CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 69. Penyerangan (3)


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 69


Angkasa bersama dengan dua orang lainnya, berniat mencari David di lantai dua ini. Namun, yang mereka temui adalah anak buah Juan memiliki persenjataan lengkap. Maka terjadilah baku tembak di antara mereka.


DOR! DOR!


DOR! DOR!


"Kak Angkasa menggunakan senjata seperti 909," kata Sky.


Fokus saja kepada arah tangan lawan kalian, agar tahu ke arah mana tembakan itu mengarah," kata Si Sulung.


"Baiklah kalau begitu," balas Sky.


DOR! DOR!


Baku tembak pun terjadi di sebuah ruangan yang cukup luas, ketika Angkasa dan yang lainnya masuk ke sana. Tanpa dia tahu kalau orang-orang di lantai dua sedang berkumpul di sana. Mereka dalam keadaan siap untuk melakukan pertahanan dalam serangan musuh.


"Ternyata laporan tadi itu benar. Kalau ada penyusup yang sudah memulai aksi mereka di Pulau ini," kata orang yang berdiri paling atas.


Ada lebih dari 50 orang berdiri tegak di sana. Mereka sudah dalam keadaan posisi siap siaga untuk menembakkan senjata ke arah Angkasa dan yang lainnya.


"Kenapa? Apa kalian terkejut karena yang kalian tahu penyerangan akan dilakukan saat ini hari? Tetapi di saat jam tidur kalian kami datang," ucap Peter.


Terlihat di wajah laki-laki itu senyum menyeringai. Seakan dia sedang meremehkan Angkasa dan kedua orang lainnya.

__ADS_1


"Ya seperti itulah yang kami dengar. Hanya saja kata Tuan Juan, kalau penyerangan akan dilakukan sebelum dini hari. Jadi, kami harus bersiap-siap setelah selesai makan malam," jelas laki-laki itu lagi.


Angkasa pun baru pikir seperti itu tadi. Sebab, merasakan keadaan di sana sudah terasa sengaja seperti untuk arena pertempuran.


"Berarti Tuan kalian mempunyai insting yang tajam," balas Peter.


"Iya, tentu saja seperti itu," ucap anak buah Juan.


"Nama kamu itu siapa?" tanya Sky.


Angkasa rasanya ingin memarahi sang adik. Bisa-bisanya dia bertanya nama orang di saat situasi sangat penting.


"Simon. Aku tahu kalau kau adalahβ€”" Simon nanti kan ucapannya dia tidak tahu yang ada di depannya itu siapa karena keluarga Andersson memiliki wajah yang sama semua. Jadinya tidak asing jika orang-orang salah mengenali mereka.


"Sepertinya kamu tidak tahu siapa aku." Sky pun tertawa.


"Tidak peduli siapapun dirimu. Bagi kami semua keluarga Andersson itu adalah musuh yang harus dikalahkan bahkan dibunuh saja," kata Simon.


DOR! DOR!


DOR! DOR!


Baku tembakan terjadi di ruang aula itu. Angkasa menggunakan kedua tangannya untuk memegang pistol. Begitu juga dengan Peter dan Sky. Mau tidak mau mereka harus menggunakan senjata yang tepat agar bisa mengalahkan musuh yang berjumlah sangat banyak.


"Peter ... Sky!" teriak Angkasa saat dia mengeluarkan sebuah benda berbentuk bola. Dia pun melemparkan bola itu ke tengah-tengah ruangan.


"Gila kamu, Kak!" teriak Sky sambil berlari mencari tempat untuk berlindung.


Begitu juga dengan Peter. Dia langsung berlari untuk bersembunyi. Laki-laki itu berlari ke arah dekat sebuah tiang yang ada di pinggir ruangan.

__ADS_1


Sementara itu, para musuh yang tidak tahu akan benda bulat merupakan senjata yang mengerikan, hanya diam saja di sana. Bahkan mereka kini mengarahkan senjata ke arah Angkasa yang sedang berlari ke arah luar pintu dan menembaknya.


Drrrtttttt! Drrrtttttt!


Bola itu merupakan senjata mirip pistol yang menembakan peluru timah panas dengan cara berputar terus berputar sampai habis peluru yang ada di dalam. Senjata canggih dan kuat. Hanya saja bisa menjadi senjata makan bagi orang yang menggunakannya,, jika dia tidak cepat-cepat berlindung.


Hanya dalam satu serangan itu semua musuh yang ada di ruangan itu terkapar tidak berdaya. Mereka seperti itu karena tubuhnya banyak mendapatkan tembakan dari benda bola tadi.


"Aduh, hampir saja. Kak Angkasa benar-benar, deh. Dia sendiri berlari dari ruangan ini," Sky menggerutu sambil keluar dari tempat persembunyiannya.


Begitu juga dengan Peter, ternyata dia sangat terkejut melihat benda seperti itu bisa banyak mengeluarkan peluru tanpa henti. Dia pun hampir terkena berapa kali oleh peluru yang memantul.


***


Sementara itu di tempat Langit, kini mereka berhadapan dengan beberapa orang yang berseragam. Mereka juga membawa senjata pistol di tangannya.


"Sepertinya kita harus bertempur secara langsung," ucap Akira.


"Tidak masalah bagiku," ucap Langit.


***


Apakah Langit bisa mengatasi musuhnya, seperti Angkasa yang bisa mengatasi musuhnya dengar sangat cepat? Tunggu kelanjutannya ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya yuk baca juga karya aku ini.


Yusuf, Duda muda dan keren yang beranak satu. Karena kebaikan akhlaknya banyak disukai oleh kaum hawa. Zulaikha, anak perawan yang masih berseragam OSIS. Bilqis, mahasiswi magang di tempat anaknya sekolah. Sarah, CEO muda yang merupakan atasannya di kantor.


Yusuf, harus membesarkan Asiah seorang diri. Anak gadis kecil yang aktif dengan rasa ingin tahu yang kuat. Kecerdasan dan gaya bicaranya sering membuat orang-orang dibuat mati kutu.

__ADS_1


Bagaimana kisah Yusuf dalam membesarkan Asiah. Anak perawan mana yang akan mendapatkan hati Yusuf?



__ADS_2