CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 53. Beraksi


__ADS_3

Bab 53


DOR!


Salah satu penjahat menembakan pistolnya ke arah mobil yang ditumpangi oleh Shine dan Sky. Untungnya mobil mereka anti peluru dan ban mobil juga khusus sehingga tidak akan mudah pecah jika kena tembakan.


"Wow, mereka langsung main tembak kegitu kita masuk ke hutan pinus ini," kata Shine.


"Kalau begini, kita juga harus beraksi," lanjut Sky. 


Sang adik pun langsung mengeluarkan senjata andalannya. Pistol yang bisa pelurunya bisa menembus apapun. Kekuatannya mirip senjata 909, tetapi tidak membuat pelurunya berpencar, ini masih tetap utuh. Sky pun menembakkan pistolnya ke arah mesin mobil.


DSIIING! (Tembajan pistol Sky)


DUAR! (Peluru mengenai mesin mobil dan membuatnya meledak)


BRAK! (Mobil yang lajunya oleng menabrak mobil satunya lagi)


BOOOM! (Ledakan mobil)


Kedua mobil itu meledak setelah jatuh ke jurang. Asap tebal pun langsung terlihat membumbung ke angkasa. Api juga menyala-nyala.


Shine menghentikan laju mobilnya dan melihat ke arah belakang. Terlihat ada cahaya dari api mobil yang meledak itu.


"Lapor ke pihak yang berwenang. Kalau ada mobil yang jatuh ke jurang dan meledak. Jangan sampai api membakar hutan pinus ini," ucap Shine.


"Oke," balas Sky dan langsung menghubungi ke pihak petinggi kepolisian agar mereka secepatnya mengurus kerusakan tadi.


Keduanya pun melanjutkan perjalanan pulang. Setidaknya sebelum waktu Isya, mereka sudah sampai ke rumah.

__ADS_1


***


Shine dan Sky pulang ke rumah tepat waktu. Sebelumnya mereka mampir dulu ke salah satu markas tim keamanan keluarga Andersson, untuk sholat Magrib. 


Amira menyambut kedatangan suaminya. Sejak tadi dia merasa cemas dan tidak tenang. Takut terjadi sesuatu kepada Shine.


Shine memeluk tubuh Amira yang bisa memberikan kenyamanan dan merasa tenang setelah melihat senyumannya.


"Aku kangen," kata Shine mulai manja kepada istrinya.


"Lapar tidak?" tanya Amira dengan tatapan sendu.


"Lapar," jawab sang suami. 


"Kita makan dulu, yuk. Sebelum sholat Isya," ucap Amira.


"Aku akan sholat Isya dulu, nanti baru makan. Aku ingin menikmati masakan istriku dengan tenang, tidak terburu-buru," ujar Shine sambil membelai kedua pipi Amira menggunakan jari jempolnya.


***


'Aku harus cepat-cepat menyelesaikan masalah ini. Agar nyawa Amira tidak ikut terancam.' (Shine)


"Honey, apapun yang terjadi kamu jangan ke luar dari rumah, ya. Apapun yang terjadi!" ucap Shine dengan tegas.


"Kenapa?" tanya Amira sambil menatap suaminya.


"Kita tidak tahu musuh mengintai di mana. Apalagi mereka juga membuat senjata canggih yang bisa ditembakkan dari jarak yang sangat jauh," jawab Shine sambil menangkup wajah Amira dengan kedua telapak tangannya.


"Iya. Aku akan menuruti apa kata suamiku. Tapi, bagaimana jika ada sesuatu yang tejadi di depan rumah atau halaman?" tanya sang istri mengingat kalau halaman mansion Andersson itu begitu sangat luas.

__ADS_1


"Tidak boleh ke luar rumah, pokoknya sampai aku bilang boleh. Mama juga akan berada di dalam rumah," jawab Shine.


Amira pun menganggukkan kepalanya. Dia membelai rambut suaminya dengan pelan. Sesuatu yang belakangan ini dia sukai setelah menikah.


"Hari ini aku terus memikirkan dirimu. Aku tidak hentinya berdoa kepada Allah agar selalu melindungi kamu dan semua keluarga kita. Aku tidak mau kehilangan dirimu, apalagi kita baru saja merajut cinta dan membangun mahligai rumah tangga. Aku masih ingin bersama dengan kamu sampai tua sampai tubuh aku benar-benar lemah tidak berdaya lagi. Sampai malaikat pencabut nyawa datang kepadaku. Aku ingin kamu selalu berada disisiku," aku Amira dengan mata yang berkaca-kaca.


Shine memberikan ciuman manis dan lembut pada istrinya. Dia sangat senang mendengar pengakuan Amira. Dipeluknya tubuh yang pas dalam dekapannya.


"Kenapa aku selalu tidak bisa menahan diriku jika saat berduaan denganmu," bisik Shine disela cumbuannya di leher jenjang sang istri.


"Ka-rena ka-mu mesum~," balas Amira dengan lirih dan sedikit mendeeessssaaah.


"Aku ingin secepatnya punya anak," bisik Shine.


Amira pasrah saja mengikuti keinginan suaminya. Dia juga sangat menyukai segala sentuhan yang diberikan oleh Shine kepadanya. Meski dirinya sering dibuat begadang dan kelelahan, dia tetap menyukainya.


***


Keesokan harinya Shine dan Sky, kembali ke rumah milik Romeo Smith dan Anabella Carlos. Kali ini Angkasa dan Langit juga ikut serta. Mereka datang ke sana dengan membawa beberapa peralatan yang kira-kira akan mereka butuhkan nanti dalam petualangan di ruang rahasia rumah itu.


"Kalian semua sudah siap?" tanya Angkasa.


"Siap!" jawab ketiga adiknya.


"Semoga saja kita bisa melengkapi berkas kejahatan keluarga Carlos. Data-data yang dibawa oleh Sky kemarin sangat membantu kita dalam mencari korban. Para polisi juga mengucapkan terima kasih. Mereka juga hari ini mulai bergerak, bahkan sejak semalam beberapa polisi di negara bagian dibuat begadang oleh berkas bukti-bukti yang kita berikan pada mereka," ujar Angkasa.


"Aku ingin secepatnya bisa mengakhiri ini semua. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Amira," kata Shine.


Mereka berempat pun masuk ke rumah itu. Saat ini matahari masih bersinar dengan terang dan membuat isi rumah itu terlihat dengan jelas.

__ADS_1


***


Keseruan dan ketegangan apa yang akan terjadi pada keempat saudara di dalam rumah itu? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2