
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 93
Saat ini Shine tahu kalau keberadaan dirinya diketahui oleh pihak musuh. Namun, meski begitu dia tidak takut. Dalam pikirannya saat ini adalah ingin menyelamatkan istri dan calon anak mereka. Laki-laki itu maju terus menuju ke lantai atas, sesekali dia menembakkan peluru ke arah musuh yang dia temui.
"Musuh sudah ada di dalam markas!" teriak salah seorang anak buah David.
"Cari dan habisi dia!" balas yang lainnya.
DOR! DOR!
Ada seorang anak buah David yang melihat keberadaan Shine. Dia terus menemani ke arah di mana tadi terlihat ada orang yang mencurigakan.
DOR! DOR!
"Di arah dekat anak tangga! Dia bersembunyi di sana!" seru yang lainnya ikut menembaki ke arah di mana Shine berada saat ini.
__ADS_1
Laki-laki itu tidak takut terkena peluru menembus kepadanya karena dia memakai baju anti peluru. Paling sakit memar-memar dan patah tulang rusuk jika terkena hujanan peluru timah seperti itu.
'Semoga saja Tim Keamanan yang ada di luar sana bisa secepatnya masuk ke dalam markas ini.' (Shine)
Terdengar suara ledakan di depan pintu, disusul dengan suara teriakan manusia. Asap pun langsung memenuhi ruangan di lantai satu.
"Ada serangan musuh lagi!" teriak anak buah David yang ada di dekat pintu.
DOR! DOR!
Jep! Jep!
Baku tembak terjadi di dekat pintu depan markas. Anak buah David banyak yang menjadi korban. Mereka tidak menggunakan seragam anti peluru seperti anggota Tim Keamanan keluarga Andersson.
Shine yang mendengar kabar itu semua merasa sangat senang. Dia sangat tahu kalau anggota Tim Keamanan keluarganya bukanlah sembarang orang.
'Jangan remehkan keluarga kami. Kalian pikir kami akan mudah dikalahkan?' (Shine)
Bunyi tembakan masih saling bersahutan dan diiringi dengan suara teriakan. Bau anyir darah dan kepulan asap masih mewarnai keadaan di lantai satu. Shine pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini untuk pergi ke lantai atas. Dia berlari menaiki anak tangga sesekali ikut menembakan pistolnya ke arah musuh.
__ADS_1
'Musuh mereka itu banyak sekali ternyata.' (Shine terus menembaki lawannya)/
Akhirnya, Shine pun berhasil mencapai lantai dua. Begitu dia menginjakan kaki di sana, kedatangannya di sambut dengan hujanan tembakan timah panas dari berbagai penjuru.
DOR ! DOR! DOR!
Shine mencari tempat untuk berlindung dari serangan peluru lawan. Dia bunyi di balik tembok pilar yang ada di dekat anak tangga. Selanjutnya, dia melakukan serangan balasan ke arah pihak musuh.
Jep! Jep! Jep!
DOR! DOR!
Tembakan Shine selalu berhasil mengenai tubuh lawan. Meski terlihat tidak seperti anggota Tim Keamanan lainnya, tetapi Shine itu bisa diacungi jempol jika menembak. Dia selalu bisa mengenai ke arah sasaran yang ingin dia tuju.
'Aku harus cepat-cepat mencari keberadaan Amira!' (Shine)
Laki-laki itu terus berlari dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Dia melawan musuh sekaligus melindungi dirinya sendiri dari peluru lawan. Dia melihat ada satu ruangan yang dijaga oleh empat orang di depan pintunya.
'Apa Amira ada di sana, ya?' (Shine)
__ADS_1
***
Apakah Shine dan Tim Keamanan bisa menyelamatkan Amira? Tunggu kelanjutannya,