CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 42. Suami Istri


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 42


Pernikahan Shine yang mendadak membuat semua orang kaget. Namun, mereka memberikan doa untuk pasangan pengantin baru itu. Berita pernikahan ini baru dikalangan keluarga besar mereka saja. Sebab, keadaan di keluarga di Amerika sedang dalam keadaan waspada. Adanya musuh dibalik layar yang belum jelas identitasnya, mengharuskan hubungan pernikahan ini dirahasiakan dari publik, demi melindungi Amira.


Malam hari ini Amira menemani Shine di rumah sakit. Dia juga yang kini mengolesi luka-luka yang ada pada tubuh Shine. Awalnya dia malu sekali, bahkan sekujur tubuhnya bergetar. Ini pertama kalinya Amira menyentuh tubuh seorang pria dewasa secara langsung.


"Kenapa? Mulai sekarang kamu harus membiasakan diri menyentuh semua bagian tubuh aku," kata Shine dengan kerlingan mata menggoda sang istri.


Amira saking malunya sampai tidak tahu bicara apa. Seakan mulut dia terkunci dan hanya anggukan kepala yang bisa memberikan respon.


Saat ini di ruang rawat itu hanya ada mereka berdua. Shine pun menarik tali simpul yang ada di balik jilbab Amira dan menurunkan cadar yang sedang dipakai oleh gadis itu.


Kini terlihat wajah sempurna milik Amira. Shine menyentuh lembut pipi, alis, kelopak mata, hidung, dan bibirnya yang lembut dan kenyal.


Amira hanya diam dan memejamkan mata saat Shine mencium kening, kemudian pada kedua kelopak mata yang memiliki bulu mata yang panjang. Bibirnya bergerak ke arah hidung dan mengecup ringan bibirnya beberapa kali. Seakan sedang menggodanya.


Saat Amira membuka mata untuk protes. Shine mencium, melu_mat, menye_sap, bibir Amira. Awalnya lembut lama ke lamaan menjadi menjadi keharusan karena sama-sama ingin memberikan kepuasan pada pasangannya.


Shine tersenyum lembut dan mengusap lembut bibir milik Amira yang kini menjadi bengkak. Semua itu karena ulahnya yang tidak mau menghentikan ciumannya tadi.


"Cantik," puji Shine dan membuat Amira malu.

__ADS_1


Pipi gadis itu kini terlihat merona dan senyum malu-malu pun tercipta di wajahnya yang mulus. Ketika Shine hendak mengulangi lagi ciumannya, pintu kamar terbuka dan terlihat ada Sky masuk ke sama. Amira pun dengan cepat menutupkan kembali cadarnya.


"Oops, aku masuk begitu saja. Tidak tahu kalau kalian sedang bermesraan. Lanjutkan saja kegiatan kalian barusan."


Sky bukannya pergi, dia malah duduk di sofa. Lalu, membuka laptop.


"Abaikan saja keberadaan aku. Aku diminta oleh mama untuk menjaga kalian," lanjut pemuda kembaran dari Shine.


Shine dan Amira menatap Sky yang sedang duduk manis. Lalu, keduanya saling menatap. Amira tersenyum geli saat melihat ekspresi wajah suaminya yang tiba-tiba berubah merona.


"Nggak apa-apa. Lagian nggak ada pengaruhnya ada Sky atau tidak. Masih bisa tidur, 'kan?" Amira mencoba menghibur Shine.


"Cara menghibur kamu, tidak seru, Honey." Shine masih memasang wajah cemberut.


Amira terperangah mendengar ucapan suaminya. Dia tidak tahu harus menghiburnya seperti apa.


Amira yang sempat menengok ke arah adik iparnya itu, kini kembali mengarahkan perhatiannya kepada sang suami. Terlihat tatapan penuh harap.


'ish, nggak tahu malu. Padahal ada orang lain.' (Amira)


Akan tetapi, Amira menggeser posisinya jadi memunggungi Sky. Lalu, menarik turun cadarnya.


CUP


Perempuan itu memberikan kecupan pada Shine. Lalu, buru-buru pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Shine tersenyum lebar setelah mendapatkan ciuman singkat dari istrinya. Meski dia belum merasa puas, tetapi sudah merasa senang.


"Hemmm, senangnya dalam hati ini. Sudah punya seorang istri. Bisa minta cium kapan saja juga nggak akan kena tampar lagi," ujar Sky.


"Makanya cepat nikah. Jika sudah halal, kita bebas mau menciumnya juga. Mau tidur sambil berpelukan juga nggak akan ada yang marah. Justru kita dapat kebahagiaan," sindir Shine pada kembaran yang kini sedang melotot padanya.


"Pantas saja Rayyan ingin nikah muda sejak masih kecil. Ternyata menikah itu membuat perasaan kita bahagia," ucap Shine dengan mata berbinar bahagia.


Sky berdecih, lalu berkata, "Iya, jika menikahnya dengan orang yang kita cintai. Jika, tidak? Yang ada hanya penderitaan."


"Siapa bilang? Tidak seperti itu juga," bantah Shine.


Pintu kamar mandi terbuka dan Amira berjalan sambil menunduk. Dia masih merasa malu. Apalagi Sky kini sedang menatap ke arahnya.


"Amira, apa kamu merasa bahagia menikah dengan Shine?" tanya Sky tiba-tiba.


"Eh." Amira tidak mengerti maksud ucapan dari Sky ini.


'Ada apa ini? Kenapa aku tiba-tiba ditanya begini?' (Amira)


***


Apa yang akan terjadi di malam pertama Shine dan Amira setelah sah jadi suami istri? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya aku yang lainnya.

__ADS_1



__ADS_2