CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 85. Mencari David (1)


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.


***


Bab 85


Shine dan Bintang berlari memasuki bangunan gedung itu untuk mencari keberadaan David yang kabur melalui ruang rahasia. Mereka memperkirakan kalau laki-laki itu masih berada di sekitar lokasi bangunan.


"Shine perkirakan ke arah mana dia pergi dari ruangan tadi?" tanya Bintang yang berlari di belakang adiknya itu.


"Aku rasa tadi dia berlari ke arah sisi utara bangunan," jawab Shine tanpa melihat ke arah kakak perempuan.


"Bagus. Kalau begitu kita pergi ke arah sana. Aku akan memberitahu kepada ke Angkasa dan juga Langit, agar mereka menyusul nanti," ucap Bintang.


Istrinya Ghazali itu langsung menghubungi kedua saudara kembarnya agar mereka menyesal ke arah yang sedang dituju. Bintang selalu merasa mudah menyelesaikan semua masalah jika bekerja sama dengan Angkasa dan Langit.

__ADS_1


Shine dan Bintang kini sudah berada di sisi utara gedung. Namun, mereka tidak merasakan kehadiran manusia di sana. Suasana yang sangat sepi dan dingin seakan menegaskan kalau tidak ada orang lain selain mereka di sana.


"Shine apa kamu mau membawa alat pendeteksi keberadaan manusia?" tanya Bintang.


"Tidak. Karena aku merasa tidak membutuhkan alat seperti itu," jawab suami dari Amira ini.


Bintang menghela napasnya dengan gusar. Dia juga tipe orang yang tidak suka membawa banyak peralatan. Biasanya Langit yang suka membawa alat-alat aneh ciptaannya jika mereka menghadapi situasi seperti ini.


"Ya sudah, kita tunggu saja kedatangan Langit. Semoga saja dia bisa menemukan keberadaan David," ujar Bintang sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah.


Sudah 3 menit berlalu, Angkasa dan Langit baru tiba di sana. Sangat jelas terlihat sekali wajah Bintang yang cemberut. Dia paling tidak suka kalau harus menunggu.


"Sabar dong adikku Sayang. Tadi kita semua juga tidak sedang bersantai-santai. Banyak hal yang harus kita selesaikan terlebih dahulu," balas Angkasa sambil mencubit pipi milik adik perempuannya.


"Gara-gara kalian, David keburu pergi entah ke mana sekarang," tukas Shine.

__ADS_1


Langit yang sejak tadi sibuk dengan alatnya, kemudian menepuk tangan sambil berseru, "Ketemu!"


"Benarkah?" tanya ketiga saudaranya.


"Ya. Saat ini dia berada di bawah bangunan ini. Aku rasa itu adalah ruang bawah tanah. Kita tinggal mencari pintu menuju ke sana," kata Langit.


Keempat orang saudara itu pun bergegas mencari jalan menuju ke ruang bawah tanah itu. Biasanya Shine selalu menggunakan cara tercepat jika menyelesaikan sesuatu yang sedang dia hadapi.


"Kita hancurkan saja bangunan atasnya ini. Dengan begitu kita akan bisa menemukan ruang bawah tanah," ucap Shine saat kelelahan berkeliling mencari pintu itu.


Mendengarkan ucapan dari adiknya, ketiga orang itu langsung melotot dan berteriak kepadanya, "Dasar bodoh! Bagaimana bisa pakai cara itu. Yang ada lantai pintu menuju ke sana tertutup oleh puing-puing bangunan."


Shine pun hanya tertawa garing. Dia juga tidak sampai berpikir ke arah sana tadi.


"Maaf, aku hanya memberikan ide yang terlintas begitu saja dalam kepala aku barusan," tukas Shine dengan nada lemah. Bagaimana mungkin dirinya bisa mengalahkan ketika kakak kandungnya itu.

__ADS_1


***


Apakah David akan berhasil mereka temukan? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2