CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 99. Pulang Ke Kampung Halaman


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 99.


Sudah sebulan berlalu sejak Amira keguguran. Shine saat ini fokus ke pemulihan kondisi Amira. Baik itu fisik maupun psikis istrinya.


"Honey, hari ini kamu cantik sekali. Kita jalan-jalan ke taman, yuk!" ajak Shine dengan senyum tampannya.


Amira yang merasa bosan berada di dalam rumah pun bersedia menghabiskan waktu di halaman mansion, apalagi jika itu dengan sang suami.


Kedua orang itu berjalan sambil bergandengan tangan. Melangkah dengan pelan karena Amira kadang masih merasa ngilu di perut bekas operasi.


"Sinar matahari pagi ini sudah mulai terasa hangat dan udara juga masih segar. Apa kamu menyukainya, Honey?" tanya Shine dan Amira pun mengangguk.


Amira kini kembali ke sifatnya yang dulu. Lebih banyak diam, meski sebenarnya dia itu sedang berdzikir. Dia juga tidak mudah diajak bercanda. Tidak ada kata-kata dan tingkah manja kepada Shine seperti saat mereka awal menikah sampai sebelum terjadinya bencana itu.


"Honey, kita duduk di bungalau saja, yuk! Sambil menikmati sinar matahari yang hangat ini," ajak Shine dan Amira pun menurut.


Laki-laki itu mencium pucuk kepalanya dengan lembut, lalu menuntunnya menuju bangunan yang sering digunakan oleh mama dan papanya ketika menghabiskan waktu berduaan. Dia ingin agar Amira bisa melupakan kenangan buruk itu secepatnya.

__ADS_1


"Aku ingin kamu bisa menikmati waktu seperti saat ini. Lihatlah, aku! Hanya aku yang perlu kamu ingat," bisik Shine dan Amira mengangguk.


Bahkan Shine juga sebenarnya ingin diam dan menyibukkan diri dengan bekerja agar dia bisa melupakan kejadian hari itu. Namun, dia tidak boleh seperti itu, ada istri yang sedang membutuhkan dirinya agar bisa bangkit kembali.


Amira duduk bersandar di dada sang suami. Dia menikmati gemuruh detak jantung Shine. Entah kenapa dia merasa kalau mendengar suara detak jantung milik Shine, merasa tenang hatinya. Ini bisa meyakinkan dia kalau lelaki miliknya ini masih hidup.


"Sayang," panggil Amira dengan lirih.


"Iya, Honey. Ada apa?" tanya Shine.


"I love you," balas Amira dengan suaranya yang lembut dan pelan. 


Dia ingin mengucapkan kata-kata ini belakangan ini. Perempuan itu merasa bahagia dengan semua perhatian yang diberikan oleh Shine kepadanya. Amira merasa beruntung memiliki laki-laki ini sebagai pendamping hidup.


"I love you so much," balas Shine.


***


Ada kemajuan dalam diri Amira saat ini. Meski hanya sedikit, tetapi ini sudah membuat Shine dan keluarga Andersson bahagia. 


"Kalian pergilah berbulan madu!" titah Alex.

__ADS_1


Mendengar ucapan papanya barusan membuat Shine sangat senang. Dia pun melirik ke arah Amira dan meminta pendapatnya. Laki-laki itu ingin istrinya yang menentukan tempat mereka mau menghabiskan waktu bersama nanti.


"Honey, kamu mau pergi ke mana?" tanya Shine.


Amira melihat sekilas ke arah Shine, lalu dia menundukkan kepalanya. Dia tidak ingin pergi keliling dunia atau pergi keliling dunia. Hanya dengan berdekatan dengan suaminya saja sudah membuat dia merasa cukup.


"Ke mana pun kamu mau pergi. Aku akan selalu mengikuti kamu," ucap Shine.


"Kalau boleh, aku ingin pulang ke Indonesia dan tinggal berapa lama di sana. Mungkin dengan mengajari anak-anak kecil bisa mempercepat proses luka di hati dan pikiran aku," balas Amira dengan ragu-ragu takut kalau suaminya akan menolak keinginannya ini.


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan. Kita akan pulang ke kampung halaman," ujar Shine dan senyum Amira pun tercipta dibalik niqobnya. 


***


Shine menyiapkan semua keperluan mereka untuk tinggal beberapa saat di sana. Pekerjaan di Amerika akan dipegang oleh Martin dalam pengawasan Alex. Meski begitu, Shine juga masih ikut memeriksa melalui laporan yang akan dikirimkan lewat email.


"Sayang, apa aku sudah membuat repot semua orang?" tanya Amira merasa tidak enak hati karena melihat suaminya menghubungi beberapa orang untuk mengurus perusahaan selama dia tinggal di Indonesia.


"Itu gunanya mereka di gaji. Mereka bekerja sesuai dengan tugas mereka masing-masing. Hanya saja bedanya aku tidak mendatangi kantor, tetapi semua pekerjaan masih dilaporkan kepada aku," jelas Shine.


Semenjak kejadian dulu, Amira selalu merasa bersalah kepada keluarga Tim Keamanan yang meninggal karena melindungi dirinya dan Shine. Sungguh dia bisa merasakan betapa sakit dan sedihnya kehilangan orang yang kita cintai dan sayangi.

__ADS_1


***


Bagaimana kehidupan Amira dan Shine selama tinggal di Indonesia? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2