memeluk balik Amira.
"Setelah selesai ini, bersiap-siaplah! Aku akan menjenguk anak kita," bisik Shine yang terpancing gelora dalam dirinya gara-gara ulah Amira.
Tentu saja Amira menantikan hal ini. Semenjak kehamilannya sekarang perempuan ini selalu ingin disentuh oleh sang suami. Bahkan dia selalu menggoda suaminya duluan.
***
__ADS_1
Kehidupan rumah tangga Shine dan Amira selalu harmonis dan romantis. Keduanya banyak belajar kehidupan rumah tangga Alex dan Cantika. Mereka selalu saling terbuka dan percaya, jika ada sesuatu pasti mereka akan membicarakannya bersama-sama. Kejujuran, saling berbagi, dan komunikasi yang baik kunci awal dari kehidupan bahagia dalam rumah tangga yang sehat dan baik.
"Honey, hari ini aku akan mendatangi beberapa pabrik sehingga aku tidak bisa mengajakmu," ucap Shine yang kini sedang menyuapi Amira di pagi hari.
Amira tahu kalau keadaan pabrik tidak baik untuk kandungannya. Maka dia pun memutuskan untuk tinggal di rumah saja bersama dengan ibu mertuanya.
"Kamu harus hati-hati dan jangan lupa makan," balas Amira sambil memusat pipi suaminya dengan lembut.
Amira tidak pernah takut kepada wanita-wanita seksi yang selalu berkeliaran dan mendekati suaminya. Sebab, dia tahu perasaan Shine hanya untuknya seorang.
***
Shine kini sedang bermain dengan bayinya yang masih berada di dalam perut Amira. Bayi itu selalu memberikan respon jika disentuh dan diajak bicara olehnya. Ini yang paling disukai oleh laki-laki itu sebelum mereka tidur.
"Aamiin," balas Amira. Terlihat perut Amira bergerak seperti bergejolak
"Lihat, Honey! Bayi kita bergerak secara aktif. Apa tidak apa-apa? Apa kamu merasakan sakit?" tanya Shine.
"Tidak. Bayi kita bergerak seperti itu karena diajak bicara oleh ayahnya. Dia merasa sangat senang, jadinya seperti ini dia memberikan respon," ucap Amira.
Shine menatap tak ciptakan kebesaran Allah yang sudah menciptakan manusia di dalam perut ibunya. Tiba-tiba saja air matanya keluar begitu saja tanpa dia sadari. Dulu dia sangat posesif terhadap ibunya. Kadang berlaku overprotektif terhadap Cantika. Bahkan tidak mengizinkan papanya untuk mendekati mamanya.
__ADS_1
"Honey, Terima kasih karena sudah menjadi belahan jiwaku yang selalu setia menemaniku," kata Shine dengan tatapan mata sendu dan penuh haru.
"Justru akulah yang harus diterima kasih kepadamu, Sayang. Karena kamu mau menikahiku, perempuan yang terlalu banyak memiliki kekurangan," balas Amelia dengan mata yang berkaca-kaca.
Perempuan itu sangat bahagia sekali bisa menjadi belahan hidup dari laki-laki yang duduk di samping sambil menatap dirinya. Saat pertama kali berjumpa dengan dirinya, Amira tidak menyangka kalau laki-laki yang sudah dia tabrak dulu akan menjadi pasangan hidup di dunia dan insha Allah sampai ke akhirat.
Begitu banyak kejadian telah mereka lalui bersama. Baik suka maupun duka. Bahkan saat ujian datang menghampiri mereka dengan rasa kehilangan sang buah hati, keduanya tetap jalani bersama. Ini yang membuat Amira semakin cinta kepada Shine.
Malam hari yang dingin tidak terasa karena hadirnya seorang yang menemi. Begitu juga bagi Shine dan Amira yang saling melengkapi selalu setia bersama.
"Aku rindu sama Abah dan Umma," kata Amira dengan lirih.
Sudah dua bulan ini mereka tidak pulang ke Indonesia karena Shine yang sedang sibuk. Sementara itu, Amira tidak mau pergi jika tidak bersama dengan suaminya.
"Aku usahakan semua pekerjaan diselesaikan minggu ini. Jadi, nanti kita bisa mendatangi Abah dan Umma sebelum menjelang hari melahirkan bayi ini," ucap Shine dan itu membuat Amira sangat senang.
Meski setiap hari mereka telepon atau video call, Amira selalu merasa rindu jika tidak memeluk tubuh kedua orang tuanya. Kebahagiaan Amira adalah setiap keinginannya selalu direspon baik oleh Shine, sehingga dia tidak malu-malu jika meminta sesuatu kepada suaminya, meski melalui sebuah isyarat.
***
Bagaimana proses Amira melahirkan buah cintanya bersama Shine? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.